Minggu, 28 September 2008
Surat Istimewa
Bangun dan bangkitlah dari tidur nyenyakmu
Sebelum kau harus membayar mahal akan semua itu

Hanyut dalam ketidakteraturan adalah candu
Tidak akan pernah memberi ketenangan

Keinginan saja bukanlah jaminan untuk bisa mencapai apa yang kau impikan
Harus disertai doa dan usaha

Terlalu konyol jika kau menganggap segalanya bisa kau raih dengan instant
Tak ada yang bisa kau dapat tanpa peluh dan keringat

Bangun dan bangkitlah
Sebelum yang tersisa hanyalah penyesalan


Saqor Qurais,Cairo,Egypt
26 september 2008

Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 16.51  
Satu Hati
Aku suka berbicara cinta
Saat hati tak bisa berbicara
Kala embun memberi kesejukan
Membasahi ubun-ubun

Air mengalir tak pernah bercerita
Ia mengitari seluruh penjuru
Melangkah pasti mengikuti arus
Tanpa henti

Kepada siapa aku bertanya
Tentang hati yang belum pasti
Hingga akhirnya aku sadar
Semuanya hanya teka-teki

Teka-teki ilahi
Yang menguasai segala hati



Saqor qurais,cairo,Egypt
26 september 2008

Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 16.48  
Minggu, 21 September 2008
Bingkisan Sederhana Ibu Pertiwi
Tanah airku sedang ditimpa berbagai cobaan. Gempa Bumi, Banjir, Tanah longsor, Kebakaran, Kerusakan hutan seakan menjadi jadwal tahunan. Belum lagi masalah birokrasi yang cukup membingungkan. Yang paling menyesakkan dada adalah masalah Akhlaq. Dimana seseorang susah membedakan mana yang benar dan salah karena sudah menjadi budaya.
Kalau boleh ambil metafora, luka berbalut perban yang menjadi makin parah karena terkena gesekan keras. Berbagai macam masalah timpang tindih datang. Baik dari luar, dalam, maupun permasalahan yang dibuat sendiri. Seakan sudah akrab dengan semua itu bahkan menjadi karib sepanjang hari. Kapan dan siapa yang akan mengakhiri semua ini?
Sementara itu, anak-anak bangsa tersebar diseluruh penjuru bumi guna menuntut ilmu. Dengan harapan akan kembali ke pangkuan ibu pertiwi dengan segudang pengalaman dan pengetahuan yang bisa diterapkan guna membangun masyarakat madani yang taat pada negara dan agama. Yang kemudian mampu mengantarkan bangsa Indonesia pada kemajuan.
Di sela-sela hijrahnya anak-anak bangsa itu tersentak dengan berbagai cobaan dan musibah yang menimpa tanah airnya. Dari berbagai media masa mereka menyaksikan apa yang sedang menimpa tanah air mereka. Sehingga dalam kepenatan dan kesedihan mereka berteriak seraya berkata:

"Apa yang bisa kulakukan untukmu Ibu?"

Ibu pertiwi sembari melepas senyumnya berucap:

"Nak..cukuplah kau belajar yang rajin dan tekun itu sudah membuat ibu bahagia. Usahlah kau hiraukan apa yang menimpa ibu. Insyallah ibu akan tabah menghadapi semua ini. Nak...singsingkan lengan bajumu dan buktikan pada dunia bahwa sebenarnya kita juga mampu".

Cucuran air mata haru membasahi pipi mereka setelah mendengar jawaban sang ibu. Lalu serentak berkata:

"siap bu, kami akan ingat slalu pesan ibu. Doa kami akan slalu menyertaimu. Selamat berjuang ibuku sayang...

Mendengar jawaban tersebut, Ibu pertiwi tersenyum lega walau harus memikul beban yang teramat berat...

Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 15.43  
Minggu, 14 September 2008
Sobat
Seuntai doamu sangat berguna bagiku
Setetes peluhmu akan kukenang slalu
Air mataku membuatku haru
Senyumu adalah kebahagiaanku

Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 04.11  
Selasa, 09 September 2008
Ya Robb...
Tuhan…
Mataku bigung melihat berbagai macam corak warna
Juga silau oleh kemilau
Telingakupun terkoyak oleh jutaan jenis suara
Jiwaku mati oleh andai dan angan
Hidung juga ikut tersendat karena aneka wewangian
Tak luput mulutpun sukar untuk berbicara
Menghilangkan rasa
Mengumbar asa
Semua itu membutakan qolbu
Jiwaku terkapar ditengah kegelapan cahaya
22:30,23-11-2006

Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 08.23   1 comments
Senyum
Cegah tangismu sebelum ia meredam
Sebab akan menimbulkan kekecewaan mendalam
Lantas raihlah tawamu sehingga kau tersenyum
Senyum bukanlah suatu yang diperjualbelikan
Tetapi harus diperjuangkan.
Senyum adalah simbol
Yang melambangkan keberhasilan dan kebahagiaan

Rob'ah El-Adawea
2-1-2007

Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 08.18   0 comments
Maaf Cintaku


Matahari hampir menampakkan cahayanya dengan sempurna. wajah eloknya baru terlihat setengah dipermukaan. Pencaran sinar warna keemasan semakin menghiasi bumi. Seakan-akan tersenyum dan melambaikan tangan pada pulau yang hijau nan asri . Apalagi ditambah dengan bayground gunung tinggi dan beberapa bukit membuat panorama semakin tak bisa dilukiskan dengan kata. Begitu indah karya tuhan yang tidak ada sekutu bagiNya.
Jalan Mandalika pagi itu masih terlihat agak renggang. Hanya beberapa kendaraan saja yang berlalu lalang dengan cepat seakan-akan ada yang dikejar. Mobil-mobil angkot dan beberapa tukang ojek yang rapi dengan jaket dan helm tutupnya mulai bermunculan dari arah utara. Ada yang membawa penumpang ada yang padat dengan barang,tetapi ada juga yang kosong tanpa penumpang dan barang. Semua menuju ke satu arah yang tampak ramai manusia.
Beberapa bus besar berjajar rapi di halaman yang memiliki luas sekitar 100 meter persegi. Pada pintu masuk tertempel sebuah tulisan besar Terminal Mandalika. Masing-masing bus memiliki tanda yang berbeda pada punggungnya. Ada yang bergambar berugak berkolaborasi dengan borobudur bertuliskan Karya Jaya. Ada yang beragambar binatang dan bertuliskan Safari Darma Raya. Dan banyak lainnya. Tertempel di depannya tulisan kecil, Mataram-Denpasar-Surabaya. Ada juga Mataram_Denpasar-Jakarta.
Ia masih asyik duduk menikmati kopi dan sepiring pisang goreng hangat yang berasalkan kertas putih sejenis bulletin. Itu memang bulletin dakwah Al-Furqon yang terbit perpekan. Karena dihalaman atas tertulis rubrik kajian . Suara tegukan kopinya mengisyaratkan bahwa kopi ini memang nikmat. Dari sudut warung terminal, matanya menggerayang ke semua arah keramaian sambil sesekali menghisap rokoknya yang hampir habis terkikis api. Kemudian mengepulkan asapnya keatas menyelinap melalui plapon yang terbuat dari asbes. Kembali ia teguk kopinya. Sambil meluruskan pandangannya kedepan. Tepat pada pisang goreng yang beralaskan kertas sejenis bulletin tadi.
Cipto begitu orang biasa menyapanya. Laki-laki paruh baya yang memiliki badan cukup padat. Kaos singlet yang ia gunakan mempertontonkan Lekukan tubuhnya yang kekar. Lengan kanan ada gambar tattoo naga sang penguasa. Dileher sebelah kiri tampak jahitan luka seperti bekas sabetan benda tajam. Matanya agak sayu seperti seorang pecandu alcohol dan narkoba.
Kini matahari sudah berada beberapa jengkal diatas gunung. Jika dilihat dari jantung kota seakan tergantung tanpa tali dan perekat diantara gunung dan langit biru. Panas terik sudah mulai terasa. Terminal disesaki banyak orang yang rata-rata membawa tas. Beberapa bus sudah ada yang berangkat sesuai jadwal pemberangktan.
Cipto beranjak bangun dari duduknya. Berdiri memandang ke deretan bus yang masih kosong penumpang. Ia hisap rokoknya dalam-dalam lantas membanting ke tanah dan menginjaknya. Melangkah dengan dada membusung ke arah deretan bus. Disantroninya satu persatu seperti layaknya seorang polisi yang sedang mencari teroris. Para supir dan kernet bus yang sudah mengenalnya, hanya tersenyum menyapa dengan seidikit hormat.
Kali ini ia tersenyum mesra sambil mengangguk melihat seorang pemuda menyeret koper kecil dengan tangan kiri,dan tas jinjing di tangan kanan memasuki sebuah bus tujuan Surabaya yang masih kosong penumpang. Dari gelagatnya tampak kalau pemuda itu bukan asli penduduk kota ini. Pemuda itu terlihat begitu lelah dan kebingungan mencari bus. Raut wajahnya menggambarkan kalau ia belum tidur semalamam.
kesempatan emas bagi Cipto. Tanpa buang-buang waktu ia hampiri pemuda yang sedang istirahat duduk di bangku tengah sebelah kiri.
Siang Mas…sapanya pada pemuda tadi
Siang juga…jawab pemuda itu dengan berusaha membuka matanya yang hampir terpejam dengan sempurna.
Ada yang saya bisa Bantu?. Tanya pemuda tersebut
Tanpa basa-basi Cipto berkata: Aku ingin duitmu.
Pemuda tadi begitu kaget mendengar permintaan Cipto. Ia sudah berfirasat kalau dia sedang dalam keadaan bahaya. Ia sedang berhadapan dengan seorang preman terminal. Tidak mungkin seorang normal meminta uang dengan cara seperti itu. Tapi Ia berusaha menyembunyikan ketakutan dan kekhawatirannya.
Aku g punya duit. Uangku hanya cukup buat ongkos sampai Surabaya. Ia jawab dengan ramah dan sopan. Kalau Cuma Rp5000 aku punya. Lanjutnya.
Hahaha…Cipto tertawa terbahak-bahak dengan mulut terbuka. Tetapi seketika Ia terdiam dan memandang pemuda itu kembali dengan wajah sangat tidak bersahabat.
Hei…anak muda aku sudah cukup sabar denganmu. Sekali lagi aku ulangi,tolong berikan aku isi dompetmu
Pemuda itu semakin katakutan. Rasa lelah dan kantuknya hilang seketika. Perilakunya serba salah. Ia menengok ke depan dan belakang tidak ada satupun orang terlihat yang bisa dimintai bantuan.
Maaf bang,uangku hanya cukup buat ongkos sampai Surabaya.
Serahkan dompetmu,ucap tejo dengan nada lebih kasar
Pemuda tadi masih saja bertahan dengan pendiriannya. Ia tetap tidak mau memberikan dompetnya pada Cipto.
Oh….kalau itu yang kau inginkan baiklah. Ujar Cipto sambil mengeluarkan sebilah pisau kecil dari kantungnya dan mengarahkan tepat diperut sang pemuda.
Mau serahkan atau tidak?aku berikan kau kesempatan sekali lagi.
Pemuda itu diam membisu tidak memberikan jawaban apapun. Seakan dia pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya.
Hei…kau punya mulut apa tidak?jawab pertanyaanku
Ia tetap saja tidak menjawab. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya.
Cipto sudah kehilangan kesabaran. Tangan kirinya kini memegang leher baju sang pemuda. Tangan kanannya sudah siap untuk menancapkan sebilah pisau kecil pada perut pemuda.
Pemuda itu tetap diam dan pasrah tidak melawan sedikitpun. Aku hitung sampai tiga,ucap Cipto memberi aba-aba.
Satu…dua…
Pemuda itu memejamkan mata
Ti…ga…
Brukk….suara sebuah pisau tertancap.
Tidak…ucap Cipto keras.
Sungguh mengherankan Cipto kali ini terlihat begitu gugup. Keringatnya bercucuran begitu deras membasahi kaos singletnya. Tidak seperti biasanya. Ia terkenal sangat sadis tidak pernah memberi ampun bagi yang membantahnya. Dalam 2 minggu ini saja Cipto telah menusuk 2 orang mangsanya yang sukar memberikan apa yang ia inginkan. Tetapi alhamdulillah masih bisa tertolong. Bahkan bulan Februari lalu ada seorang kakek Ia tusuk sampai tak bernyawa karena berteriak dan melawan. Tetapi Cipto tetap bisa menghirup udara segar tanpa berurusan dengan polisi.
Ia berteriak seraya memandang ke langit-langit bus
Tidak…tidak…tidak…
Pemuda itu kaget mendengar teriakan Cipto. Ia tidak melihat sedikit lukapun ditubuhnya. Ternyata pisau itu tertancap pada busa kursi bus.
Cipto memandang kesana kemari dan berteriak tidak…tidak…persis seperti seorang yang sedang kesurupan. Jangan bunuh ibuku jangan bunuh Adikku teriak Cipto lagi.
Pemuda yang tadinya takut dan ingin berlari dari Cipto kini balik merasa iba dan kasihan melihat tingkah Cipto seperti seorang yang sedang kesurupan. Dipeluknya pemuda tadi sambil sesenggukan menangis.
Maafkan aku…maafkan aku…
Pemuda itu hanya diam bingung dengan apa yang terjadi.
Maafkan aku anak muda…aku janji tidak akan menggangumu lagi dan tidak akan menganggu siapapun.
Lantas Cipto menceritakan apa yang ia alami. Ia teringat pada sebuah hadist yang tanpa ia baca dari sobekan bulletin saat makan pisang goreng pagi tadi. Hadist seorang pemuda yang meminta izin kepada Rasul akan berbuat zina. Lalu Rasul berkata kepada pemuda itu,bagaimana jika yang kau zinai itu ibumu?bagaimana jika yang kau zinai itu adikmu?bagaimana jika yang kau zinai itu bibimu?.
Itulah yang membuatku tidak tega menusukkan pisau padamu. Aku terbayang akan ibu dan adik kesayanganku Bagaimana jika hal itu menimpa mereka
Maafkan aku...maafkan aku...
Cipto sudah bertaubat. Ia berjanji tidak akan melakukan kejahatan apapun lagi.
Aku akan menyayangi orang lain sebagaimana aku menyayangi diriku sendiri dan keluargaku. Maafkan aku tuhan ucapnya sambil meneteskan air mata.


Hidayatullah Ahmad Jazri
El-Damardesh,Cairo,Egypt
24-08-2008



Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 08.00   0 comments
Arti Cinta
Tanpa cinta aku tak bisa berkata
Tanpa cinta aku tak bisa berbuat apa-apa
Tanpa cinta aku akan lupa segalanya
Tanpa cinta aku akan berbuat semaunya
Tanpa cinta aku tak akan pernah ada
Cinta adalah karunia


6-8-2008
Saqor Qurays

Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 07.42   0 comments
Hamba tuhan
Dunia kita sebatas dunia kertas
Yang kerap kita tulis dengan tinta air mata
Tentang tangis yang belum lunas kita tebus dengan tawa
Atau dosa yang belum aus kita kikis dengan doa.

Dunia akan tetap bungkam
Hingga jiwa menyadari
kita hanyalah sekumpulan mani
Yang akan kembali

30-12-0
B-John and dayat

Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 07.14   0 comments
Lebih Dari Kanker Hati
Kau tersenyum melihat saudaramu menjerit kesusahan
Begitu gembira melebihi seakan menemukan dompetmu yang hilang bartahun-tahun

Kau slalu saja menganggap diri terhebat,terkuat,terkaya,dan ter…
Padahal syetan sedang bertepuk merayakan kesuksesannya

Kau begitu bangga dan ingin dikatakan pintar atau ilmuan
Saat itulah kau berada pada jurang terdalam

Kau begitu dongkol melihat saudaramu mendapat karunia
Diatas kedongkolan orang yang rugi dagang hingga bangkrut
Lantas kau begitu gencar bagaimana agar semua karunia itu hilang darinya
Apapun kau lakukan walau harus main belakang

Kau tak pernah berusaha untuk mencoba bagaimana menghormati orang
Sedangkan kau slalu saja ingin dihormati

Kau tak mau merasakan menjadi orang tertindas dan terdzolimi
Namun perilakumu kebanyakan mendzolimi orang lain

Dasar kau…
Slalu ingin enaknya saja
Tetapi tidak rela jika itu ada pada orang lain.

Saqor quryis ,H10,Cairo,Egypt
1 september 2008

Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 07.09   0 comments
Senin, 08 September 2008
Menulis? Buat Apa?
Masih terekam jelas apa yang disampaikan oleh Sekjen Depag saat berkunjung ke Kairo bulan Agustus 2006 lalu. Disela Dialognya beliau menceritakan sedikit pengalaman berharga yang diperoleh dari Prof.B.J Habibie mantan presiden ke-tiga RI saat beliau menimba ilmu di USA dulu. Beliau berkata ”bahwa sebatang alumunium yang belum berbentuk tidak akan berarti apa-apa dan memiliki harga yang sangat murah bila dijual. Tetapi saat alumunium itu sudah terbentuk pesawat maka itu akan berharga sangat mahal. Beratus bahkan beribu kali lipat dari harga semula”.

Tidaklah berlebihan jika kita meminjam penggalan ungkapan diatas dan mengganti kata pesawat dengan kata huruf atau kalimat.sehingga menjadi seperti ini:sebuah huruf atau kalimat yang belum berbentuk tidak akan memiliki banyak arti dan tak berharga apa-apa.tetapi huruf atau kalimat itu akan memiliki arti dan manfaat yang besar saat terbentuk tulisan yang rapi dan indah.

Sedikit mengintip peranan dunia tulis-menulis di kancah global saat ini, ia memiliki porsi yang sangat besar pada setiap lini kehidupan. Berperan sebagai penyampai informasi dan berita. Baik pada sector ekonomi, social,budaya, lebih-lebih pada medan dakwah. Hal ini dipicu oleh media komunikasi dan informasi yang kian maju dari hari ke hari.sehingga menjadikan dunia tulis menulis suatu media yang sangat menjajikan untuk dikembangkan dan ditekuni.

Lain lagi jika kita berbicara mengenai medan da’wah. Jelas tulis-menulis merupakan media yang sangat produktif. Di zaman yang serba teknologi ini, dakwah bil-qoul saja tidak akan cukup, karena ia hanya mencakup orang sekitar yang hadir atau mendengarkan saat itu. Namun jika hal itu ditopang dengan tulisan maka akan menggurita dan menyebar ke masyarakat luas. Mulai yang berdomisili di daerah perkotaan hingga pelosok desa bahkan akan menyebar ke seluruh dunia.

Sebenarnya kata menulis bukanlah ungkapan yang asing buat kita semua. Sejak sekolah dasar bahkan taman kanak-kanak kita telah mendengar, bergulat, dan belajar menulis. Masalahannya, kita slalu saja membicarakan bagaimana menulis tanpa mencoba untuk menulis.Pada pelajaran bahasa Indonesia telah banyak kita mempelajari tehnik-tehnik penulisan,macam tulisan,kaidah penulisan. Cuma saja itu tak akan berarti jika tidak ada aplikasi. Teori hanyalah teori yang tidak akan menjadi kenyataan kecuali dengan aplikasi. ”there is no point in theory without practice”.

Guna membangkitkan gairah tulis-menulis diantara kita, insyallah akan banyak manfaatnya jika kita menyebutkan beberapa manfaat menulis. Diantara beberapa manfaat menulis:
1.Menulis adalah salah satu langkah untuk menuju kepada keabadian.
Sebagaimana tabi’at manusia,bahwa ia akan mati. Tak ada satupun manusia yang akan hidup kekal selamanya. Tetapi beda halnya dengan tulisan. Ia akan kekal abadi seiring berjalannya zaman. Selama masih utuh dan terjaga
2.Islam mengajarkan kita untuk slalu membaca dan menulis
Jika kita telaah dan merenungkan kembali kandungan ayat-ayat Al-quran, maka akan kita temukan bahwa ayat yang pertama kali turun memerintahkan kita untuk membaca dan selanjutnya menyebutkan perangkat menulis. hal ini menunjukkan betapa pentingnya arti membaca dan menulis dalam islam.
2.Menulis itu berarti menata pikiran.seringkali kita mengatakan ungkapan seperti ini:”saya sebenarnya punya banyak ide Cuma saja…” .Sebenarnya permasalahannya satu.Yaitu menata ide-ide cemerlang itu.Dan hal itu tak lain kecuali dengan menulis.
4.Menulis itu menyehatkan.
Menulis hal-hal yang positif akan memberikan kesehatan jasmani dan rohani. Secara rohani, seorang yang menulis akan memiliki pikiran yang jernih dan sehat.
5.Membantu mendapatkan dan mengingat informasi baru.
Menulis kembali info dan pengetahuan yang didapat merupakan sebuah teori belajar yang sangat efektik. Seseorang akan berfikir dan berusaha menulisnya kembali dalam sebuah tulisan. Jelas itu akan membantu mengingat dan memperkuat informasi dan pengetahuan yang ia dapat. Sebagai mana sifat ilmu, semakin banyak diulang, maka akan semakin kokoh daya ingat kita akan hal itu.
6.meniru Tradisi para ulama.
Setidaknya kita saat ini menjadi saksi sejarah masa lalu. Bagaimana para ulama terdahulu begitu gigih dan bersemangat dalam belajar dan menulis. sehingga saat ini bisa kita temukan khazanah buku klasik yang secara jumlah dan kualitas sangat fantastis. Ini merupakan suatu bukti nyata mereka memiiki tradisi membaca dan menulis.

By:D-yat
17-Agustus-2006


Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 08.39   0 comments
Minggu, 07 September 2008
Sepintas Tentang Materialisme

Istilah materialis dan materialisme adalah suatu ungkapan yang tidak asing lagi ditelinga kita. Terlebih bagi para mahasiswa yang telah banyak bergelut dalam bidang pemikiran. Begitu besar pengaruh paham ini dalam kehidupan manusia sehingga banyak mempengaruhi peta pemikiran manusia yang seharusnya hidup berdampingan secara damai dalam satu payung dunia,tetapi pemikiran ini berdampak sebaliknya bagai racun yang menyebar dan mematikan sendi-sendi kehidupan lantas menghilangkan kemanusiaan seseorang.

Pemikiran ini walau kerapkali dihiasi dengan komposisi yang nampak indah dan memukau,tetapi kenyataannya mengandung unsur-unsur yang mematikan bagi persendian kehidupan individu dan sosial. Yang berawal dari menafikan adanya tuhan dan berujung pada penghalalan segala cara guna mencapai suatu tujuan. Kendatipun harus ditempuh dengan cara saling membunuh antar sesama. Karena para penganut paham ini tidak mengakui adanya tuhan dan hari kebangkitan. Yang ada dibenak mereka hanyalah dunia dan kenikmatan.

Mengenal suatu pemikiran bisa ditelusuri melalui dampak yang telah dirasakan ditengah masyarakat. Dari skala yang terkecil yaitu keluarga hingga skala terbesar dunia.

Sebagaimana suatu pembahasan ilmiah yang baik,harus berpegang pada metode yang yang baik pula. Diantara cirinya yaitu membatasi objek pemahaman,lalu kemudian memberikan definisi yang sesuai. Supaya ada keterikatan antara isi dan tema. Maka untuk mengawali pembahasan ini kita mulai dengan memberikan defenisi paham materialis.

Definisi materialisme

Secara etimologi(secara bahasa)

Kata materialisme terdiri dari kata materi dan isme. Dalam kamus besar bahasa indonesia materi adalah bahan;benda;segala sesuatu yang tampak.

Masih dari kamus yang sama disebutkan bahwa materialis adalah pengikut paham (ajaran) materialisme atau juga orang yang mementingkan kebendaan(harta,uang,dsb).

Materialisme adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indra. Ini sesuai dengan kaidah dalam bahasa indonesia. Jika ada kata benda berhubungan dengan kata isme maka artinya adalah paham atau aliran.

Definisi materialisme

Materialis adalah paham yang hanya bersandar pada materi(ma’dah) yang tidak meyakini apa yang ada di balik alam ghaib. Tidak meyakini alam ghaib berarti tidak meyakini adanya kekuatan yang menguasai alam semesta ini. Dan hal ini secara otomatis menafikan adanya tuhan sebagai pencipta alam semesta. Karena menurut paham ini, alam beserta isinya berasal dari satu sumber yaitu materi(ma’dah).

Pemikiran ini sama halnya seperti atheisme dalam bentuk dan substansinya yang tidak mengakui adanya tuhan secara mutlaq. Para penganut paham ini menolak agama sebagai hukum kehidupan manusia. Mereka lebih mengedepankan akal sebagai sumber segala hukum. Pada akhirnya prinsip ini melahirkan suatu ideologi bahwa hukum hanyalah apa yang bisa diterima oleh akal. Padahal kita ketahui bahwa hasil pemikiran manusia bersifat relatif. Dalam artian bisa salah dan benar.

Atheisme dan materialis memiliki ikatan yang sangat erat yang tidak bisa dipisahkan antara keduanya. Yaitu tidak mengakui adanya tuhan. Karena mereka mengingkari alam ghaib.

KARAKTERISTIK DAN CIRI-CIRI PAHAM MATERIALIS

Secara global,ciri-ciri paham ini bisa kita klarifikasikan. Setidaknya ada 5 dasar ideologi yang dijadikan dasar keyakinan paham ini:

· Segala yang ada(wujud) berasal dari satu sumber yaitu materi(ma’dah).

· Tidak meyakini adanya alam ghaib

· Menjadikan panca-indra sebagai satu-satunya alat mencapai ilmu

· Memposisikan ilmu sebagai pengganti agama dalam peletakkan hukum

· Menjadikan kecondongan dan tabiat manusia sebagai akhlaq.


Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 13.23   0 comments
Konsep Kepemilikan Dalam Islam
PROLOG


Harta bukanlah satu-satunya jalan guna mewujudkan kebahagiaan dalam kehidupan. Memang tidak salah jika dikatakan bahwa kebahagiaan tidak slalu identik dengan harta. Tetapi jelaslah salah jika seorang manusia enggan bahkan tidak mau berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena hal ini erat kaitannya dengan kelangsungan hidupnya di dunia ini.

Diutusnya manusia di dunia ini guna mengemban amanah suci yaitu sebagai khalifah. Dan jelas bahwa ini semua memerlukan bekal yang cukup guna memenuhi kelangsungan hidupnya. Baik kebutuhan yang bersifat materi dan non-materi. Sehingga ia tidak merasa kekurangan dan tidak pula tergantung kepada orang lain. Yang pada akhirnya ia akan merasa tenang beribadah kepada sang pencipta dalam menjalankan visi dan misinya sebagai khalifah dimuka bumi.

Berangkat dari itu semua,makalah singkat ini penulis beri judul “konsep kepemilikan dalam islam”. Yang selama ini islam dipandang seakan memisahkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Padahal kenyataannya tidaklah seperti itu. Islam sangatlah menganjurkan umatnya untuk bekerja keras guna mewujudkan kebahagiaan. Bahkan mencela mereka yang menganggur dengan sengaja. Dalam makalah ini dipaparkan secara jelas bagaimana islam memandang kepemilikan dari harta dan benda. Faktor penyebab adanya kepemilikan dan cara meraih harta sebagaimana digariskan oleh ajaran islam.

KEPEMILIKAN DALAM ISLAM

Sejarah kepemilikan

Istilah kepemilikan telah ada dan muncul sejak adanya manusia pertama di muka bumi ini. Saat itu, makna kepemilikan tidak lebih dari sekedar penggunaan sesuatu guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada masa awal ini manusia belum berfikiran untuk menyimpan apa yang ia miliki. Ini disebabkan penghuni bumi saat itu masih sedikit dan kebutuhan hidup sangat melimpah. Sehingga pada saat itu,kepemilikan terhadap sesuatu hanyalah penggunaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena kebutuhan hidaup sangat mudah didapat.

Seiring dengan berjalannya waktu, sedikit demi sedikit jumlah bani adam mulai bertambah dan memenuhi penjuru bumi. Dimulailah persaingan guna mencukupi kebutuhan hidupnya. Hal ini terjadi setelah bertambahnya populusi. Dan dilain sisi setiap orang ingin memenuhi kebutuhan dengannya. Maka sejak ini mulai pergeseran makna kepemilikan yang awalnya hanya penggunaan untuk memenuhi kebutuhan hidup,menjadi kewenangan dan kekuasaan. Maka mulai saat inilah muncul istilah kepemilikan pribadi.

Dalam waktu yang sama manusia muncul dalam bentuk keluarga, jamaah,dan kabilah. Dan seorang manusia tidaklah hidup kecuali secara jamaah bermasyarakat. Karena tidak ada alternatif lain dalam kelangsungan kehidupan seseorang kecuali bergabung dalam komunitas masyarakat. Darinya muncul istilah kepemilikan bersama. Dimana tidak ada hak wewenang pribadi dalam memanfaatkannya melainkan digunakan bersama oleh setiap anggota masyarat.seperti: jalan raya,jembatan,sungai,gunung dll.

Definisi kepemilikan menurut ulama syiari’ah

Kepemilikan dalam syariat islam adalah kepemilikan terhadap sesuatu sesuai dengan aturan hukum,dan memiliki wewenang untuk bertindak dari apa yang ia miliki selama dalam jalur yang benar dan sesuai dengan hukum.

Melihat makna defenisi ini jelaslah bahwa kepemilikan dalam islam berbeda dengan apa yang ada pada paham-paham lainnya. Seperti halnya aliran kapitalis yang memandang makna kepemilikan sebagai kekuasaan seseorang yang tak terbatas terhadap sesuatu tanpa ada pada orang lain. Inilah perbedaan yang mendasar antara konsep kepemilikan pada islam dan yang paham lainnya yaitu harus berada pada jalur koridor yang benar sebagaimana diperintahkan oleh Allah.swt oleh.

FAKTOR PENYEBAB ADANYA KEPEMILIKAN

Disadari bahwa kehidupan manusia tidaklah akan berjalan lancar dengan baik kecuali setelah mendapatkan apa yang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya dari harta benda. Maka dalam kehidupan,harta adalah sesuatau yang lazim dan wajib bagi semua manusia sejak pertama diciptakan dimuka bumi ini. Dikatakan bahwa manusia pertama yang menggunakan mata uang dinar dan dirham adalah Adam. Adam berkata:

لا تصلح المعيشة الا بهما

Artinya: tidaklah berjalan dengan baik suatu kehidupan tanpa keduanya yaitu dinar dan dirham”.

Jika kehidupan manusia terikat oleh harta,maka secara otomatis,wajiblah baginya bersungguh-sungguh dan jujur dalam mencapainya. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah.swt melalui rasulNya.

Faktor penyebab adanya kepemilikan dalam islam:

1.Tidak menggantungkan hidup kepada orang lain.

Yang dimaksudkan dalam hal ini adalah tidak adanya ketergantungan materi dan mengaharap belas kasih orang lain. Karena islam memandang hina mereka yang hanya mengantungkan hidupnya kepada orang lain tanpa mau berusaha untuk memenuhi kehidupannya sendiri. Rasulullah bersabda:

عليك باالاياس مما في ايدي الناس

”bagimu untuk tidak mengambil apa yang di tangan manusia”.

Dan melarang kita untuk menengadahkan tangan kepada orang lain dengan tujuan meminta. Tergambar dalam ucapannya:

اليد العليا خير من اليد السفلي

“tangan yang diatas lebih baik dari tangan yang dibawah” si pemberi lebih baik dari peminta.
Diriwayatkan bahwa Lukman a.s berkata kepada anaknya:”wahai anakku jika engkau fakir merasa kekurangan maka minta tolonglah kepada tuhanmu yang maha kuasa. Berdoa dan merendah kepadaNya. Mintalah kepadaNya karunia dan anugerahNya. Maka sesungguhnya tidak ada yang memiliki selain Ia. Dan janganlah engkau meminta kepada manusia. Dengannya kau terlihat rendah dihadapan mereka,sedangkan kau tidak mendapatkan apa-apa”.

Hadist dan nash-nash diatas menanamkan pada umat muslim jiwa yang mulia untuk tidak meminta dari apa yang ada di tangan manusia kecuali dengan cara yang di halalkan oleh islam. Dan mendorong mereka untuk mancari yang halal melalui jalan yang telah digariskan oleh islam.

2.Semangat dan merasa tenang dalam beribadah kepada Allah.swt

Ini bisa dilihat dari bagaimana dengannya seorang muslim bisa menjalankan kewajibannya kepada Allah.swt. yang membutuhkan kejernihan pikiran. Dan ini tidak akan tercapai kecuali dengan memberikan kepada jiwa apa yang memenuhi kebutuhannya. begitu juga seorang muslim dalam menjalankan kewajiban kepada tuhannya selain kesiapan batin juga memerlukan harta materi. karena diantara kewajiban ada yang dalam pelaksanaannya memerlukan harta. Seperti dalam kewajiban berzakat dan ibadah haji kedua itu tidak diwajibkan kecuali kepada mereka yang mampu. Sudah jelas seorang muslim tidak akan mampu melaksanakannya melainkan dengan bekerja yang bisa menghasilkan materi.

Oleh karena itu Ibnu Taimiah berkata bahwa: keimanan seorang muslim tidaklah sempurna kecuali ia mampu memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Karena itu maka kekurangan harta materi merupakan kendala besar bagi seorang muslim dalam mencapai derajat iman yang sempurna.

Dari ini bisa disimpulkan bahwa bagi seorang muslim harta tidaklah melainkan sebatas wasilah perantara guna mencapai tujuan-tujuan mulia. Bukanlah seperti apa yang disangka oleh sebagian umat muslim. Bahwa islam adalah pengangguran dan meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi dari harta dan kenikmatan lainnya dengan dalih zuhud,agar lebih tenang dalam beribadah. Lalu kemudian mengasingkan diri dari masyarakat guna mencapai derajat keimanan yang tinggi. Tidaklah seperti itu tetapi islam mendorong dan menganjurkan umatnya untuk slalu berusaha dalam mencari harta guna memenuhi kebutuhan hidupnya dan selanjutnya ia bisa beribadah kepada Allah.swt dengan tenang dan penuh kedamaian tanpa terikat oleh siapapun.

3.Menolong sesama.

Jika kita cermati kehidupan para sahabat Rasulullah.saw,mereka bersemangat dalam mencari harta guna memenuhi kehidupan dan mengeratkan tali silaturrahmi diantara mereka melalui sodaqoh. Sebagaimana diriwayatkan dari Abdurrahman Bin Auf. Beliau berkata: dengan harta aku menyambung silaturrahmi dan mendekatkan diri kepada Allah.swt. begitu juga Zubair Ibnu Awam berkata: sesungguhnya harta adalah darinya sumber kebaikan,silaturrahmi,nafaqah di jalan Allah.swt,dan kebaikan akhlaq. Selain itu pula padanya kemuliaan dunia dan kelezatannya.

Inilah 3 sebab kepemilikan dalam islam. Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas.

HARTA DALAM PANDANGAN ISLAM

Secara etimologi(secara bahasa)

Harta dalam kamus besar Indonesia cetakan balai pustaka disebutkan bahwa harta adalah barang atau uang yang menjadi kekayaan;barang milik seseorang.atau kekayaan berwujud dan tak berwujud yang bernilai dan menurut hukum dimiliki perusahaan.

Dalam bahasa arab harta disebut Al-mal yang artinya segala sesuatu yang dimiliki oleh manusia dari pakaian,perhiasan dan kekayaan. Disebutkan juga bahwa Al-mal adalah apa yang dimiliki dari emas dan perak.

Itu sedikit gambaran tentang harta dilihat dari segi bahasa.

Definisi harta

Para Ahli fiqh mendefinisikan harta adalah segala sesuatu yang bisa dimiliki dan dimanfaatkan oleh manusia dalam bentuk tertentu sebagaimana yang telah berjalan pada masyarakat. Imam Syafie menambahkan bahwa tidaklah termasuk harta kecuali memiliki nilai jual.

Jadi dari kedua definisi diatas jelaslah bahwa syarat yang harus ada dalam harta adalah adanya manfaat dan memiliki nilai jual.

Harta dalam islam

Islam sebagai agama yang benar dan sempurna memandang harta tidak lebih dari sekedar anugerah Allah.swt yang dititipkan kepada manusia. Berbeda halnya dengan paham materialis,kapitalis dan aliran lain yang memandang harta sebagai tujuan dari hidup. Sehingga masa hidupnya hanya untuk harta. Yang terdetik dipikiran mereka hanyalah Bagaimana mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.walau dengan jalan yang tidak benar sekalipun.

Dibawah ini disebutkan teori islam dalam memandang harta:

§ Harta tidak lebih dari sekedar titipan Allah kepada manusia. Yang akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat kelak.

§ Kepemilikan pribadi terhadap sesuatu terikat oleh batasan tertentu. Sehingga seorang manusia tidak dengan mutlak bisa melakukan apa saja yang ia inginkan dari apa yang ia miliki tanpa memperhatikan hak orang lain.

§ Dari sebagian harta ada yang bersifat umum yang tidak seorangpun mempunyai hak untuk memilikinya. Melainkan dimanfaatkan guna kemaslahatan bersama. Contoh:jalan raya,jembatan,tempat ibadah.

§ Bahwasanya dari harta yang dimiliki ada bagian yang harus dikeluarkan. Diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Inilah yang disebut sebagai zakat dalam islam.

METODE MERAIH HARTA DALAM ISLAM

Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa Allah adalah pemilik segala yang ada. Tidaklah harta kekayaan yang ada di tangan manusia melainkan hanya titipan Allah.swt. Dialah pemilik kerajaan langit dan bumi. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an :

تؤتى الملك من تشاء و تنزع الملك ممن تشاء

Artinya: Engkau memberi kerajaan kepada siapa yang engkau kehendaki dan mencabut kerajaan dari siapa yang engkau kehendaki.

Mencermati makna ayat diatas maka jelaslah bahwa walau manusia memiliki harta yang melimpah,dan berbagai macam perhiasan dari emas dan perak,tidaklah semuanya melainkan hanya milik Allah.swt yang dianugerahkan kepada hambanya. Banyak ayat lain yang menjelaskan tentang hal ini.

واتو هم من مال الله الذى اتا كم

Artinya: Dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian.

Di ayat lain allah berfirman:

كلوا من طيبات ما رزقنا كم ولا تطغوا فيه فيحل عليكم غضبى ومن يحلل عليه غضبى فقد هوى

Artinya: makanlah diantara rizki yang baik yang telah kami berikan kepadamu,dan janganlah melampaui batas padanya,yang menyebabkan kemurkaanku menimpamu,sesungguhnya barang siapa ditimpa oleh kemurkaanku maka binasalah ia.

Islam telah menggambarkan jalan yang suci dan lurus bagi umatnya guna memperoleh harta yang halal dan baik. Dibawah ini disebutkan beberapa cara meraih harta dalam islam:

1.Meraih harta secara langsung dari hasil keringatnya sendiri

Inilah yang sering di puji oleh islam. Yaitu meraih harta dari jerih payah keringatnya sendiri selama hal itu berada pada koridor yang telah ditentukan oleh Allah.swt. ini adalah cara meraih harta yang paling mulia dalam islam. Sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah.saw ketika ditanya oleh seseorang tentang kedudukan harta yang paling mulia:

اي الكسب اطيب؟قال:عمل الرجل بيده,وكل بيع مبرور.

Artinya: harta apakah yang paling mulia?Rasul berkata:harta seseorang yang dihasilkan dari jerih payah kedua tangannya,dan segala jual beli yang barokah.

Islam adalah satu-satunya agama samawi yang memuliakan pekerjaan bahkan memposisikan pekerjaan sebagai ibadah disisi-Nya. menjadikannya asas dari kebaikan didunia dan akhirat. Banyak ayat dalam al-qur’an dan hadist yang menjelaskan tentang kemuliaan pekerjaan:

Pada surat Al-Mulk ayat:15 Allah memerintahkan kita untuk berjalan di muka bumi guna meraih kehidupan:

هو الذى جعل لكم الارض ذلولا فامشوا فى مناكبها وكلو من رزقه,واليه النشور

Artinya: Dialah yang menjadikan bumi itu mudah buat kamu,maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Mu. Dan hanya kepadaNya kamu kembali (setelah) dibangkitkan.

Dalam surat Al-Muzammil ayat:20 Allah menjelaskan bahwa mencari kehidupan dengan cara bekerja setara kedudukannya dengan berjihad di jalan Allah:

واخرون يضربون فى الارض يبتغون من فضل الله,واخرون يقاتلون فى سبيل الله

Artinya: dan orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah;dan orang yang lain lagi berperang di jalan Allah.

Begitu juga dalam hadist Rasulullah bersabda:

ما اكل احد طعاما قط خيرا من ان ياكل من عمل يده,و ان نبي الله داود كان ياكل من عمل يده

Artinya: tidaklah ada yang lebih baik dari apa yang di makan oleh seseorang dari hasil jerih payah tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Daud.AS makan dari hasil kedua tangannya.

2.Harta warisan

Dalam islam harta warisan adalah salah satu jalan yang diperbolehkan guna meraih harta kekayaan. Ini disebut meraih harta secara tidak langsung. Dalam artian si-penerima harta,tidaklah bersusah payah mendapatkannya. Karena itu adalah peninggalan si-mayyit.(ayah atau keluarga dekatnya).

Merupakan suatu peraturan yang sangat luar biasa,bahwa dalam islam,apa yang ditinggalkan oleh si-mayyit dari harta dan benda adalah menjadi hak milik anak-anak dan keluarga dekatnya. Dibagikan secara adil kepada mereka sesuai dengan apa yang diajarkan oleh islam.

Pada kesempatan kali ini kita tidak akan membahas masalah hukum waris secara mendalam. Tetapi ada baiknya sedikit digambarkan tentang hikmah adanya hukum waris dan asas pembagian harta waris secara adil dalam islam.

Antara manusia dan harta yang ia miliki mempunyai hubungan,yang dengannya si-pemilik harta bisa bertindak sesuai dengan kehendaknya selama tidak melanggar hak orang lain. Inilah yang disebut dengan kepemilikan. Yaitu memiliki wewenangan untuk bertindak dari apa yang ia miliki. Tetapi ketika hubungan yang mengikat antara si-pemilik harta dengan harta yang ia miliki terputus disebabkan wafatnya si-pemilik,maka harus ada pemilik baru yang menggantikan wewenang kepemilikan harta yang ia miliki. Dan islam menjadikan orang yang paling dekat hubungannya dengan si-mayyit yang menerima wewenang dalam kepemilikan harta si-mayyit. Ini sesuai dengan fitrah manusia. Dalam hal ini yang paling dekat adalah anak dan keluarga terdekat.

Begitu pula halnya dalam pembagian harta warisan. Islam membagi sesuai dengan fitrah kebutuhan manusia. Ada tiga ideologi yang dijadikan landasan pembagian harta waris dalam islam:

1.Islam memberikan harta waris kepada orang terdekat yang memiliki hubungan dengan si-mayyit tanpa membedakan orang tersebut kecil dan besar atau lemah dan kuat.maka dari itu orang terdekat dengan mayyit yang mendapatkan bagian terbanyak dalam warisan.

2.Pembagian harta waris sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Jika kebutuhan terhadap sesuatu itu besar,maka besar pula bagian yang ia dapatkan. Barangkali inilah rahasia di balik bahwa anak mendapatkan bagian yang paling besar. Bahkan lebih besar dari bagian orang tuanya. Selain karena orang tua memiliki hak kepemilikan dalam harta anaknya,juga kebutuhan anak pada harta lebih besar disebabkan mereka akan menghadapi masa depan.

3.Dalam warisan islam menggunakan istilah pembagian(at-tauzi’)bukan pengumpulan(at-tajmi). Yaitu pembagian warisan. Sehingga harta warisan tidak hanya terfokus kepada satu orang saja,tetapi dibagikan kepada anak,saudara,saudara paman dan seterusnya. Sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah.swt.


Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 13.16   0 comments
Mohammad Abduh Dan Pembaharuan

Riwayat hidup

Muhammad Abduh lahir pada tahun 1266.H atau 1849.M disebuah distrik bernama sibsyir kota mahallah nasr dari profinsi bakhirhah,Mesir. Dari keluarga berperekonomian menengah yang berprofesi sebagai petani. Beliau belajar Al-quran di rumah ayahnya saat beliau berusia10 tahun. Dan selesai menghafalnya setelah dua tahun. Kemudian ayahnya mengutus beliu ke profinsi thonto guna memperbaiki bacaan tajwid disebuah sekolah al-quran bernama al-jamie al-ahmadi.

Diusianya yang masih remaja Muhammad Abduh dikenal sebagai anak yang tekun dan semangat dalam menuntut ilmu. Hal ini terlihat dari hasil gemilang yang kerap ia peroleh. Kemudian beliau pindah ke Universitas Al-Azhar pada pertengahan syawal 1282.H atau 1862.M guna melanjutkan jenjang pendidikan. Beliau slalu konsisten dan istiqomah menuntut ilmu dari guru-gurunya (suyukh). Hingga ia bertemu dengan syekh Syaid Jamaluddin Al-Afghani pada bulan muharram 1287.H. yang darinya beliau banyak belajar berbagai macam ilmu:ilmu riyadi,filsafat,dan ilmu kalam. Keterikatan beliau dan Jamaluddin Al-Afghani sangatlah erat. Sehingga dalam waktu singkat dampak pemikiran Jamaladdin Al-Afghani tampak jelas pada diri Muhammad Abduh. Banyak buku yang telah dibaca dan dikuasai. Kemudian beliau mulai menulis dan menerbitkan buku. Beliau banyak menulis dalam ilmu mantiq dan ilmu kalam. Ulasan dan pembahasan yang sistematis sampai beberapa mahasiswa memujinya dangan ungkapan: tak pernah sebelumnya aku membaca yang sehebat ini. Sejak itu beliau mulai terkenal. Terlebih setelah beliau mendapatkan sahadah alamiyah dari Al-Azhar pada tahun 1294 H atau 1877 M. Selanjutnya beliu mengajar dibeberapa sekolah.

Pada tahun 1300 H atau 1882 M beliau dideportasi karena dianggap terlibat dalam revolusi arab. Kemudian beliau berdiam di syam. Ditengah masa pengasingannya beliau sempat tinggal di Paris selama sepuluh bulan hingga menerbitkan sebuah jurnal urwatul wusqa bersama guru beliau Jamaluddin Al-Afghani.

Beliau kembali ke Mesir pada tahun 1307 H atau 1889 M dan diangkat menjadi anggota Majlis idaroh Al-Azhar. Kemudian mendapat kedudukan sebagai mufti mesir pada tahun 1317 H atau 1899 M.

Metode Muhammad Abduh dalam pembaharuan

Dalam melakukan perbaikan Muhammad Abduh memandang bahwa suatu perbaikan tidaklah selamanya datang melalui revolusi atau cara serupa. Seperti halnya perubahan sesuatu secara cepat dan drastis. Akan tetapi juga dilakukan melalui perbaikan metode pemikiran pada umat islam. Melaui pendidikan,pembelajaran,dan perbaikan akhlaq. Juga dengan pembentukan masyarakat yang berbudaya dan berfikir yang bisa melakukan pembaharuan dalam agamanya. Sehingga dengannya akan tercipta rasa aman dan keteguhan dalam menjalankan agama islam. Muhammad Abduh menilai bahwa cara ini akan membutuhkan waktu lebih panjang dan lebih rumit. Akan tetapi memberikan dampak perbaikan yang lebih besar dibanding melalui politik dan perubahan secara besar-besaran dalam mewujudkan suatu kebangkitan dan kemajuan. Sebagaimana telah didefinisikan bahwa pembaharuan(tajdid) adalah kebangkitan dan penghidupan kembali dalam bidang keilmuan islam dan aplikasi sebagaimana pada zaman Rasullullah dan para sahabat. Yang selama ini sempat hilang,terlupakan,bahkan terhapus dari tubuh umat islam.

Sebagaimana telah diungkapkan oleh Muhammad Abduh bahwa metodenya dalam perbaikan adalah jalan tengah(al-man’haj al-wusto). Dalam hal ini beliau membagi umat islam kepada 2 bagian yaitu:

1.mereka yang condong kepada ilmu-ilmu agama dan apa yang berhubungan dengan itu semua. Mereka itu yang biasa disebut al-muqallid.

2.mereka yang condong pada ilmu-ilmu dunia. Yang silau dan kagum akan barat serta berbagai disiplin ilmu yang dimiliki,dan kemajuannya dalam bidang materi.

Metode dalam pembaharuan yang digunakan oleh Muhammad Abduh adalah mengambil jalan tengah antara kedua kelompok diatas. Menyeimbangkan antara kedua jalan tersebut. Yaitu antara kelompok yang berpegang teguh pada kejumudan taqlid dan mereka yang berlebihan dalam mengikuti barat baik itu pada budaya dan disiplin ilmu yang mereka miliki. Sebagaimana yang diungkapan oleh Muhammad Abduh dalam metode pembaharuannya: “sesengguhnya aku menyeru kepada kebebasan berfikir dari ikatan belenggu taqlid dan memahami agama sebagaimana salaful ummat terdahulu”. Yang dimaksud dengan salaful umat di sini adalah kembali kepada sumber-sumber yang asli yaitu al-qur’an dan al-hadist sebagaimana yang dipraktikkan oleh para salafus shaleh terdahulu.

Dampak pemikiran Muhammad Abduh dalam pemikiran islam kontemporer

Mohammad Abduh adalah seorang pelopor reformasi dan pembaharuan dalam pemikiran islam.Ide-idenya yang cemerlang,meninggalkan dampak yang besar dalam tubuh pemikiran umat islam.beliaulah pendiri sekaligus peletak dasar-dasar sekolah pemikiran pada zaman modern juga menyebarkannya kepada manusia. Walau guru beliau Jamal Al-Afghani adalah sebagai orang pertama yang mengobarkan percikan pemikiran dalam jiwanya,akan tetapi Imam Muhammad Abduh sebagai mana diungkapkan Doktor.Mohammad Imarah,adalah seorang arsitektur terbesar dalam gerakan pembaharuan dan reformasi atau sekolah pemikiran modern. Melebihi guru beliu Jamaluddin Al-Afghani.

Muhammad Abduh memiliki andil besar dalam perbaikan dan pembaharuan pemikiran islam kontemporer. Telah banyak pembaharuan yang beliau lakukan diantaranya:

1.Reformasi pendidikan

Mohammad Abduh memulai perbaikannya melalui pendidikan. Menjadikan pendidikan sebagai sektor utama guna menyelamatkan masyarakat mesir. menjadikan perbaikan sistem pendidikan sebagai asas dalam mencetak muslim yang shaleh.

2.mendirikan lembaga dan yayasan sosial.

Sepak terjang dalam perbaikan yang dilakukan Muhammad Abduh tidak hanya terbatas pada aspek pemerintahan saja seperti halnya perbaikan pendidikan dan Al-Azhar. Akan tetapi lebih dari itu hingga mendirikan beberapa lembaga-lembaga sosial. Diantaranya: Jami’ah khairiyah islamiyah,jami’ah ihya al-ulum al-arabiyah,dan juga jami’ah at-taqorrub baina al-adyan.

3.mendirikan sekolah pemikiran.

Muhammad Abduh adalah orang pertama yang mendirikan sekolah pemikiran kontemporer. Yang memiliki dampak besar dalam pembaharuan pemikiran islam dan kebangkitan akal umat muslim dalam menghadapi musuh-musuh islam yang sedang dengan gencar menyerang umat muslim saat ini.

Wafatnya Muhammad Abduh

Beliau wafat pada tanggal 11 juli 1905 di Alexandria.setelah banyak mewarisi peninggalan berharga bagi generasi selanjutnya. Pembaharuan dalam pemikiran keislaman serta perbaikan dibidang politik dan ekonomi.


Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 13.02   0 comments
Menyusun Khutbah Jum'at
Menyusun Khutbah Jum’at

Khutbah jum’at memiliki kedudukan penting dalam islam. Bagaimana tidak, ia merupakan penopang utama dalam penyebaran dak’wah islam di seluruh dunia. ia juga merupakan salah satu sarana penting guna menyampaikan pesan dan nasehat kepada orang lain atau suatu kaum. Hal ini sebagaimana kaidah yang ada dalam islam :

الامر بالمعروف والنهي عن المنكر

Artinya:“menyeru kepada kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran”.

Begitu pentingnya hal ini, sehingga menjadi konsentrasi para ulama terdahulu hingga ulama kontemporer saat ini. Banyak buku telah disusun yang membahas secara jelas dan terperinci tentang khut’bah secara umum dan khutbah jum’at secara khusus. Bahkan dibeberapa perguruan tinggi Islam, ilmu khitabah menjadi materi khusus ditambah jam latihan. Hal ini menggambarkan bahwa menyusun dan menjadi khatib yang baik bukanlah hal yang mudah. Tetapi perlu pembelajaran khusus dan mendalam juga latihan yang berkesinambungan. Lebih dari itu seorang khatib harus membekali diri dengan berbagai ilmu.

Makalah singkat ini membahas tentang khutbah jumat dan cara penyusunanya.

Pensyariatan Khutbah Jum’at

Islam telah menegaskan bahwa hukum salat jum’at adalah wajib. Sebagaimana disyariatkan pula khutbah sebelum melakukan shalat. Sebagaimana firman Allah dalam al-qur’an:

ياايهاالذين امنوا اذا نودي للصلاة من يوم الجمعة فاسعوا الى ذكرالله وذروا البيع ذالكم خير لكم ان كنتم تعلمون


Artinya: wahai orang-orang beriman, jika adzan untuk shalat jum’at sudah dikumandangkan maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Apa yang diperintahkan itu lebih bermanfaat bagi kalian jika kalian mengetahuinya.

Sebagaimana dijelaskan pada ayat diatas bahwa makna dari kata “az-zikr” dalam ayat ini adalah khutbah yang dilakukan sebelum salat. Maka diantara syarat sahnya salat jum’at adalah khutbah. yang dilakukan saat waktu dzuhur. Dengan maksud tujuan pembelajaran dan pemberi peringatan kepada hamba-hambaNya untuk slalu senantiasa mensyukuri segala ni’mat Allah swt. Semua ini adalah keutamaan islam yang slalu menjunjung tinggi peranan ilmu dan para ulama. Karena dengan ilmu kita mengetahui agama serta mengetahui hukum-hukumnya. Sehingga tidaklah seorang muslim melakukan sesuatu kecuali atas dasar ilmu.

Maka dari itu Allah swt mencela mereka yang meninggalkan Rasulullah saw saat beliau khutbah jum’at. Hal ini digambarkan dalam surah jumuah ayat 11:

واذا راوا تجارة او لهوا انفضوا اليها وتركوك قائما قل ما عند الله خير من اللهو و من التجارة والله خير الرازقين

Artinya: jika mereka melihat perniagaan dan permainan yang menyenangkan,mereka menuju situ dan meninggalkan kamu yang berdiri menyampaikan khutbah. Katakan kepada meeka, ”karunia dan pahala Allah lebih bermanfaat bagi kalian daripada perdagangan dan permainan. Allah adalah sebaik-bainya pemberi rizki. Maka mintalah rizki dengan senantiasa menanti-Nya.

Disebutkan dalam tafsir “Al-Futuhat Al-Ilahiyyat” sebab turunnya ayat ini: bahwa suatu ketika Rasulullah saw khutbah jumat. Tak lama berselang datang kafilah dagang dari Syam membawa barang dagangan. Saat itu harga barang dan kebutuhan hidup di Madinah sangat tinggi. Gendang pun ditabuh para pedagang Syam agar orang-orang mengetahui kedatangan mereka sehingga penduduk madinah membeli dagangan mereka. Maka seketika itu pula mereka yang sedang mendengar khutbah Rasulullah saw bergegas keluar menuju kafilah dagang tadi takut kehabisan barang. Qotadah berkata: bahwa peristiwa ini terulang tiga kali. Dan kedatangan kafilah dagang ini bertepatan dengan khutbah jumat. Sehingga tidak tersisa bersama Nabi saw yang mendengarkan khutbah kecuali 12 orang. Dan diriwayat lain disebutkan bahwa yang tersisa hanya 40 orang. Maka Rasulullah saw berkata: andai saja kalian mengikuti mereka sehingga tak satupun yang tersisa diantara kalian,maka lembah ini akan meminta api untuk kalian. Maka turunlah ayat diatas.

Dari penjelasan diatas jelaslah bahwa Khutbah adalah syarat wajib sahnya jumat. Ini adalah pendapat sebagian besar ulama fiqih kecuali sebagian kecil saja yang mengatakan hal itu bukanlah wajib.itupun tanpa dilandasi dengan dalil yang kuat. Hal ini juga dipertegas oleh Imam Al-Ghozaly dalam kitabnya” Ihya Ulumuddin”.

Rukun Khutbah Jum’at


Ada baiknya sebelum kita membahas rukun khutbah,kita bedakan terlebih dahulu antara rukun dan syarat. Keduanya antara rukun dan syarat adalah penentu terjadinya sesuatu,dimana sesuatu itu tidak akan berdiri tanpanya. cuma Perbedaan yang mendasar antara keduanya terletak pada apakah hal itu termasuk dalam perilaku itu atau di luar perilaku.rukun termasuk dalam perilaku tersebut dan tidak begitu halnya dengan syarat.

Rukun khutbah sebagaimana disepakati jumhur ulama ada 4 :
1.Hendaknya khutbah diawali dengan kalimat tauhid. Minimal dengan kalimat Alhamdulillah. Lebih dari itu lebih bagus.
2.Bershalawat atas Nabi.saw. Sebagaimana diperintahkan dalam al-qur’an surat Al-ahzab ayat : 57

ان الله و ملائكته يصلون على النبي ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

Artinya: Allah swt telah melimpah kasih sayang dan meridhoi nabi-Nya.para malaikat memanjatkan doa untuknya. Maka,orang-orang beriman,panjatkanlah shalawat salam atas Nabi.
3.Pesan untuk slalu bertaqwa kepada Allah swt. Karena sesungguhnya tujuan utama dari khutbah juma’at adalah saling menasehati dalam kebaikan dan memberi peringatan. Inilah yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat terdahulu. Mereka berkhutbah di depan kaumnya. Menyeru mereka untuk senantiasa mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
4.Membaca beberapa ayat Al-qur’an walau hanya satu ayat. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh rasulullah saw di setiap khutbah beliau.

Maka, jika seorang te

Metode Penyusunan Khutbah Jum’at

Menyusun khutbah Jum’at tidak jauh berbeda dengan khutbah-khutbah yang lain. Bedanya hanya pada rukun yang harus dipenuhi dalam khutbah jum’at. Karena semuanya memerlukan persiapan yang matang dan konsentrasi penuh. Menyusun khutbah jum’at bukanlah hal sepele yang bisa saja jadi dengan seketika. Atau hanya cukup dengan membaca teks yang telah tersedia di masjid. Tetapi ia perlu proses dan fase-fase tertentu. Sehingga sang khatib bukan hanya tampil gemilang di depan jamaah tetapi juga judul yang ia bicarakan aktual dan faktual sesuai dengan kondisi masyarakat. Karena sesungguhnya diantara tujuan khutbah jum’at, selain memberi peringatan juga memberi solusi atas problematika yang ada di tengah masyarakat.

Hasil dari ketidaksiapan sang khatib bisa kita saksikan saat ini di tengah masyarakat. khatib yang tampil setiap jum’at hanya membahas seputar judul yang sama. Karena ia hanya membaca teks-teks yang tidak berubah. Bahkan yang lebih menyedihkan,dengan bacaan al-qur’an yang tidak memenuhi syarat seorang khatib.

Ada 4 fase penyusunan khutbah:
1. fase pemilihan judul
2. fase penyusunan kerangka pembicaraan
3. fase pemilihan dalil yang tepat sesuai dengan judul dan jalannya pembicaraan
4. fase untuk mulai berlatih atau mengaplikasikan apa yang telah di susun.

Fase Pemilihan Judul

Ini adalah langkah awal dan mendasar bagi seorang khatib. Karena merupakan asas terbentuknya khutbah. Pada kenyataannya semua fase yang akan dilalui terkonsentrasi pada judul. Semua dalil yang akan dipilih harus sesuai dengan judul. Ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan sebelum menentukan judul:
1. hendaknya judul yang akan dibicarakan sesuai dengan standar akal pikiran masyarkat setempat. Sehingga seorang khatib bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya dan bukan sebaliknya. Manusia dalam hal ini terbagi menjadi 3 golongan:
1.para ulama atau biasa kita sebut khawasu an-nas. Yaitu mereka yang memiliki akal yang sehat dan benar. Merekalah yang disebut dalam al-qur’an sebagai golongan yang diseru dengan al-hikmah.
2.masyarakat umum atau biasa kita sebut dengan awamu an-nas. Merekalah yang diseru dengan “mauidzoh hasanah”.
3.golongan ketiga adalah mereka yang suka berdebat dan sering kali mengingkari pesan dan nasehat. Al-qur’an memeritahkan untuk membantah argumen mereka dengan sebaik-baiknya.
2. Hendaknya seorang khatib memperhatikan psikologi para pendengar. Maka seorang khatib harus memilih judul yang sesuai dengan psikologi para pendengar. Hal ini erat kaitannya dengan meletakkan sesuatu pada tempatnya. Karena pada hakekatnya,seorang khatib yang baik adalah yang bisa membaca keadaan jiwa masyarakat tersebut. Sehingga ia bisa memberi judul pembahasan yang tepat sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Sebagai contoh: judul yang diangkat pada masyarakat perkotaan jelas berbeda dengan masyarakat pedesaan. Begitu halnya juga kaum pekerja berbeda dengan kaum berbudaya. Disinilah dibutuhkan kejelian seorang khatib dalam membaca kondisi masyarakat setempat.

Fase Pembentukan Kerangka Pembicaraan

Setelah memilih judul, maka langkah selanjutnya adalah membentuk kerangka pembicaraan atau biasa kita sebut dengan konsep pembicaraan. Dengan tujuan agar pembahasan khutbah lebih terfokus dan tidak terlalu melebar. Sehingga pembicaraan tidak keluar dari judul or tema yang telah ditentukan. Dan semua unsur-unsur yang ada dalam kerangka pembicaraan berhubungan satu sama yang lainnya tidak terpisah. Karena jika tidak seperti itu, akan membuat pembahasan terlalu melebar dan keluar dari substansi yang akan dibicarakan.
Contoh: kita memilih judul “Peranan Pemuda Dalam Membangun Bangsa”. maka unsur-unsur yang harus terbentuk adalah sebagai berikut:
1
2
3
4
5

Fase Pemilihan Dalil
Setelah memilih judul dan menyusun konsep pembicaraan maka langkah selanjutnya adalah memilih dalil yang sesuai dengan judul pembicaraan. Maksud dalil disini adalah pegangan dasar yang memperkuat argumen seorang pembicara sehingga lebih mempertegas dan mengokohkan apa yang ia sampaikan. Pada akhirnya para pendengar akan merasa yakin dan puas dari apa yang disampaikan oleh sang khatib.

Dalam memilih dalil seorang khatib harus teliti dan jeli. Jangan sampai mengambil dalil semaunya sendiri. Dalam studi kasus, ada beberapa Da’i yang mengambil dalil sesuai dengan hawa nafsunya. Yang penting selaras dengan pemikiran dan golongannya maka sah-sah saja menukil dalil dari Al-Qur’an atau Sunnah sekalipun pada dasarnya tidak memiliki keterikatan substansi. Ini hal yang tidak boleh terjadi. Sebagai muslim yang baik kita harus menjunjung tinggi kejujuran. Kejujuran adalah ruh seorang muslim. Oleh sebab itu posisi ilmu sangat besar dalam hal ini.

Dalam khutbah ada beberapa sumber pengambilan dalil:
1.Sumber-sumber Agama. Sungguh agama memiliki peranan yang sangat signifikan dalam jiwa manusia.

Bersambung...

Read more ....
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 12.53   0 comments
DAKWAH ALA SANTRI

Previous Post
Archives
SHOUT BOX