Selasa, 02 Desember 2008
Konsekwensi Sebuah Keputusan
Hakikat dari otoritas adalah pengaruh. Pengaruh erat kaitannya dengan keputusan. Tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang cerdas dalam mengambil sebuah keputusan. Berani siap dan tangkas dalam melangkah.

Perbedaan karakter dan watak orang yang dipimpin akan melahirkan bermacam penilain terhadap sebuah keputusan. Pada kondisi seperti inilah saat-saat kronis bagi seorang pemimpin untuk siap dengan lapang dada menerima berbagai macam respon. Satu timbangan abadi yang harus dipegang teguh oleh seorang peimpin adalah "kebenaran". Maka sebanyak apapun pendukung sebuah pendapat, jika itu salah, maka seorang pemimpin harus mengambil keputusan sebaliknya. Yaitu berpihak pada kebenaran

Anda mungkin bisa membayangkan diri anda sebagai seorang pemimpin. Saat itu anda dihadapkan pada suatu permasalahan dimana anda harus segera mengambil keputusan. Pada waktu yang sama, anda harus memilih satu pendapat saja dari beberapa pendapat yang masing-masing memiliki pendukung. Lebih dari itu anda harus mengambil keputusan ditengah-tengah teman dekat yang hidup sehari-hari dengan anda. Bisa dipastikan anda akan sedikit bahkan sangat terbebani dalam mengambil sikap. Inilah konsekwensi dari sebuah Otoritas. Anda harus siap berhadapan dengan siapa saja. Tidak terlewatkan juga orang-orang terdekat anda.

Seorang pemimpin yang baik dan adil tidak akan memihak kapada siapapun kecuali semua itu berangkat dari "Kebenaran". Kedekatan emosional dan hubungan darah tidak menjadi hambatan untuk bersikap adil. Itulah ajaran Islam dalam memimpin. Kita bisa baca kembali dalam kisah Daud A.S, Musa A.S, Isa A.S, sampai Muhammad. Tidaklah dasar kepemimpinan mereka melainkan keadilan.

Kembali pada otoritas dan keputusan, keduanya memiliki korelasi yang sangat erat. Anda tidak bisa membayangkan diri anda sebagai seorang pemimpin kecuali anda dihadapkan pada sebuah keputusan. saat anda mengambil sebuah keputusan berarti anda siap mnerima segala konsekwensi. Apapun bentuknya anda harus siap. Jika kita telaah lebih mendalam memang tidak ada satupun didunia ini yang terlepas dari konsekwensi. Anda berani berenang, pada saat tertentu anda juga harus siap untuk tenggelam. Anda berani berdagang, berarti pada saat tertentu anda siap untuk bangkrut. Anda berani menjadi seorang pemimpin atau pemegang otoritas berarti anda juga harus siap dengan segala resikonya. Itulas makna dari sebuah konsekwensi.
posted by Hidayatullah Ahmad Jazri @ 04.28  
DAKWAH ALA SANTRI

Previous Post
Archives
SHOUT BOX