<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769</id><updated>2012-02-16T17:07:54.225-08:00</updated><title type='text'>Budaya Dan Seni</title><subtitle type='html'>Berusaha Untuk Bisa Berguna Bagi Sesama</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mudasning.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>57</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-8433570087074062996</id><published>2010-08-19T12:41:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T12:43:17.319-07:00</updated><title type='text'>Edisi Ramadhan 1431</title><content type='html'>Tanya jawab seputar permasalahan ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.pertanyaan pertama : Apa hukum berbuat keji , dosa saat ramadan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawab : Perbuat keji seperti : bohong, mengumpat, ingkar janji, dan lainnya adalah perihal dosa sekalipun dilakukan di luar bulan ramadan. islam menganjurkan kita melakukan kebaikan dan menjauhi larangan kapan saja dan di mana saja tanpa batasan waktu dan tempat.&lt;br /&gt;semua ibadah dalam islam memiliki " rukun dan syarat" masing-masing. dimana tidak ada keterkaitan antara "rukun dan syarat" dengan pelaksanaan ibadah yang lain. jadi jika seseorang melakukan suatu ibadah lalu meninggalkan ibadah yang lain maka ia mendapat pahala ibadah yang ia lakukan dan mendapat dosa dari apa yang ia tinggalkan. contoh: seseorang yang berpuasa tetapi tidak salat. puasa orang ini tetap sah tidak batal karena salat bukan termasuk syarat sah puasa. tetapi ia tetap mendapat dosa meninggalkan salat. dan termasuk salah satu dosa besar.&lt;br /&gt;begitu halnya juga dengan perbuatan keji saat ramadan, puasanya tetap sah dan tidak batal tetapi tetap mendapatkan dosa dari perbuatan-perbuatan keji tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Mandi siang bolong saat puasa boleh gak agar merasa sejuk dan tidak panas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawab : Seorang yang berpuasa lalu mandi guna mendapatkan kesejukan hukumnya boleh(jaiz) tidak apa-apa. tidaklah termasuk membatalkan whudu. mengenai hal ini imam bukhari dalam kitabnya : shahih bukhari membuat sebuah bab yang dinamakan bab : "bab igtisal as-soim" atau bab mandinya seorang yang berpuasa. di bab ini banyak hadis yang menunjukkan bahwa hal itu boleh dan tidak membatalkan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Boleh tidak kita lagi puasa gini FB-an? karena sebagian ulama di indonesia mengatakan kalau FB itu haram, gimana pendapat antum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab : kita FB-an boleh saat puasa atau di luar puasa. FB(facebook) adalah jejaring sosial. salah satu media menjalin silaturahim dengan sesama. menjalin silaturahim sangat dianjurkan dalam islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah atau tidak sesuatu itu tidak semata-mata karena hal itu salah secara substansinya. tetapi dalam beberapa hal, sesuatu itu menjadi salah justru karena "orang yang menggunakan". atau biasa kita sebut " the man behind the gun". contoh simpel : senjata jika ada di tangan orang jahat, maka akan digunakan untuk membunuh dan sewena-wena. sedangkan senjata jika ada di tangan orang baik maka akan digunakan buat menjaga keamanan dan kedamaian. uang halal, jika ada di tangan orang jahat, maka akan digunakan untuk berfoya-foya dalam hal yang terlarang. sedangkan uang dalam genggaman orang baik , akan di gunakan buat memenuhi kebutuhan dan bersedekah. begitu juga dengan facebook akan baik jika ada di tangan orang baik, dan salah jika digunakan orang yang berniat jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi berpendapat : facebook itu boleh. adapun pendapat sebagian ulama indonesia yang mengatakan FB itu haram, itu lebih kepada kehati-hati-an mereka terhadap dampak negatif dari FB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 ramadhan 1431/19 agustus 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-8433570087074062996?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/8433570087074062996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/8433570087074062996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2010/08/edisi-ramadhan-1431.html' title='Edisi Ramadhan 1431'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-4808634608781811351</id><published>2009-12-14T10:37:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T10:39:53.680-08:00</updated><title type='text'>Motivasi Diri(III)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tipelogi Pengguna Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah arab mengatakan ”al-waqtu ka as-saif. In lam taqto’hu qotoaka”. Artinya : waktu ibarat pedang. Jika anda tak memotongnya maka anda yang akan terpotong olehnya. Hanya ada 2 pilihan, Menggunakan waktu itu atau anda akan tergilas oleh waktu. Jika anda mempergunakan waktu sebaik mungkin, berarti anda termasuk orang yang beruntung. Tapi jika sebaliknya, anda termasuk dalam rentetan daftar orang yang merugi. Di dunia ini, apapun bentuk aktifitas itu tidak akan pernah terpisah dari kata waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang menghargai waktu akan sangat perhitungan terhadap waktu. Artinya akan sangat berhati-hati dalam menggunkan waktu. Semua terhitung dengan rinci dan jelas. Karena porsi satu hari hanya 24 jam tidak bisa ditambah. 24 jam ini mencakup tidur istirahat, waktu transportasi, makan, belajar, membangun relasi, dan juga beribadah. Bisa dipastikan, waktu produktif buat beraktifitas baik itu bekerja atau belajar tidak lebih dari 15 atau 16 jam selama sehari. Istirahat malam hari anda membutuhkan minimal enam sampai tujuh jam. Ini jika merujuk kepada standar istirahat hidup sehat. Itu belum dipotong waktu makan, mandi, nonton TV, kumpul bersama keluarga, dan antri macet di jalanan. Jadi benar jika ada ungkapan: the time is not money. But the time is our live. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari realita ini setidaknya ada tiga tipelogi manusia dalam menggunakan waktu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.Perusak Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe yang pertama ini adalah orang yang tidak menggunkan waktunya dengan baik. Menyia-nyiakan waktu yang telah dianugerahkan. Lalai dan meremehkan waktu yang ada. Siapapun anda jika tidak menggunakan waktu dengan baik pasti akan merugi. Baik rugi yang dirasakan langsung atau disadari kemudian hari kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam tipe ini juga orang yang tidak mengatur waktunya dengan baik. Terkadang banyak orang yang mempunyai obsesi tinggi terhadap sesuatu. Tetapi tidak bisa terealisasi karena salah atau lalai mengatur waktunya dengan baik. Salah merencanakan jadi salah melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.Pengguna Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah orang yang menggunakan waktunya dengan baik. Ia disiplin terhadap waktu. Meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya. Disaat belajar dia belajar dengan tekun. Saat waktu ibadah, dia beribadah. Saat waktu istirahat dia beristirahat. Dan begitu seterusnya. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Semua tertata dengan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja setiap kita bisa menyadari pentingnya waktu maka apapun bentuk kemajuan yang diimpikan akan mudah tercapai. Baik itu cita-cita pribadi atau impian bersama sebagai sebuah komunitas masyarakat.  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;3.Pencipta Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istilah ini mungkin terdengar sedikit aneh. Apa mungkin menciptakan waktu? Emang waktu 24 jam dalam sehari bisa ditambah?. Waktu memang tidak bisa ditambah tetapi kita bisa menciptakan waktu. Mau bukti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam sehari anda mempunyai waktu luang bebas rata-rata 3 jam, waktu belajar dan bekerja 13 jam, tidur 7 jam, dan sisanya kegiatan yang lain. Seorang pencipta waktu akan menggunakan waktu bebasnya untuk melakukan hal yang bermanfaat. Jika waktu bebasnya 3 jam, maka 2 jam dari waktu bebasnya akan digunakan buat belajar atau bekerja. Jadi dia telah menciptakan 2 jam hari ini. Itu maksud dari kata pencipta waktu. Ini adalah tipe terbaik dari pengguna waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk kategori manakah kita?, termasuk dalam kategori pengguna waktu, pencipta waktu, atau mungkin perusak waktu? Yang harus selalu kita sadari: sesuatu yang paling jauh di dunia ini adalah  masa lalu karena dia tidak akan pernah bisa kembali. Gunakan anugerah waktu ini sebaiknya. Atau yang tersisa hanyalah penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah Ahmad Jazri&lt;br /&gt;14 desember 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-4808634608781811351?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4808634608781811351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4808634608781811351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/12/motivasi-diriiii.html' title='Motivasi Diri(III)'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-2642402118095194184</id><published>2009-12-11T04:28:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T04:45:43.300-08:00</updated><title type='text'>Motivasi diri(II)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memadukan Tiga Kecerdasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ada pertanyaan, apa yang diinginkan dalam kehidupan? Seseorang dengan pasti akan menjawab kebahagiaan. Tidak mungkin seseorang akan menjawab penderitaan, kesengsaraan, atau kesedihan. Kecuali orang yang kurang sehat akal pikirannya.Seorang pelajar atau mahasiswa akan berkata, saya berusaha dan bersusah payah belajar saat ini guna menggapai cita-cita yaitu kebahagiaan kelak di masa yang akan datang. Begitu juga seorang pengusaha akan mengatakan, saya berusaha guna mencapai kebahagiaan. Begitu seterusnya seorang menteri atau bahkan presiden, bisa dipastikan bahwa apa yang sedang diusahakan  guna mencapai sebuah kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa itu kebahagiaan? Apakah diantara kriteria kebahagiaan harus ada kekayaan dan kekuasaan? Atau juga harus ada kecerdasan?, Jika memang harus ada kekayaan, mengapa banyak kita melihat orang yang hidup sedang dan sederhana tetapi merasa bahagia dan nyaman. Sebaliknya banyak orang kaya yang tidak pernah tenang dan selalu bingung dengan kehidupan. Begitu juga jika hanya terpaku pada kekuasaan dan otoritas, mengapa banyak orang tidak kian menemukan kebahagiaan walau sudah mendapatkan posisi jabatan  hebat dan tinggi. Atau juga orang yang super pintar dan genius, mengapa masih terkadang bingung dengan kehidupan?. Sepintas kita berfikir bahwa memang ada yang harus dipahami dengan benar tentang hakikat kebahagiaan dan hidup. Ada yang harus berjalan selaras sehingga ada keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mencoba memahami kembali kecerdasan yang ada dalam diri kita. Sehingga kita bisa menemukan solusi keseimbangan hidup yang kian redup dan susah untuk dideteksi manusia-manusia modern saat ini yang berujung pada keputusasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kecerdasan Intelektual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita pasti bercita-cita menjadi individu yang pintar dan cerdas secara intelektual. Kita ingin mengetahui segala hal dengan baik dan utuh. Karena memang salah satu kunci sukses bahagia dalam hidup adalah ilmu. Dengan ilmu hidup akan terarah dan berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menganugerahkan manusia akal sebagai alat untuk berfikir. Menentukan baik dan buruk sesuatu dalam hidup. karunia akal ini jika kita sia-siakan akan stagnant dan menjurus kepada tidak mengeksploitasi kemampuan yang ada alias tidak mensyukuri pemberian tuhan. Maka sudah seharusnya kita memberikan otak makan. Jika tubuh perlu makanan begitu juga otak ia butuh makanan yaitu ilmu pengetahuan. Jika kita tidak memberikan otak makanan, maka ia akan kelaparan. Dan  akan terjadi ketidak stabilitasan dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terbayang di benak anda jika menjadi individu yang bodoh? Yang paling jelas mencolok dibenak adalah anda akan mudah dibohongi, akan mudah ditipu, susah mencari peluang kerja, susah berfikir maju, akan terbelakang dan hal-hal negatif lainnya. Pastinya tak seorangpun menginginkan hal ini terjadi pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti kecerdasan intelektual merupakan salah satu kunci sukses dalam hidup guna meraih kebahagiaan. Pertanyaan adalah, apakah cukup hanya dengan kecerdasan intelektual?, sedangkan dalam banyak kasus kita saksikan, orang pinter yang stress, orang cerdas yang tidak berakhlaq, orang pinter yang tidak benar. Berarti hanya dengan cerdas intelektual saja belum cukup. Masih ada kecerdasan lain yang harus dipenuhi. Apa itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kecerdasan Spritual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ditengah tekanan hidup yang serba modern dan persaingan hidup sangat ketat. Manusia akan mudah stress dan bingung. Terlebih mereka yang sangat memuja materi. Kejenuhan hidup ini sering berujung pada stress dan hilang orientasi hidup. Inilah yang biasa disebut dengan krisis spiritual. Disaat tidak kian menemukan solusi maka ia akan mengambil jalan pintas dengan mencari penenang dengan mengkonsumsi minuman keras, obat terlarang, atau bahkan berusaha bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;krisis spritual  ini adalah penyakit umum. artinya tidak hanya menimpa orang-orang miskin atau juga orang-orang kaya saja. Tetapi semua orang berpotensi berada dalam kondisi ini disaat seseorang itu hilang kendali dengan sang pencipta. Saat hatinya hanya dipenuhi materi duniawi dan lupa akan sang pencipta. Hati akan gelisah penuh kecemasan dan kebingungan. Jadi tidak heran jika ada orang kaya dan orang pintar mati bunuh diri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah situasi yang sangat memilukan. Dalam satu bulan terakhir ini antara November hingga Desember 2009 tercatat beberapa kali praktik bunuh diri di Negara kita tercinta Indonesia. Ada praktik bunuh diri dengan cara melompat dari Mall pusat pembelanjaan. Dengan berpura-pura menjadi pembeli kemudian melompat dari lantai yang tinggi. Ironisnya ini terjadi berulang-ulang hingga tiga kali berturut-turut dalam tenggang waktu yang sangat singkat. Ada juga yang dengan cara meneguk racun. Ada juga yang berbentuk usaha praktik pembunuhan anak kandung dengan cara membentangakan di rel kereta api. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika beberapa saat lalu dunia dihebohkan dengan virus mematikan flu babi dan flu burung. Saat ini di Indonesia dihebohkan dengan virus penyakit jiwa. Sebenarnya ini juga terjadi di banyak Negara bukan hanya di Indonesia. Sebuah penyakit kepiluan hidup tanpa kian menemukan solusi. Bingung dengan kehidupan bahkan hilang orientasi hidup. Hanya  sibuk dengan materi duniawi. Tidak ada pelampiasan hati. Biasanya pelampiasan dari penyakit jiwa ini adalah minum-minuman keras, obat-obat terlarang dan bahkan sampai pada usaha bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa obat krisis spritual ini? Tidak ada pilihan lain kecuali mendekat diri kepada sang pencipta. Memberikan hati porsi makanan yang cukup. Hati yang menjadi nakhoda jiwa harus mendapat sentuhan ilahi setiap saat. Manusia manapun sangat membutuhkan hal ini tanpa terkecuali. Jika tidak, ia akan hidup terlunta-lunta dalam kepengapan jiwa yang tak berujung. Dalam islam konsep ini telah diajarkan dalam sebuah ayat al-quran yang artinya” dengan mengingat Allah memberikan ketenangan hati “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat seorang manusia telah mengingat tuhannya dia akan sadar bahwa eksistensinya di dunia ini guna menghambakan diri kepada sang pencipta. Tidak ada yang tinggi didunia ini, tidak ada yang berkuasa di dunia ini selain sang pencipta. Di mata sang pencipta, apapun jenis kulit, ras, keturunan, derajat kemanusiaan, semua dipandang sama. Kecuali yang membedakan hanya ketaatan. Sehingga tidak ada lagi putus asa, tidak ada lagi keraguan dan kebingungan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kecerdasan Emosional &lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;Manusia sebagai zoon politision  tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Siapapun yang namanya manusia pasti membutuhkan orang lain. Sehebat apapun orang itu. Katakan saja seorang kaya raya dan pintar. Dia tidak bisa mengatakan saya tidak butuh orang lain. Bagaimana dia membangun istana rumah yang megah tanpa bantuan orang lain?, apa dia bisa makan tanpa bantuan petani?, Atau juga mungkin dia kaya raya karena hasil kerja sama antar sesama. Ini masih dalam lingkup sederhana. Belum lagi pada skala lebih besar. Jadi setiap individu pasti membutuhan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berinteraksi dengan sesama dibutuhkan tata cara yang benar dan baik. Sehingga bisa saling menghargai dan menghormat. Tidak saling mengganggu atau menyakiti. Kemampuan manusia dalam berinteraksi dan bergaul antar sesama dengan baik dan memiliki kepekaan sosial inilah yang dimaksud dengan kecerdasan emosional. Orang yang cerdas secara emosional adalah orang yang pandai menghormati orang lain dan memiliki kepekaan social yang tinggi terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ketiga kecerdasan ini digabung menjadi satu, maka akan menghasilkan sebuah rumus kehidupan yang mampu menghantarkan kepada kebahagiaan di dunia dan kehidupan kelak. Cerdas dan pintar secara intelektual, memiliki kedekatan dan keterpautan hati dengan sang pencipta, membangun relasi yang baik dan benar dengan sesama. Baik itu dengan sesama manusia dan makhluq hidup ciptaan Allah yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kecerdasan intelektual + kecerdasan spiritual + kecerdasan emosional = keseimbangan hidup yang menghantarkan pada kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah Ahmad Jazri&lt;br /&gt;Musallas H10, Nasr City, Kairo Egypt.&lt;br /&gt;11 desember 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-2642402118095194184?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2642402118095194184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2642402118095194184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/12/motivasi-diriii.html' title='Motivasi diri(II)'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-2927781733654171796</id><published>2009-11-17T03:52:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T04:11:43.626-08:00</updated><title type='text'>Motivasi Diri (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menyusun Rencana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Melalaikan perencanaan berarti merencakan sebuah kegagalan. Dalam banyak kesempatan, sesuatu yang terencana dengan rinci sekalipun sering kali belum mencapai hasil maksimal atau bahkan gagal. Terlebih sesuatu yang tidak terencana. &lt;br /&gt;Maka begitu penting arti sebuah perencanaan dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merencanakan sesuatu juga bisa berarti upaya membuat sesuatu itu lebih teratur. Jika kita meminjam istilah dalam sepak bola yaitu main cantik. Memandang kedepan dengan lebih percaya diri dan penuh optimisme. Tanpa perencanaan semua akan berantakan dan timpang tindih. Anda pernah membayangkan dalam satu hari anda mempunyai beberapa tugas kegiatan yang harus dilakukan? Sudah pasti tanpa perencanaan yang matang akan membuat timpang tindih dan tidak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita renungkan dan telaah maka kita akan menyadari bahwa kehidupan ini adalah sebuah hamparan mengisi ruang-ruang waktu. Kita melihat dari sejak kecil, remaja, kemudian tumbuh dewasa, dan tua. Semuanya berkaitan dengan sekat-sekat waktu. Dari skala yang sederhana yaitu harian, hingga skala mingguan, bulanan. bahkan skala jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perencanaan kita dituntut untuk mendahulukan segala sesuatu yang terpenting. Memilah segala kegiatan, kemudian memilih mana yang harus didahulukan. Inilah yang biasa disebut skala prioritas dalam istilah perencanaan. Bagaimanapun juga kita sering dibenturkan dengan berbagai kebutuhan dan kegiatan. Maka sudah semestinya kita mendahulan kebutuhan yang paling mendesak. Yaitu kebutuhan yang paling kita perioritaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merencanakan sesuatu tidak jarang oleh banyak orang diangggap suatu hal yang remeh dan mudah. Tapi jangan salah jika banyak orang yang gagal dikarenakan meremehkan perencanaan. Perencanaan sangat dibutuhkan dalam setiap lini kehidupan. Perencanaan dalam bidang studi akademik, perencanaan dalam ekonomi, perencanaan dalam pengaturan waktu sehari-hari, dan perencanaan lainnya. Tidak berlebihan jika kita katakan bahwa seseorang yang tidak memiliki perencanaan tepat, ibarat seekor burung yang terbang tanpa arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ditampilkan rumusan skala prioritas yang bisa dijadikan pertimbangan setiap langkah dan rencana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Skala prioritas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hal Primer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus dan wajib dilakukan. Tidak ada tawaran untuk tidak melakukan. Tanpanya kita tidak akan bisa bertahan guna mencapai tujuan. Contoh sederhana: dalam ekonomi, kebutuhan yang harus kita penuhi terlebih dahulu adalah pangan, sandang, papan. Tidak mungkin kita mendahulukan untuk membeli mobil sedangkan kita belum punya rumah tempat tinggal atau tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitu juga halnya dalam studi akademik. Hal paling utama yang harus kita dahulukan adalah memenuhi kebutuhan dan tuntutan kampus atau sekolah. Yaitu membaca habis diktat yang telah diberikan kampus sebagai bahan pelajaran. Tidak mungkin kita mendahulukan buku-buku yang lain diluar diktat kampus sebagai pilihan utama. Maka hal primer yang harus dilakukan adalah membaca buku diktat kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Hal Sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu hal yang sebaiknya dilakukan. Atau dalam islam mengisi posisi sunnah. Sesuatu yang sebaiknya dilakukan, tetapi jika tidak dilakukan bukanlan merupakan sebuah kesalahan. Contoh : dalam pendidikan kita ditekankan untuk menambah wawasan pengetahuan dengan cara lebih banyak membaca buku kendati itu bukan diktat kampus or sekolah. Hal ini hanya bersifat sekunder yaitu yang sebaiknya dilakukan. Tetapi kalaupun tidak dilakukan tidak apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tersier&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang boleh-boleh saja dilakukan. Dalam artian kita melakukan atau tidak melakukan hal tersebut tidak terlalu berpengaruh. Hal yang boleh dilakukan jika yang primer dan sekunder sudah terpenuhi.             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian ulasan singkat tentang perencanaan dan skala prioritas. Sebuah ungkapan mengatakan merencakan suatu itu sangat baik, tetapi merencanakan sesuatu jauh-jauh hari sangatah luar biasa. Ini memberikan persiapan dan kemantapan yang fantastis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa setelah perencanaan? Lakukan dan Lanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah Ahmad Jazri&lt;br /&gt;17 november 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-2927781733654171796?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2927781733654171796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2927781733654171796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/11/motivasi-diri-1.html' title='Motivasi Diri (1)'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-194884530297458239</id><published>2009-11-02T10:48:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T10:50:57.151-08:00</updated><title type='text'>Berkibarlah Merah Putihku</title><content type='html'>“Hiduplah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia raya. Indonesia raya merdeka-merdeka bangsaku rakyatku semuanya…”. Jiwaku gemetar seakan bergetar kencang dituntun untuk hening menghayati isi pesan-pesan yang tersurat dari lirik lagu kebangsaan. Aku yang dari tadi bercanda gurau dengan salah satu sahabat yang juga ikut dalam acara wisuda PPMI 10 oktober 2009 langsung terdiam seakan terbius oleh alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kali ini lagu kebangsaan kunyanyikan kembali. Setelah sekian lama kurang lebih selama empat tahun bisa dihitung hanya dua atau tiga kali aku menyanyikannya pada beberapa peringatan kenegaraan di negeri Fir’aun ini. Aku hanyut dalam buaian lirik dan musik yang sejak Sekolah dasar dulu selalu aku nyanyikan disetiap awal pekan saat pengibaran sangsaka merah putih. Saat ini saat aku menyanyikan di negeri orang, semua terasa sangat berarti. Begitu memotivasi, sangat memberikan sentuhan kenegaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika pikiranku langsung terbang ke tanah air. Durasi yang tak lebih dari lima menit selama menyanyikan lagu mengantarkanku ke tanah air lewat jalur fantasi. Aku terusik dengan sekian memori yang terangkum dalam otak. Sekian adegan, sekian peristiwa dan realita tentang tanah airku tercinta. Problematika yang belum kian usai tuntas bahkan semakin menjalar bagai infeksi yang kian menggerogoti luka. Walau hanya dapat meratapi melalui media. Tetapi  perjuangan bangsa tetap dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Indonesia tanah airku”. Tempatku berpijak. Dahulu aku lahir dan tumbuh berkembang di sana. Telah memberiku segalanya. Bagiku tak ada satupun tempat yang pernah aku singgahi seindah tanah airku Indonesia. Air kehidupan mengalir begitu deras ke segala penjuru. Begitu melimpahnya sampai-sampai terkadang jika masa hujan tiba harus memaksa beberapa penduduk untuk mengungsi karena banjir. Gunung-gunung bergandeng mesra rapi indah bukan hanya menjadi patok pulau, tetapi juga menjadi sumber kehidupan dan keindahan. Pulau-Pulau yang tak terhitung jumlahnya hingga banyak yang tidak berpenghuni. Begitu kaya negeri ini, sangat melimpah karunia tuhan. Tapi sangat disayangkan semua itu terkadang kurang disadari dan disyukuri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”hiduplah tanahku, hiduplah negeriku, bangsaku rakyatku semuanya. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia raya”. Aku sedikit termangu dan terpaku. Aku bertanya pada diri sendiri. Apa bangsaku sudah bangun jiwa dan raga? Atau masih tertidur nyenyak? Jika bangsaku sudah bangun dan berlari, mengapa negeriku masih jauh tertinggal dengan bangsa lain? Atau mungkin karena berabad-abad terjajah sehingga masih terlalu lelah lantas beristirahat dengan nyenyak? Pertanyaan-pertanyaan itu yang terus ada di benakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sampai pada “Indonesia raya merdeka-merdeka” . kembali aku tertunduk. Apa arti merdeka? Saat seperti apa sebuah Negara dikatakan merdeka? Apa bangsaku sudah merdeka? Apa jiwanya telah merdeka? Apa Negara yang sangat kaya akan sumber alam ini, tetapi sebagian penduduknya hidup dalam garis kemiskinan dikatakan sebuah kemerdekaan? Mengapa kemerdekaan itu kian redup dan bahkan lenyap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tanpa perenungan panjang aku manyampaikan ini walau hanya dalam lamunan. sebagai anak bangsa aku berusaha melihat realita ini dengan cermat. Suatu saat aku pernah berbincang dengan seorang turis asing yang sedang berlibur ke Indonesia. Dengan santai aku berkata padanya: what is your opinion about my country?. Dia menjawab: Indonesia is good country. Very beautiful. Dengan bangga aku mendengar jawaban tadi seraya tersenyum simpul. Tetapi belum usai aku mengakhiri senyum, turis tadi melanjutkan perkataannya:”but I dislike your corrupt goverment”. Wajahku berubah ciut pasi. Ingin rasanya kutarik kembali senyuman yang sempat merekah tadi. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku hanya bisa melongo mendengar perkataan itu. Tapi memang inilah realita yang ada. Aku sangat terpukul sebagai anak bangsa. Terlebih sebagai seorang penduduk yang mayoritas pemerintahannya diisi oleh orang-orang muslim. Aku berfikir singkat, harga diri dan martabat bangsa ini ditukar hanya dengan kebohongan. Kejujuran diobral hanya demi kepentingan pribadi. Terkadang yang benar bisa menjadi salah atau begitu sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hiduplah indonesia raya”. Lirik penutup ini membuatku lega dan bisa tersenyum kembali. Perjalanan masihlah panjang. Kesempatan untuk maju dan meraih apa yang menjadi cita-cita bangsa begitu luas.  Anak-anak bangsa yang cerdas dan berbakat masih sangatlah meruah. Sumber daya alam kita kendati banyak yang sudah tergadaikan tetapi masih banyak yang bisa dieksploitasikan. Tidak ada kata menyerah sebelum semuanya berakhir. Satu kata maju tidak ada kata mundur. Tapi yang pasti”mustahil berlabuh bisa dayung tak terkayuh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah Ahmad Jazri&lt;br /&gt;Musallas, Nasr City, Kairo, Egypt&lt;br /&gt;29-10-2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-194884530297458239?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/194884530297458239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/194884530297458239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/11/berkibarlah-merah-putihku.html' title='Berkibarlah Merah Putihku'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-6425564991900627728</id><published>2009-07-11T12:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T12:51:12.946-07:00</updated><title type='text'>Bersyukur Atas Segala Karunia</title><content type='html'>Seringkali kenikmatan itu disadari saat ia jauh, pergi, atau hilang. Disaat kenikmatan itu dekat atau bahkan ada pada kita, kadang terlalaikan dan terlupakan. Ini bukanlah sebuah wacana tetapi kenyataan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang kaya raya seringkali tidak pernah merasa dirinya kaya dan puas kecuali disaat kekayaannya lenyap dan tiada. Saat kekayaan itu hilang maka ia dengan segera berkata,” ternyata dulu aku seorang yang kaya. Memiliki ini, itu, dan hidup cukup. Aku baru menyadarinya disaat semua telah tiada. Saat semua ada aku gunakan untuk berfoya-foya dan lupa bahwa itu semua dariNya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang sehat sering lupa bahwa kesehatan itu sebuah karunia. Justru di saat sakit ia baru menyadari bahwa kesehatan yang dulu ia rasakan adalah sebuah ni’mat Allah yang sangat mahal. Orang yang sakit gigi akan berkata”ternyata kesehatanku dulu adalah sebuah nik’mat yang luar biasa”. Seorang yang ditimpa kanker akan berkata”ternyata kesehatan adalah sesuatu yang tidak bisa dihitung dengan materi”. Sungguh benar pesan baginda Nabi” kesehatan ibarat sebuah mahkota. Dimana mahkota itu tidak akan pernah bisa dirasakan kecuali oleh orang yang sakit”. Saat sehat ia tidak merasa bahwa itu sebuah karunia tetapi saat sakit ia baru menyadari bahwa semua itu adalah ni’mat yang harus disyukuri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga seorang yang memiliki kesempatan dan waktu luang. Seringkali waktu yang begitu senggang dan luas ia lalaikan. Teramat murah jika sebagian orang mendefinisikan bahwa waktu adalah uang. Tetapi lebih tepat mengatakan the time is our life. Waktu adalah kehidupan kita. Karena ia tidak bisa terbeli oleh uang dan materi. Waktu termasuk dalam bilangan jatah hidup. Pada hakekatnya kehidupan hanyalah bilangan hari yang terhitung. Jika satu hari berlalu, maka hilanglah sebagian jatah hidup. Jika telah hilang sebagian jatah hidup, maka makin dekatlah kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlak juga nik’mat iman. Tidak sedikit dari sebagian muslim yang lupa akan nik’mat terindah ini. Ni’mat diatas segala ni’mat. Ni’mat yang mempertemukan antara hamba dan tuhan. Ni’mat yang menjadikan hidup lebih berarti dan terarah. Ni’mat yang menyelamatkan seorang hamba dari kekufuran.  Ni’mat yang memberi kedamaian dan ketentraman. Sangat disayangkan seringkali ni’mat iman ini  disadari saat seorang muslim sudah terlunta-lunta dalam pengapnya kehidupan.   Terjambak oleh terjalnya hidup. Terhimpit perasaan hati yang tak kian puas akan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas alasan apalagi yang membuat kita enggan mensyukuri nik’mat Allah?, lagi-lagi seringkali kita meremehkan hal yang kecil dan hanya menganggap hal yang besar. Padahal jutru hal kecil yang diremehkan lebih membahayakan dari hal yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nik’mat Nafas, Iman, sempat, sehat, damai sering terlupakan. Yang kita anggap nik’mat hanyalah rizqi melimpah, jabatan tinggi, bangunan mentereng. Padahal semuanya adalah karunia yang harus disyukuri. Kecil ataupun besar, tampak maupun abstrak, semua adalah karunia yang harus disyukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap langkah yang kita tapaki, setiap nafas yang berhembus, setiap detak jantung yang berderai, setiap luapan air mata yang terurai, semua adalah karuniaNya. Bersyukur atas apa yang ada, memulai dari yang paling sederhana adalah cermin hamba yang pandai bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah Ahmad Jazri&lt;br /&gt;Saqor Qurays, Nasr City, Kairo&lt;br /&gt;11 Juli 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-6425564991900627728?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6425564991900627728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6425564991900627728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/07/bersyukur-atas-segala-karunia.html' title='Bersyukur Atas Segala Karunia'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-8888742208076578563</id><published>2009-07-07T12:47:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T12:50:40.731-07:00</updated><title type='text'>Catatan Perjalanan ke Ro’sul Bar</title><content type='html'>2 Juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi lumayan terik. Bis yang sudah ditunggu-tunggu sejak pukul tujuh akhirnya nongol juga. Aku yang dari tadi duduk dengan tas ransel dipundak, dan tas gitar melingkar di lengan kanan, sudah bisa sedikit tersenyum. Walau masih menyisakan kepenatan karena semalaman begadang. Bela-belain g tidur takut kebablasan. Dari sepion bis aku berkaca membenahi diri. Ternyata mataku sayu. Pantesan teman- teman dari tadi bilang, kok lemas banget? Ternyata aku baru sadar.hehehe….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalanan H10 masih agak senggang. Hanya ada beberapa mobil saja yang berlalu lalang. Lebih-lebih pada jalur masuk ke Bawwabat 3. Segelintir orang aja yang tampak mulai berangkat kerja. Hufhh…beginilah keadaan Kairo di pagi hari saat musim panas. Kebanyak orang-orang menghabiskan kegiatannya di malam hari hingga subuh tiba, lalu istirahat tidur. Ada benarnya juga kata pepatah”lain lubuk lain ikannya”, lain tempat lain kebiasaan orangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul sembilan mobiku jalan meninggalkan Kairo. Kairo-Ro’sul Bar kurang lebih berjarak 200 kilo meter. Ditempuh dengan 4 jam perjalanan. Kali ini aku menjadi salah satu anggota tour “IKBAL korda Kairo”. Dengan jumlah lima puluh orang peserta rihlah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja aku mengambil tempat duduk disebelah jendela bis. Agar mudah melihat pemandangan selama dalam perjalanan. Kubuka sedikit tirai horden yang menutupi jendela kaca bis. Kupakai kacamata hitam klasikku yang sejak tadi bergelantung di kerah leher bajuku. Wah…mulai beraksi deh. Sinar matahari sudah tidak mempan lagi. Semua serasa adem. Lebih-lebih ditambah hembusan sejuk AC bis yang meraung-raung seiring suara deru mesin mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melintasi musallas, aku menengok kearah sebelah kanan halte. Tempat biasa turun dari bis atau tram sehabis pulang kuliah atau sedang dari arah H7. Sampai Zahra tulisan besar ‘Nadi Sallab”. “Wah…ini dia tempat aku biasa main bola jika ada waktu luang”. Gumamku dalam hati. Selepas Zahra yang terlihat hanya hamparan padang pasir. Ada sih beberapa bangunan besar tetapi tidak bisa menutupi hamparan padang pasir yang membentang sejauh mata memandang layaknya di Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kali pertama aku berkunjung ke Ro’sul Bar. Menurut cerita teman-teman tempatnya indah. Dekat pantai dipenuhi villa. Dan yang paling menarik dari Ro’sul Bar adalah tempat bertemunya air laut dengan ujung sungal Nil. Yang panjangnya  kurang lebih 6695 kilometer. Katanya sih…aku sendiri belum pernah sampai kesana.   &lt;br /&gt;Kini pandanganku kosong. Padang pasir yang tak berbentuk membuat bosan. Awalnya sih mengesankan. Tapi jika sepanjang 200 kilometer hanya gurun padang pasir jadinya sumpek juga. Kepalaku sudah miring ke samping kanan. Pandangan sudah agak sempoyongan. Pemandangan samping kaca sudah seakan terombang ambing. Kuperbaiki posisi kepala pada tempat duduk dan kurapatkan kacamata agar lebih nyaman dan tidak tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku dikagetkan oleh beberapa teman yang bernyanyi diiringi petikan gitar. Entah lagu apa yang mereka nyanyikan. Kubuka kacamata, kuusap mata yang masih setengah sadar. “huhhhhhh..anak-anak ini mengganggu tidurku aja. Udah kuncinya salah dan suaranya cempreng lagi”, gumamku kesal dalam hati. Kucoba mengatur posisiku kembali agar lebih nyaman. Saat hampir terpejam, seketika kulihat Tulisan besar terpampang disebelah kanan”Ismailiyyah”. Langsung membuat aku beranjak dari tempat duduk. Lama juga ternyata aku terlelap tadi. Hehehe…&lt;br /&gt;Tiba di Ro’sul Bar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 13:30 bis travelku sudah memasuki wilayah Ro’sul Bar. Ternyata benar ungkap teman-teman kalau Ro’sul Bar dipenuhi villa. Mobilku masih mengitari jalanan mencari penginapan yang sudah dipesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ala gamba ya…Asta” , ucap ketua panitia yang dari tadi nolah noleh kesana kemari sembari berbicara dalam telpon dengan teman yang sudah ditugaskan untuk booking tempat sejak semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hore akhirnya sampai juga”. Teriak teman-teman diiringi tepuk tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sebentar teman-teman. Sekedar pengumuman, kita akan berapa di Ro’sul Bar hanya satu hari. Besok jam 12:00 siang kita sudah harus meninggalkan penginapan dan berangkat ke Port Said dan selanjutnya sorenya kembali ke Kairo. Sekarang silahkan menuju penginapan untuk istirahat. Ntar malam selepas magrib kita akan ada acara dipantai”. Ungkap ketua panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penginapanku berada di lantai 2. Ada di jalan:33, suq:33. Dekat pantai persis. Tidak lebih dari 200 meter jika ingin ke pantai. Aku segera mencari kasur kosong dan merebahkan badan lelahku yang dari semalam belum tidur. Dimobil sempat tidur tetapi terganggu oleh suara nyanyian gaduh teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru terjaga pukul 19:00 sore. Melihat ke ranjang sebelah, terus menuju kamar sebelah pada kosong. Hanya ada beberapa teman di balkon yang sedang asyik merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“pada kemana teman-teman?” sapaku sambil merapikan rambut yang terasa jabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“pada keluar semua jalan-jalan”, ungkap salah satu teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“emang dari tadi kamu kemana Yat?”, tanyanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kecapean dari semalam g bobo”, jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hehehe…ternyata aku ke sini Cuma pindah tidur aja”, gumamku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Lisan, tempat pertemuan antara air laut dan air darat sungai Nil&lt;br /&gt;Ro’sul Bar adalah bagian dari privinsi Dimyat. Ro’sul Bar terkenal dengan pesona pantainya. Tapi yang membuat lebih istimewa dari yang lainnya adalah tempat pertemuan antara air laut dan air darat. Atau dengan kata lain, di Ro’sul Bar lah ujung dari sungai Nil yang panjangnya 6695 kilometer. Salah satu sungai terpanjang didunia yang melewati beberapi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat nama pertemuan antara air sungai dan darat ini adalah Al-Lisan. Jaraknya kurang lebih 2 kilometer dari penginapan. Kalau di Indonesia seperti desa lah. Begitu kira-kira. Al-Lisan ini masuk dalam daerah Ro’sul Bar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah tidak sabar lagi mau ke Al-Lisan. Mau menyaksikan bagaimana sih pertemuan antara air laut dan air darat?, Apa ada warna pemisah? Atau ada tanda pemisah?, semua pertanyaan bersarang diotak. Membuat aku ingin kesana secepatnya. Teman-teman sudah pada kesana sejak siang. Hanya aku saja yang dari tadi tidur lelap di kamar penginapan hingga menjelang magrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah shalat magrib tepat, aku berangkat ke Al-Lisan bersama beberapa teman. Dari penginapan di jalan:33, suq:33 harus jalan kaki beberapa meter menuju jalan utama tempat mencari tumpangan mobil tram buat ke Al-Lisan. Kali ini aku hanya menggunkan celana traning, kaos, dan sandal jepit. Tidak mau ketinggalan gitar cantikku ikut bergelantung dipundak. Gitar hadiah pemberian salah satu sahabat dekatku yang sudah balik ke Indonesia.  Biasa…anak pantai sudah tau bagaimana memilih kostum yang cocok buat wisata pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mana sih tempatnya?, udah sampai ya?”, tanyaku pada teman yang jalan bersamaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ya ini”. Jawabnya sambil menunjuk ke arah depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kok seperti tembok China sih?, dimana pertemuan airnya?”, tanyaku kembali dengan Nada tidak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selepas turun mobil memang yang tampak seperti bentangan Tembok panjang dihiasi lampu-lampu gemerlap. Karena aku ke sananya di malam hari. Pengunjung malam ini rame banget karena malam jum’at. Malam libur mayoritas orang Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan teman-teman berjalan mengikuti arah menuju ujung tempat keramaian yang ditandai dengan tiang panjang menyala dengan latar laut meditrania. Laut yang banyak menyimpan sejarah peradaban. Begitu tampak dari kejauhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba kami di kagetkan dengan beberapa petugas yang sedang memeriksa barang para pengunjung. Tak terlewatkan barang bawaanku. Aduh…petugas itu meminta gitarku disita sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tidak boleh masuk membawa gitar atau barang terlarang lainnya, jadi kami simpan sementara. Saat anda keluar nanti bisa diambil lagi”. Ungkapnya menjelaskan sambil menunjuk ke papan peraturan yang berdiri tegak di samping post petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wah…musnah deh harapanku ingin memetik gitar di ujung menara yang menyala diiringi hempasan ombak pantai yang memadukan antara air laut dan darat” , cetusku dengan nada sedikit kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-8888742208076578563?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/8888742208076578563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/8888742208076578563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/07/catatan-perjalanan-ke-rosul-bar.html' title='Catatan Perjalanan ke Ro’sul Bar'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-627392232671770624</id><published>2009-07-05T15:35:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T10:18:10.514-07:00</updated><title type='text'>Indonesia Menjelang Pilpres 2009</title><content type='html'>Beberapa saat lagi bangsa indonesia akan menyaksikan pemilihan presiden.  Tulisan ini dirilis genap empat hari menjelang pemilihan presiden. Kendati begitu, mulai beberapa pekan lalu gaung pemilihan calon presiden sudah sangat santer. Mulai dari debat capres, debat cawapres, dan kampanye. Tak terlewatkan juga WNI yang ada di penjuru dunia. Khususnya Mesir. Yang selalu dengan sigap memonitori perkembangan politik tanah air melalui media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat ada tiga kandidat yang akan naik bertarung memperebutan kursi kepresidenan priode 2009-20014. Yang pertama pasangan Megawati Sukarno Putri-Prabowo, pasangan kedua adalah SBY-Boediono, dan yang terakhir adalah pasangan Jusuf Kalla-Wiranto. &lt;br /&gt;Masing-masing pasangan telah mendapatkan porsi untuk menyampaikan visi dan misinya dalam debat calon presiden. Ditambah lagi kampanye dengan segudang janji-janji pada semua aspek. Baik itu Aspek ekonomi, pendidikan, penegakan hukum, hak asasi manusia dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh. Dalam janji-janji pemilu pada sektor ekonomi, pasangan Megawati-Wiranto memiliki target akan mencapai dua digit pada empat tahun mendatang. Pasangan SBY-Boediono menargetkan akan mencapai  7 persen pada akhir tahun 2014. Pasangan ketiga tidak mau kalah dengan menargetkan 8 persen pada tahun 2011. Sedangkan  pada sektor pendidikan, diantara janji-janji pasangan Megawati-Prabowo adalah kredit mahasiswa untuk kuliah, Asuransi kesehatan bagi mahasiswa, laptop murah bagi mahasiswa dan dosen. Begitu juga pasangan SBY-Boediono diantara janji-janjinya pada sektor pendidikan adalah meningkatkan kualitas pendidikan, pemerataan pendidikan, Distribusi anggaran pendidikan secara proposional.  Sedangkan diantara janji-janji pasangan Jusuf Kalla-Wiranto dalam sektor pendidikan adalah mempercepat proses sertifikasi guru honorer, perlakuan yang sama antara madrasah dan sekolah umum, sertifikasi guru madrasah. Dan janji-janji kampanye dalam aspek lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, yang masih menjadi pertanyaan dibenak setiap warga Indonesia adalah apakah semua janji-janji yang telah diungkapkan oleh para calon presiden hanya sekedar janji-janji kosong, atau  memang sebuah komitmen tulus untuk mewujudkan cita-cita bangsa?. Berangkat dari pengalamanlah yang membuat sebagian bangsa indonesia trauma akan janji-janji kosong sehingga ada beberapa warga negara yang tidak percaya lagi dengan kata pemimpin dan lebih memilih untuk golput alias tidak memihak kepada siapa-siapa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta demokrasi tahun ini diharapkan bisa mengangkat sosok pemimpin yang bisa mewujudkan cita-cita bangsa. sekaligus  bisa mengobati trauma bangsa indonesia yang telah banyak dikecewakan janji-janji yang disematkan oleh para calon presiden saat kampanye. Studi kasus dilapangan membuktikan bahwa sebagian besar janji-janji itu hanyalah bualan omong kosong. Sehabis terpilih menjadi presiden semua terlupakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi hal ini sudah seharusnya sebagai warga negara Indonesia yang mencita-citakan kemajuan dan kemakmuran bersama untuk lebih ektra hati-hati dalam memilih pemimpin. Yaitu pemimpin yang memiliki komitmen tulus guna membangun bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum Ada 3 karakteristik seorang pemimpin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Akseptabilitas&lt;br /&gt;Akseptabilitas dalam hal ini berarti keterimaan. Jika seorang pimimpin tidak memiliki keterimaan atas jabatan yang akan ia sandang berarti dia tidak pantas untuk dipilih. Bagaimana seorang pemimpin akan bertanggung jawab atas kewajibannya jika sejak awal dia sudah tidak memiliki keterimaan atas apa yang akan ia pimpin?. Jadi keterimaan adalah modal dasar seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Kapabilitas&lt;br /&gt;Yaitu kemampuan. Termasuk dalam hal ini pengetahuan dan wawasan tentang kepemimpinan.pemimpin yang diharapkan adalah seorang pemimpin yang cerdas dan tangkas. Pemimpin yang memiliki wawasan yang luas. Pemimpin yang bisa membaca keaadaan rakyat. namun Ironisnya banyak diantara pemimpin yang hanya memiliki kemauan menjadi pemimpin tanpa memiliki kemampuan. Sehingga terpilihlah pemimpin yang akan mengecewakan rakyat, Pemimpin yang tidak tetap dalam mengambil keputusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Moralitas&lt;br /&gt;Ini adalah aspek yang terpenting dalam kepemimpinan. Yaitu yang berkenaan dengan akhlaq. Karena pada esensinya tugas seorang pemimpin adalah memberi pengaruh. Mempengaruhi berarti menggiring, merubah kepada kebaikan. Dan hal itu tidak mungkin bisa terjadi kecuali seorang pemimpin memiliki moralitas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya tiga aspek ini bisa menjadi pertimbangan bagi kita guna memilih siapa yang pantas menjadi pemimpin. Sehingga kita tidak lagi termakan oleh janji-janji palsu. Dan yang terpenting Indonesia akan lebih maju dan akan segera meraih impian yang telah lama dicita-citakan oleh setiap individu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah Ahmad Jazri&lt;br /&gt;Mahasiswa Al-Azhar Kairo Jurusan Hadist&lt;br /&gt;5 Juli 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-627392232671770624?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/627392232671770624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/627392232671770624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/07/indonesia-menjelang-pilpres-2009.html' title='Indonesia Menjelang Pilpres 2009'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-314617279388188136</id><published>2009-07-03T17:22:00.001-07:00</published><updated>2009-07-03T17:41:10.501-07:00</updated><title type='text'>Cahaya Yang Tak Datang Terlambat 2</title><content type='html'>“Kok cengkehnya tidak  diambil semua aja Pak haji?”, ungkap Pak Kajeng dengan nada akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“santai aja masalah bayaran diurus belakangan. Yang penting kan kita saling percaya”. Imbuhnya sambil diiringi canda tawa mesra duduk di gerugak mungil samping toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kajeng begitu orang biasa memanggilnya. Tapi nama lengkapnya adalah Jero Kajeng.  Salah satu juragan cengkeh di desa Tanjung saat itu. Konon dari cerita orang-orang tua dulu, dia pemilik sebagian besar lahan pertokoan di tanjung saat itu. Belum lagi tanah berhektar-hektar di celelos yang biasa ditanami cengkeh, coklat, kopi, dan fanili .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Pak Kajeng seorang penganut agama Hindu. Tetapi susah bisa dibedakan saat dia bergaul dengan rekan-rekan muslim. Karena memang sahabat dan rekan bisnisnya mayoritas dari kalangan muslim. Dan dia tampak sangat bisa menikmati hal itu.&lt;br /&gt;“ya secukupnya dulu Pak Kajeng. Insyallah ntar kalau sudah habis saya ambil lagi”.  Jawab Pak Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“silahkan sambil di minum kopinya”. Sambung Pak Ahmad.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngomong-ngomong bagaimana kira-kira hasil panen cengkeh tahun ini? Apa akan lebih baik dari dua tahun yang lalu?”. Tanya Pak Ahmad &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum bisa ditentukan Pak Ahmad, tapi kemungkinan besar sih. Insyallah…”. Jawabnya mengakhiri kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau Pak Kajeng seorang Hindu dia sangat akrab dengan ungkapan-ungkapan islam. Seperti halnya kata “Insyallah”. Seringkali dia ungkapkan. Juga kata”Ahamdulillah”. Sering terdengar dari lisannya saat ditanya kabar berita. Atau sedang berkumpul dengan rekan-rekan muslimnya.  Bahkan dia dalam banyak kesempatan selalu mengucapkan salam” Asslamualaikum” saat berjumpa atau akan berpisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah keharmonisan beragama yang terlihat di Tanjung. Saling menghormati antar pemeluk agama. Dalam artian setiap penganut agama bebas melaksanakan ritual agamanya masing-masing. Walau tidak dipungkiri terkadang terjadi gesekan antar kepercayaan. Biasanya hal ini ditengarai oleh kesalahpahaman antar anak muda. Sebenarnya bukan permasalahan agama. Tetapi lebih kepada masalah pribadi anak muda yang bertikai kemudian membawa nama agama sebagai tameng. Islam atau hindu contohnya. Sehingga orang-orang yang beragama hindu atau islam merasa terpanggil karena agamanya seakan dilecehkan. Padahal tidak seperti itu kenyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh, pernah terjadi pertikaian antara kampung karang Bedil dan karang Bali. Karang Bedil adalah kampung yang dihuni seluruhnya oleh penganut islam. Sedangkan karang Bali dihuni oleh penganut hindu. Permasalahanya sih tidak rumit. Tidak seharusnya digiring kepada masalah agama. Hanya masalah nine. Begitu orang lombok biasa memanggil gadis muda. Ya…intinya hanya rebutan cewek. Si cewek beragama hindu sedangkan si cowok beragama islam.  Mereka saling mencintai. Sedangkan ada pemuda hindu yang juga menaruh hati pada cewek tadi. Berbagai usaha telah dilakukan guna merebut hati sang cewek agar tidak lagi berhubungan dengan pemuda islam itu. Tetapi tidak membuahkan hasil. Si cewek benar-benar cinta padanya. Begitu juga sang pemuda. Karena merasa ia lebih berhak atas cewek tadi disebabkan memiliki kepercayaan yang sama, pemuda hindu tadi nekat mengambil langkah fisik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya cerita-cerita peperangan. Diplomasi tidak membuahkan hasil, benderang perangpun ditabuh. Singkat cerita, suatu malam selepas magrib pemuda hindu itu bersama beberapa rekannya menyegat pemuda islam tadi yang baru kembali dari masjid. Diawali dengan cek cok kemudian adu fisik. Merasa kewalah menghadapi empat orang, pemuda islam tadi lari meminta bantuan rekan-rekannya. Selang beberapa saat ia kembali dengan segerombolan pemuda. Begitu juga pemuda hindu tadi memanggil beberapa rekan-rekannya yang lain. Beruntung beberapa orang-orang yang sedang berjualan di jalanan mencium gelagat mereka kemudian menghubungi pihak keamanan desa. Sehingga bentrolpun tidak terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah contoh kecil beberapa gesekan yang tidak seharusnya dimasukkan dalam kategori agama. Tetapi lebih pada masalah pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oya pak Ahmad saya pamit dulu. Anak-anak tadi sudah menunggu mau ke pura besakih mau sembahyangan. Lain waktu kita lanjutkan obrolan”. Ungkap pak Kajeng sembari manyalami tangan pak Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oya…silahkan”. Jawab pak Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamualaikum”  ungkap pak Kajeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hehehe….pak Kajeng-pak Kajeng” gumam Pak Ahmad geleng-geleng kepada sambil tersenyum simetris.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-314617279388188136?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/314617279388188136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/314617279388188136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/07/cahaya-yang-tak-datang-terlambat-2_03.html' title='Cahaya Yang Tak Datang Terlambat 2'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-3079442855409771545</id><published>2009-06-29T08:03:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T08:16:12.428-07:00</updated><title type='text'>Fana...</title><content type='html'>Sore itu aku masih dengan gaun elokku berjalan mengitari taman, sembari memandang pepohonan yg berdiri kokoh, dedaunan nan hijau berjajar rapih menyelimuti permukaan tanah, langit biru yg cerah dihiasi awan-awan putih. Aku hanyut dalam keagungan cipta dan keajaiban tuhan, subhanallah Begitu indahnya ciptaan dan karuniaMu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba semerbak Mawar merah mencuri pandanganku dengan harumnya yg menyejukkan dada, aku tatap mawar itu. begitu indah sehingga tanpa sadar memaksa tanganku untuk memetiknya. beberapa saat kunikmati harum dan indahnya, namun tak lama berselang, keelokan mawar itu pudar, layu, hingga akupun enggan mendekapnya kembali. seketika aku tersadar dan berfikir bahwa memang semua ini fana. Apalah arti seorang Manusia sekalipun tercipta dengan kelebihan yg mempesona, hingga membuat setiap mata terpana, jika tidak dihiasi dengan ketaatan padaNya. seperti halnya bunga mawar Ia tak akan pernah bisa terlepas oleh bilangan waktu, seiring berjalannya waktu semakin sirna pula keelokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang dibanggakan dari kefanaan ini? ketika semua telah pudar, ketika tak ada satupun yang bisa menyelamatkan diri dari hisab Tuhan. Hanyalah amal kebaikan yang akan kita bawa guna menjadi penentu apakah kita termasuk hambanya yang baik atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah jadikahlah kami hamba yang selalu pandai mensyukuri segala karuniaMu. Dan tuntun kami semoga tidak terbenam dalam kekufuran.(butiran hikmah yang terpendam dalam sanubari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novita Safitri&lt;br /&gt;edited by Hidayatullah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-3079442855409771545?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/3079442855409771545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/3079442855409771545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/06/fana.html' title='Fana...'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-1274285694009052398</id><published>2009-06-02T09:37:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T07:07:40.822-07:00</updated><title type='text'>I’tiraf</title><content type='html'>Relung-relung jiwa yang membujur dalam garis kehidupan. Garis determinasi yang memisahkan seorang hamba dengan tuhan seharusnya menjadi tamparan keras bagi mereka yang sombong, angkuh berjalan di muka bumi.  Tak menentu arah. Bertengger ke selatan, utara, terkadang ke arah barat. Pesona pelangi warna-warni indah yang hinggap dipermukaan tidak membuat penduduk bumi terbelalak. Yang seharusnya tenggelam dalam keesaanNya. yang hanyut terbawa arus keagunganNya. Bersimpuh ruah di samudera rahmatNya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bersujud…bersujudlah. Tidak akan pernah kau raih ketenangan hatimu dengan kecongkakan. Simpulkan sejadah panjangmu lalu bersujudlah dengan penuh tunduk. Jangan ragu akan raut wajah bersih dan molekmu. Sejajarkan ia dengan tanah. Biar ia menunaikan haknya. Lalu kemudian lumuti bibirmu dengan irama tasbih, tahmid, takbir.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bersujudlah…tak ada yang pantas kau sembah selain Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah…Maha suci Allah. Tidaklah kau ciptakan semua ini tanpa guna. Kau tegakkan langit tanpa tiang. Kau hidupkan bumi-bumi mati dengan percikan air hujan. Kau ciptakan gunung-gunung agar bumi tidak bergentayangan. Kau maha bijaksana dan perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah…Puji syukur atasMu. Kau tak pernah bosan menyodorkan kenikmatan walau seringkali kami kufur tidak bersyukur. karuniaMu tak bisa terhitung oleh bilangan embun-embun yang membasahi rerumputan dipagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahuakbar…Kaulah yang maha besar. Selain Kau semuanya kecil. Tidak pantas untuk congkak dan sombong. Walau seringkali kami menggunakan gaunmu untuk menginjak-injak orang yang lebih kecil. Gaun kesombonganMu yang Kau khususkan untukMu. Sering kami jarah dan duplikat, bahkan diperebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaqfirullah…Hanya kepadaMu kami memohon ampun. Dosa kami telah menggunung bagai bilangan pasir dilautan. Jika tidak Kau ampuni, maka kepada siapa lagi kami meminta?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…seringkali jiwa-jiwa Fir’aun, Qorun, Namrud membanjiri aliran darah kami. Yang membuat kami sombong akan kelebihan yang kau berikan. Congkak akan kekuasan. Bakhil akan harta. Bahkan menafikkan keadaanMu. Semuanya membuat kami buta dan lupa bahwa semua adalah milikMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rob…semoga kami termasuk hamba-hambaMu yang bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indah dan manis hidup dalam ketaatanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah Ahmad Jazri&lt;br /&gt;2 Juni 2009. Saqor Qurays, Nasr City, Cairo, Egypt.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-1274285694009052398?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1274285694009052398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1274285694009052398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/06/itiraf.html' title='I’tiraf'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-2598484508052919064</id><published>2009-05-26T09:52:00.001-07:00</published><updated>2009-06-04T07:13:36.884-07:00</updated><title type='text'>Tak Akan Abadi</title><content type='html'>Ada lagi yang menjerit, ada lagi yang terkapar, episode tawa sumringah menjelma menjadi lautan air mata. Torehan tinta sejarah masa silam menyisakan debu. Terkubur dalam ruang pengap sepi tanpa naungan cahaya gemerlap. Tragedi anak manusia, cerita panjang hidup yang memiliki hujung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berencana bukan berarti akan. Mampu tidak menjamin bisa. kehendakNya tak bisa dilawan. Patut manut tanpa usaha tidak juga benar. Lakukan saja semampunya. Biar Ia berjalan bersama kehendakNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secercah asa hidup, sirna dalam balutan kain kafan. Tak ada yang bisa mengira, tak ada yang bisa menebak. Ia datang menjemput dengan tiba-tiba. Tanpa pamit ia menyelinap ke awang-awang membawa jiwa-jiwa suci. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semua yang berawal dari ketiadaan akan berakhir. Semua yang makhluq akan kembali kepada satu muara. Yang kekal abadi hanyalah Dia. Yang telah ada sebelum kata ada itu ada. Dan akan tetap ada walau kata ada itu telah tiada. Lalu apa yang dibanggakan dari hanya sekedar  tulang berbalut daging?, harta melimpah hanya sekedar titipan yang akan dimintai pertanggung jawaban.  Hidung mancung paras indah, putih berseri tidak akan pernah bisa menyelamatkan dari hisabNya. Kecuali iman hati dan perilaku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dan semua yang ada ibarat antrian panjang yang tidak memandang senioritas. Bisa saja kau yang terlebih dahulu mengisi daftar absen rumah abadi. Atau bisa juga aku terpanggil lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berkemas mempersiapkan segalanya guna menuju rumah abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat mereka yang telah mendahului. Semoga menjumpai cinta abadinya dengan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah Ahmad Jazri&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-2598484508052919064?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2598484508052919064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2598484508052919064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/05/tak-akan-abadi_26.html' title='Tak Akan Abadi'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-9090062775106233791</id><published>2009-05-21T09:51:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T07:15:05.356-07:00</updated><title type='text'>Aku Heran…</title><content type='html'>Aku masih termangu dalam lamunan panjang. Untain-untai syair tuhan yang terdengar dari balik jendela menambah tajam daya terawang hingga ke langit ke tujuh. Memori klasik masa lalu dan fenomena masa kini berbaur menjadi satu. Bahkan imajinasi masa datang sempat mencoba untuk kutata. Menatap sembari merenungi nasib bangsa yang belum kian lekas rampung. Tentang sebuah negeri penggalan surga yang masih teraniaya oleh penghuninya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini di negeriku semua orang bisa berbicara sepuasnya. Terlepas dari salah benar, terlepas dari ahli atau tidak, setiap individu ingin mengekpresikan ketangguhannya. Tak tanggung-tanggung bahkan sampai rela sikut kiri, sikut kanan, jika perlu menikam. Tanpa memperhatikan baik atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mengherankan nasib bangsa yang tidak bosan-bosanya dengan istilah penjajahan. Sudah berabad-abad terjajah oleh tentara kolonialis belanda dan jepang, tapi setelah merdeka malah saling menjajah. Karunia tuhan yang berlimpah meruah dijadikan tempat praktik ketidakadilan. Kemerdekaan ini bukannya dijadikan kesempatan untuk mempererat persaudaraan, membangun kesatuan, bergandengan mesra dengan sesama. tetapi sebaliknya membuat sekat-sekat yang sangat sulit untuk di satukan. Yang ada hanya aku, aku dan golonganku. Selain itu berarti bukan aku. Enyahlah dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genderang perang globalisasi sudah tertabuh kencang. Semua negeri berjalan mempersiapkan segalanya bahkan berlari. Tetapi negeriku masih terlihat santai bahkan masih ada yang tertidur nyenyak. Terbawa hanyut oleh mimpi-mimpi indah. Terpesona oleh karunia yang seharusnya disyukuri tetapi malah sebaliknya. Bercita dalam angan. Berfikir instan. Apa karena kita terlalu dimanja tuhan sehingga kita tidak mau berusaha untuk melakukan sesuatu yang lebih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku heran melihat moral anak-anak bangsa yang kian hari semakin tak jelas. Kian jauh dari cita-cita bersama. Kian ternodai oleh ketidakadilan, keserakahan, kesombongan, kemunafikan. Salah dalam menafsirkan kemajuan dan modern. Bingung menatap masa depan. Bahkan tak jarang kita lupa atau bahkan tidak tau orientasi hidup. Kemana dan kepada siapa kita akan kembali. Segempal firman tuhan dan berjilid hikmah langit kerapkali hanya dijadikan hiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tambah bingung melihat orang-orang yang seharusnya mengajarkan hikmah, malah sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meditasiku buyar sesaat setelah angin kencang manghentak pintu kamarku. Lamunan panjang yang sedari tadi aku bangun tiba-tiba hilang. Apakah angin mendengar perihal pikirku? Atau memata-matai lamunanku? Atau …&lt;br /&gt;Tapi masih ada yang tersisa : “ aku masih heran dan bingung dengan negeriku”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah Ahmad Jazri&lt;br /&gt;Saqr Qurays, Nasr City, Kairo, Egypt&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-9090062775106233791?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/9090062775106233791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/9090062775106233791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/05/aku-heran.html' title='Aku Heran…'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-7442325264192345432</id><published>2009-05-20T08:23:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T08:29:00.028-07:00</updated><title type='text'>ِBerguru Pada Al-qur'an(butiran hikmah yang tercecer di sanubari)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/ShQhDT1WLZI/AAAAAAAAAFU/uSWNx_TiF2E/s1600-h/96.4.1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 260px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/ShQhDT1WLZI/AAAAAAAAAFU/uSWNx_TiF2E/s320/96.4.1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337927799088229778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah terlintas dipikaranmu, andai saja al-qur'an dapat berbicara seperti manusia biasa?&lt;br /&gt;Lantas ia akan berkata:&lt;br /&gt;Pedulilah padaku dengan membaca setiap peran kalimatku&lt;br /&gt;Sayangi aku dengan memahami dan meresapi setiap makna ayat-ayat suciku&lt;br /&gt;Cintailah aku dengan menguasai setiap halaman dariku&lt;br /&gt;Setialah padaku agar selalu mengingat diriku kapanpun dan dimanapun kau berada.&lt;br /&gt;Sungguh aku cemburu bila kau gunakan waktu luangmu dengan hal yang kau anggap lebih bermanfa'at dariku&lt;br /&gt;Aku akan pergi jika kau melupakanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novita Safitri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-7442325264192345432?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/7442325264192345432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/7442325264192345432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/05/berguru-pada-al-quranbutiran-hikmah.html' title='ِBerguru Pada Al-qur&apos;an(butiran hikmah yang tercecer di sanubari)'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/ShQhDT1WLZI/AAAAAAAAAFU/uSWNx_TiF2E/s72-c/96.4.1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-6622715167107433918</id><published>2009-05-20T08:08:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T13:30:55.327-07:00</updated><title type='text'>Mengeja Rindu</title><content type='html'>Malam ini kupersembahkan sesajen berupa ragaku. untuk mendapatkan keteduhan yang Kau janjikan. Kualunkan irama tasbih, kupetik senar takbir, kuciptakan nyanyian dzikirku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh... betapa aku merindukanMu malem ini. kulantukan kembali ayat-ayatMu dan mengeja kebesaranMu. Tidakkah kau ciptakan aku untuk mencintaiMu?, kurangkul rinduku, kemudian kuusap separuh nyawaku lalu mempersiapkan koper niatku. tunggulah aku di persimpangan jalan syurgaMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kudapati hadirMu dalam rinduku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Annisa El-Karomi(yang selalu merindukan-Nya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-6622715167107433918?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6622715167107433918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6622715167107433918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/05/rinduku_20.html' title='Mengeja Rindu'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-4779596569380654825</id><published>2009-05-17T01:58:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T09:18:38.097-07:00</updated><title type='text'>Optimislah…(butiran hikmah yang tercecer di sanubari)</title><content type='html'>Kau ingin bahagia dan sukses?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, “Jadilah seorang yang optimis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau masalah dan musibah kerap menimpamu, yakinlah bahwa ada solusi dan beribu hikmah dibalik semua itu&lt;br /&gt;Walau kegagalan selalu menghambat jalanmu, suatu saat kau akan raih kesuksesan. Karena tidaklah kegagalan melainkan kesuksesan yang tertunda.  &lt;br /&gt;kesuksesan adalah hasil usaha, peluh keringat, dan doamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah bahwa kecerdasan bukanlah segalanya,tak akan ada yang bisa menjadi pengganti kerja kerasmu. Dan sadarilah bahwa "keuntungan" adalah sesuatu yang didapat atas hasil kolabrorasi antara kesempatan, kesiapan, dan kesiagaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, hadapilah segala suatu dengan senyuman dan yakinlah bahwa kau mampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novita Safitri(Gadis Indonesia kelahiran Kairo)&lt;br /&gt;Edited by Hidayatullah Ahmad&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-4779596569380654825?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4779596569380654825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4779596569380654825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/05/optimislahbutiran-hikmah-yang-tercecer.html' title='Optimislah…(butiran hikmah yang tercecer di sanubari)'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-2757308794842472250</id><published>2009-05-17T01:47:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T01:57:52.841-07:00</updated><title type='text'>Rinduku</title><content type='html'>Setetes embun membasahi dermaga jiwa&lt;br /&gt;Memberikan kesejukan tuk mengenalmu lebih jauh&lt;br /&gt;Walau lambat merantai langkah menuju singgasanamu&lt;br /&gt;Alunan suci menyertai kata hati&lt;br /&gt;Menembus tiap detik pada waktu&lt;br /&gt;Sungguh tak dapat kuhindari&lt;br /&gt;Hati kecilku terlanjur untuk merindukanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana Tsurayya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-2757308794842472250?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2757308794842472250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2757308794842472250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/05/rinduku.html' title='Rinduku'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-4038943731760476584</id><published>2009-05-16T07:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-16T07:29:08.685-07:00</updated><title type='text'>Ikhlas…</title><content type='html'>Ketika wajah ini penat memikirkan dunia, Maka berwudhulah&lt;br /&gt;Ketika tangan ini letih menggapi cita-cita, maka bertakbirlah&lt;br /&gt;Ketika pundak ini tidak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ikhlaskan semuanya dan mendekatlah padaNya&lt;br /&gt;Agar tunduk disaat yang lain angkuh&lt;br /&gt;Agar tenang di saat yang lain terlempar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu menuntunku dan mendapat magfirohNya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Annisa El-Karomi(perempuan kuat, tegar, selalu tersenyum ridho atas semua kehendakNya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-4038943731760476584?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4038943731760476584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4038943731760476584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/05/ikhlas.html' title='Ikhlas…'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-4509991225421200848</id><published>2009-05-15T02:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T02:52:19.168-07:00</updated><title type='text'>Tak Ada Yang Abadi</title><content type='html'>Badai laut menghempas jiwa-jiwa sukma&lt;br /&gt;Dengan suara ombak yang masih setia menyelimuti&lt;br /&gt;Onggokan pasir terhempas menuju cinta hidup&lt;br /&gt;Melanglang menyapa dengan jiwa yang masih galau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentari masih sempurna menyaksikan torehan-torehan tinta emas yang lengkap dengan kertas lusuhnya&lt;br /&gt;Terlena dalam bayang sejarah masa lampau&lt;br /&gt;Ditemani jejak rada dunia membekas haru &lt;br /&gt;Bahagia yang masih terasa memayungi langkah-langkah kehidupan&lt;br /&gt;Tak kan pernah bisa dihilnagkan dengan butiran-butiran air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini harus bisa diakui&lt;br /&gt;Kau dan aku telah terpisah oleh dua dimensi yang berbeda&lt;br /&gt;Dimensi yang tak mungkin dapat mempersatukan kita kembali dalam metafora kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah yang banyak mengajarkan teori-teori ketenangan telah pergi tuk berjumpa dengan tuhannya&lt;br /&gt;Hingga semua itu tak mampu kubahasakan kecuali dengan bahasa yang diturunkan tuhan melaluui syair-syair syurganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana Tsurayya&lt;br /&gt;Tanjung, Lombok Utara, NTB, Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-4509991225421200848?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4509991225421200848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4509991225421200848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/05/tak-ada-yang-abadi.html' title='Tak Ada Yang Abadi'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-6189442191550445618</id><published>2009-05-13T06:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T06:17:31.748-07:00</updated><title type='text'>Ada Cerita</title><content type='html'>Kehidupan punya cerita&lt;br /&gt;Punya makna&lt;br /&gt;Punya rasa&lt;br /&gt;Tidak akan hilang begitu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi seisinya adalah komponen sejarah&lt;br /&gt;Yang tidak akan pernah patah&lt;br /&gt;Hingga ia terpatahkan&lt;br /&gt;Oleh umur dan masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga manusia yang kerapkali menulis cerita &lt;br /&gt;Dengan dusta&lt;br /&gt;Mengukir sejarah dengan hawa&lt;br /&gt;Yang tidak mewarisi apapun kecuali cela&lt;br /&gt;Tetapi Ia memang maha bijaksana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-6189442191550445618?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6189442191550445618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6189442191550445618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/05/ada-cerita.html' title='Ada Cerita'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-5653370622837713000</id><published>2009-05-10T19:51:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T19:53:11.358-07:00</updated><title type='text'>Kenangan satu tahun yang silam</title><content type='html'>Satu tahun lebih telah berlalu, tapi mengapa aku tak dapat melupakan kenangan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali ingin kuputar kembali waktu yang telah berlalu. Saat kita masih berdua. Tapi itu mustahil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bila aku berjumpa dengan orang yang sedang membicarakan dirimu, kupaksa diri tuk tersenyum, agar dapat menahan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh… hatiku yang tak pernah lelah mencintaimu, sekalipun kau jauh dariku. Bahkan kalau perlu aku bertekuk lutut dihadapanmu guna mendapat secercah harapkan darimu. Oh… hatiku yg tak pernah lelah mencintaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala kenangan yang telah kita lewat adalah Simbol kehidupanku. Tak dapat aku melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan bahwa kejauhan jarak dapat melupakan segala kenangan. Tetapi itu tidak berlaku padaku. Cintaku padanya masih membara seperti mulanya. Bagiku dirinya seperti halnya tiang kehidupan yang tak dapat kulepaskan. Kecuali jika ia runtuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kisah fiksi sepasang manusia yang saling mencintai. Terinspirasi dari sebuah lagu Arab) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novita Safitri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-5653370622837713000?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/5653370622837713000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/5653370622837713000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/05/kenangan-satu-tahun-yang-silam.html' title='Kenangan satu tahun yang silam'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-2511620551933484538</id><published>2009-05-09T02:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T03:30:40.395-07:00</updated><title type='text'>Hati</title><content type='html'>kesehatan hati akan memberikan kejernihan pikiran&lt;br /&gt;kejernihan pikiran akan mewarisi perilaku mulia&lt;br /&gt;kemuliaan disisi tuhan dan manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tata hatimu sebelum kau tertata rapi&lt;br /&gt;dalam ruangan kosong, sempit, pengap&lt;br /&gt;hati adalah laksmana raga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh manusia hanyalah bilangan hari &lt;br /&gt;jika hilang satu hari dari harinya...&lt;br /&gt;maka berkuranglah jatah hidupnya&lt;br /&gt;bertambah dekatlah masa matinya&lt;br /&gt;semakin pudarlah keelokannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai... jiwa yang tenang&lt;br /&gt;kembalilah kepada tuhanmu dengan hati Ikhlas&lt;br /&gt;hati yang bergaun iman dan taqwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Mei 2009&lt;br /&gt;Saqor Qurayis, Nasr City, Cairo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-2511620551933484538?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2511620551933484538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2511620551933484538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/05/hati.html' title='Hati'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-7834786754171328945</id><published>2009-05-01T20:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T20:07:03.736-07:00</updated><title type='text'>Saja...</title><content type='html'>Milikilah sebuah hati yang tak pernah membenci&lt;br /&gt;Sebuah senyuman yang tak pernah pudar&lt;br /&gt;Sebuah sentuhan yang tak akan menyakiti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana Tsurayya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-7834786754171328945?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/7834786754171328945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/7834786754171328945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/05/saja.html' title='Saja...'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-1084085385820197614</id><published>2009-05-01T20:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T20:06:06.670-07:00</updated><title type='text'>RidhoMu</title><content type='html'>Angin malam mulai menerobos melalui celah-celah kecil jendela mungil kamarku&lt;br /&gt;Menyapa jiwa yang terpahat oleh sunyi yang haru&lt;br /&gt;Karena kelopak jiwaku yang terus bertahan diatas puing-puing kerinduan&lt;br /&gt;Dan naluri cintaku turut berdesak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh…Tuhan….&lt;br /&gt;Sadarkan aku diatas kerinduan ini&lt;br /&gt;Agar ia selalu menyejukkan jiwa-jiwa dhaifku&lt;br /&gt;Hingga tidak melupakanku pada cinta haqiqi dan rindu abadi&lt;br /&gt;Hanya pada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana Tsurayya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-1084085385820197614?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1084085385820197614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1084085385820197614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/05/ridhomu.html' title='RidhoMu'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-6098949619459064445</id><published>2009-04-23T08:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T08:13:53.745-07:00</updated><title type='text'>Cahaya Yang Tak Datang Terlambat (BAB 1)</title><content type='html'>Suara Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari sedikit demi sedikit menampakkan kesempurnaan wujudnya dari balik latar bukit-bukit hijau. Begitu indah panorama tuhan. Wajah cantiknya tersenyum menyapa dunia. Lebih-lebih jika dilihat dari sisi lapangan tanjung yang dikelilingi pohon cemara. Beralaskan rerumputan yang menjadi kekuningan saat musim kemarau tiba. Terkadang harus membuat para pemuda yang kerap bermain bola setiap sore berhati-berhati berlari. Persis seperti lukisan yang biasa dipamerkan di festival-festival lukis alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kije sapune mek?” nyoman bertanya pada memeknya dari samping tempat persembahyangan sambil melihat-melihat ke arah celah bolongan biasa tempat diletakkan sapu lidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ku ape ku man…”, jawab dadong manis menunjuk kearah tempayan yang biasa dijadikan tempat sesajen. begitu orang-orang biasa memanggilnya. Entah faktor apa yang membuat dia dipanggil dadong manis. Secara umum memang nama-nama hindu banyak diambil dari budaya, realita, dan kejadian saat seorang itu lahir. Baik itu kejadian saat ia lahir atau suatu realita yang hadir saat itu. Contoh saja: I Made Gempa karena dia lahir disaat gempa. Ada juga Gusti Bagus karena dia terlahir dari kasta terpandang dalam kaum hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jii..ken-ken ki mek?”, gumam Nyoman sambil membetulkan ikatan sapu yang berserakan di tepian bok sembahyangan dekat berugak. Tempat orang hindu biasa menyiapkan sesajen sebelum diletakkan didepan pintu halaman rumah setiap pagi hari. Biasanya berisi beras, bunga, dan dupa. disajikan dengan alas daun pandan yang telah dibentuk segitiga seperti piring kemudian diletakkan di depan gerbang rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi Nyoman mempunyai tugas menyapu halaman rumah dan menyiapkan sesajen buat sembahyangan. Jika halaman sudah bersih dia segera bergegas mengambil sesajen dan meletakkannya di depan gerbang rumah. Dupa dibakar dan kemudian diputar beberapa kali ke arah patung sambil menundukkan badannya sembari melafazkan mantra-mantra yang kerap diajarkan sang ayah. Selanjutnya memercikkan air yang telah dicelupi kembang bunga kearah dewa dan bagian tertentu badan Nyoman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanjung adalah salah satu desa asri disebelah utara pulau lombok. Daerah dekat pesisir pantai yang dikelilingi bukit-bukit hijau. Walau mayoritas penduduknya beragama islam tetapi penduduk yang beragama hindu tidak kalah padat. Bahkan menjadi salah satu basis tempat kaum hindu berdomisili. Dulunya antara NTB yang saat ini terdiri dari dua pulau yaitu Lombok dan sumbawa dengan Bali adalah satu provinsi tetapi telah terpisah. Sehingga NTB dan Bali tidak lagi satu dan masing-masing menjadi provinsi. Inilah yang melatarbelakangi adanya akulturasi budaya yang kental antara NTB dan Bali. Bahkan dalam beberapa istilah pengunaan bahasa daerah banyak kosakata yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini Nyoman tidak kelihatan terburu seperti hari-hari biasa. Karena liburan panjang menjelang bulan Ramadhan telah tiba. Biasanya dia harus menyapu halaman dan bersiap-siap masuk sekolah. Namum tida dengan hari ini. Kendati Nyoman seorang hindu dia tetap mengikuti dan menghormati kebijakan sekolah yang libur menjelang ramadhan tiba. Wujud dari kehidupan beragama yang harmonis dalam satu atap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis keturunan Bali ini masih duduk dibangku kelas 3 SMA jurusan IPS. Jelentik bola mata khas kolaborasi keturunan Bali Lombok. Rambut lurus sebahu menambah mantap penampilan. Nyoman masih duduk didepan bok rumah melepas lelah sehabis menyapu halaman rumah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-6098949619459064445?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6098949619459064445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6098949619459064445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/04/cahaya-yang-tak-datang-terlambat-bab-1.html' title='Cahaya Yang Tak Datang Terlambat (BAB 1)'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-1186359007020315638</id><published>2009-04-08T04:18:00.001-07:00</published><updated>2009-04-08T04:18:59.902-07:00</updated><title type='text'>Negeriku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SdyIHWkk0nI/AAAAAAAAAFM/-xzjNHhXrcc/s1600-h/bendera_indonesia_27e203.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 101px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SdyIHWkk0nI/AAAAAAAAAFM/-xzjNHhXrcc/s320/bendera_indonesia_27e203.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322278519544533618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat tidak ada lagi yang tidak bermakna materi&lt;br /&gt;Bahkan bermimpipun harus beli&lt;br /&gt;Disebuah negeri yang penuh dengan janji-janji&lt;br /&gt;Melingkar berputar tiada henti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertegun melihat anak bangsa entah bersuku apa&lt;br /&gt;Ditengah keramaian manusia ia memopong jasa&lt;br /&gt;Tak henti ia berteriak &lt;br /&gt;Menjajakan apa yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri penggalan surga &lt;br /&gt;Menjadi tempat panen ketidakadilan&lt;br /&gt;Menjadi ajang perebutan kekuasaan&lt;br /&gt;Praktik pembodohan dan keserakahan&lt;br /&gt;Arena expo kesombongan&lt;br /&gt;Medan penindasan &lt;br /&gt;Seakan firman tuhan tidak pernah mampir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku hanya bisa berharap &lt;br /&gt;Hari esok yang lebih baik bagi negeri dan anak-anak bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saqor Qurays, Nasr City, Kairo.&lt;br /&gt;8 April 2009. Detik-detik menjelang Pemilu Presiden&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-1186359007020315638?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1186359007020315638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1186359007020315638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/04/negeriku.html' title='Negeriku'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SdyIHWkk0nI/AAAAAAAAAFM/-xzjNHhXrcc/s72-c/bendera_indonesia_27e203.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-7177883804208966448</id><published>2009-03-28T20:25:00.000-07:00</published><updated>2009-03-28T21:46:58.861-07:00</updated><title type='text'>itu mustahil</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasanya Ingin kuputar kembali masa lalu&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Ia berlari begitu cepat&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Seakan tidak memberiku celah tuk berfikir&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Tapi aku sadar satu hal, itu mustahil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sungguh sesuatu yang terjauh dalam diri manusia adalah masa lalu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia tak akan pernah kau gapai kembali&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalaupun bisa itu hanya dalam mimpi&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-7177883804208966448?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/7177883804208966448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/7177883804208966448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/03/itu-mustahil.html' title='itu mustahil'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-3778483483167791852</id><published>2009-03-22T06:03:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T06:07:04.064-07:00</updated><title type='text'>Lari Dan Hadapi</title><content type='html'>Berlari terus mengitari jalan&lt;br /&gt;Jalanan hidup yang begitu panjang&lt;br /&gt;Terbentang padanya bebatuan kerikil tajam&lt;br /&gt;Hanya ada dua pilihan, terus berjalanan atau jatuh dipermukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ada cita-cita dan realita&lt;br /&gt;Kita berangan-angan tentang sesuatu, itulah cita dan asa&lt;br /&gt;Saat sesuatu itu benar-benar terjadi, itulah realita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia hanya bisa bercita-cita tanpa bisa memastikan realita&lt;br /&gt;Hanya manusia sombong yang menyatakan dirinya mengetahui apa yang akan terjadi esok hari.&lt;br /&gt;Inilah yang membuat manusia putus asa dan tidak mau berusaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enyahkanlah hari esok&lt;br /&gt;Ia penuh dengan teka-teki&lt;br /&gt;Lakukan apa yang kau bisa hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat kehidupan yang relatif dan fana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-3778483483167791852?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/3778483483167791852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/3778483483167791852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/03/lari-dan-hadapi.html' title='Lari Dan Hadapi'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-5995567247332355854</id><published>2009-03-17T01:07:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T08:22:07.798-07:00</updated><title type='text'>Berkunjung ke rumah Tuan Guru Sami’in Harianto  Salah Satu Imam Masjid Saat Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Aku masih dalam balutan selimut tebal. Sobat karib yang slalu setia menemaniku sepanjang waktu. Beberapa hari terakhir ini, cuaca Kairo sudah tidak bersahabat. Dinginnya menusuk sampai ke tulang. Hembusan angin sepoi-sepoi bukan lagi sesuatu yang dirindukan karena bisa mengundang berbagai penyakit. Beginilah keadaaan Kairo pertengahan bulan. Berbagai aktifitas slalu terikat oleh cuaca. Tapi bagaimanapun bercengkrama dengan alam adalah suatu hal yang tidak pernah membosankan.  Dalam banyak hal slalu memberikan ide dan inspirasi baru. Terlebih dalam kensunyian dan sepi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kasurku yang empuk memanjakan aku untuk tetap berbaring. Menambah nyaman keadaan. Menambah tajam daya imajinasi khayalku yang sejak tadi aku bangun. Walau hatiku sudah berontak untuk segera bangkit dan mengambil buku. Karena tak lama lagi ujian term pertama dimulai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sejenak pikiranku buyar. Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar. Namun aku masih belum beranjak. Belum yakin kalau ada orang yang mengetuk. Beberapa saat hening dan terdengar kembali suara ketukan keras. Kali ini terdengar sangat jelas  Aku berharap tuan guru Samiin yang datang. Kemarin memang ia udah janji jika ada waktu luang dia akanmengunjungiku guna berbagi cerita tentang pengalamannya saat menjadi imam di salah satu masjid di Nuzhah saat Ramadhan. “istanna”, sahutku dengan logat Mesir sambil berlari kecil ke arah pintu. Kuintip dari lubang pintu sebelum membuka. Terlihat  sosok seorang berpakian jaket hitam rapi tapi aku belum melihat jelas wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;“siapa?”, tanyaku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Asslamualaikum”, tuan guru ini saya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ahlan, ahlan, ahlan”. Teriakku setelah melihat ternyata yang datang adalah salah satu sahabat dekatku. Seorang yang cukup berwibawa di hatiku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dari mana antum?”, tanyaku&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“biasa baru pulang kuliah”, jawabnya dengan nada agak rendah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“rajin sekali antum ini kuliah setiap hari”,pujiku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kuliah di Al-Azhar University, seorang mahasiswa bisa masuk setiap hari itu merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Apalagi mahasiswa Indonesia yang rata-rata jarak antara kampus dan tempat tinggal paling cepat ditempuh satu jam perjalanan. Itu belum ditambah antrian nunggu bus.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“biasa aja kok”. Jawabnya merendah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“silahkan istirahat di kamar dulu. Antum kelihatan capek sekali. Saya buatkan teh dulu biar hangat”. Lanjutku padanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tuan guru, begitu aku biasa menyapa sahabatku yang satu ini. Itu adalah salah satu julukan yang biasa disematkan kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan lebih dalam agama. Lebih-lebih kepada mereka yang menimba ilmu di timur tengah. Julukan ini asli kultur budaya lombok. Sebuah pulau yang berdampingan mesra dengan pulau Bali. Sebenarnya nama aslinya adalah Samiin Harianto. Tapi aku biasa memanggilnya dengan embel-embel awal tuan guru. Jadi tuan guru Samiin. Begitulah kira-kira.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku dan tuan guru Samiin datang ke Kairo pada tahun yang sama. Yaitu tahun 2005. Cuma karena tempat berdomisili yang berbeda sehingga hubungan emosional kami kurang rapat. Aku tinggal di Rob’ah El Adawea dan beliau tinggal di Saqor Qurays. Tapi setelah aku pindah ke Saqor Qurays, salah satu District di kota Kairo, kami sering saling mengunjungi. Baik itu untuk belajar bersama, diskusi, atau juga curhat. Karena saat ini apartemen tempat kami tinggal berdekatan. Hanya dipisah oleh beberapa bangunan saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sikapnya yang ramah dan sopan membuat aku betah jika bicara dengannya. Tapi lebih dari itu ada hal yang membuat aku kagum. Dia seorang Hafidz. Salah satu tentara Allah SWT dimuka bumi. Beliau  mulai menghafal Al-qur’an sejak mondok di Indonesia. Begitu ungkap teman sekamarku yang dulunya satu pondok dengannya. Dari sinilah cikal bakal kemudian ia sering digunakan menjadi imam terawih saat Ramadhan. Lebih lagi ditambah suaranya yang merdu. Membuat jamaah terasa nik’mat dan meresapi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan kemarin aku sempat ikut shalat terawih dengannya. Saat itu beliau menjadi imam. Subhanallah suaranya begitu merdu. Bacaan tajwidnya juga Fasih. Membuat aku betah berdiri walau surah yang di baca agak panjang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“silahkan diminum tehnya”, aku sapa dia yang sedang berbaring diatas ranjang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“oya…terima kasih tuan guru”. Jawabnya seraya bangkit dari perbaringan menghampiriku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Eh…ust.Dayat sebenarnya saya ke sini mau ngajak antum ke rumah. Saya ada sedikit rizki. Tadi saya beli ayam. Jadi kita ke rumah aja yuk… Entar di rumah aja kita cerita-cerita sambil masak. Gimana?”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ok, tapi habisin dulu tehnya baru kita ke sana”. Jawabku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu biasanya kami bergaul sehari-sehari. Tidak jarang kami saling jemput jika membutuhkan sesuatu. Banyak pelajaran sosial yang aku dapat dari Tuan Guru Samiin semenjak aku bergaul dengannya. Selain jiwa tawaddu dan rendah hati, juga bagaimana selalu berusaha mensyukuri ni’mat. Berbagi dengan sesama jika memiliki. Jiwa sosial beliau memang sangat melekat. Persis seperti apa yang diajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Udah siap?, kalau gitu ayo kita jalan ke rumah”. Ungkapnya tidak sabar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ok ayo kita jalan”, jawabku sambil membenarkan leher jaketku yang belum rapi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai lima menit kami sudah ada di depan pintu apartemen Tuan Guru Samiin. Lantai empat. Kalau tadi dia yang bertamu kali ini giliran aku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“silahkan masuk”, seraya membentangkan tangannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“terima kasih”, jawabku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung menuju kamarnya. Apartemen tempat beliau tinggal ada tiga kamar. Dihuni empat orang. Semua mahasiswa indonesia yang belajar di Universitas Al-Azhar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“gimana persiapan ujiannya?, udah mantab rupanya?”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“itu dia, ini lagi mempersiapkan”. Jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“gimana Ramadhan yang akan datang dapat job jadi imam lagi g?”. tanyaku membuka&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“insyallah tuan guru”. Jawabnya dengan logat lombok kental&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“sebentar ya?”, seraya melepaskan jaketnya bergegas menuju dapur.  Mataku tertuju pada &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;beberapa tumpukan buku-buku islam tertata rapi disebelah kiri tembok. Diatasnya berdiri tegak bingkai foto seorang tokoh sufi Mesir. Disebelah buku-buku berjajar dua lemari besi ukuran sedang. Semuanya bersandar ke tembok. Ada dua kasur. Diranjang dan dipersis disebelah komputer. Melihat koleksi literatur islam yang dimiliki Tuan Guru Samiin, dalam hati aku bergumam bahwa ia memang pecinta Al-qur’an. Rata-rata buku tafsir dan ilmu al-qur’an. Seperti : tafsir at-tobari, tafsir wasid karya Syeik thantawi. Dan banyak lainnya. Tak jauh beda seperti etalasi yang ada di toko buku  Atau perputakaan-perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak selang beberapa saat beliau tiba dengan dua cangkir syai panas. Begitu orang mesir biasa menyebut teh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“silahkan di minum tuan guru”. Ungkapnya padaku&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“oya…terima kasih” jawabku&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“buku-buku tentang al-qur’annya banyak sekali, lagi sedang memperdalam al-qur’an dan ilmunya ya?” tanyaku memancing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“biasa aja kok, hanya sekedar saja”. Jawabnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“tapi memang al-qur’an dan ilmunya adalah kebutuhan kita. Tanpa menafikan ilmu-ilmu yang lain. Kita sebagai seorang muslim lebih-lebih mahasiswa Al-Azhar berkewajiban memperdalam dan menjaga Al-qur’an. Bukankah begitu?”. Imbuhnya dengan nada sedikit lebih serius dari sebelumnya sembari terseyum mesra.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“iya..ya..ya”. jawabku sambil manggut-manggut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Sepertinya ini saat yang tepat untuk bertanya tentang karirnya yang ia tekuni selama kurang lebih dua tahun ini setiap ramadhan tiba”. Gumamku dalam hati. Memang  sahabatku satu ini tidak pernah main-main jika berbicara sesuatu yang berkaitan dengan al-qur’an.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“gimana side mengulang hafalan al-qur’an agar tidak lupa?. Dilain sisi diberatkan dengan materi kuliah dan kesibukan lainnya?”. Tanyaku sambil meniup syai agar lekas dingin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“bagi saya al-qur’an merupakan kebutuhan. Jika dalam satu hari saya tidak membaca al-qur’an, saya akan merasa ada yang kurang dalam diri. Dan tidak ada yang bisa memberi ketenangan batin kepada saya kecuali dengan dzikir dan membaca al-qur’an”. Jawabnya santai sembari mengekspresikan dengan gerakan tangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“gimana nih ramadhan tahun ini?, masih akan tetap menjadi imam di masjid Batowiyah Nuzhah?”. tanyaku&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“insyallah” jawabnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“suara sangat menentukan seorang imam. Bagaimana menjaga suara supaya tetap fit. Bukankah masalah suara sangat sensitif, salah makan sesuatu aja sudah sangat berpengaruh?” ungkapku menghujaninya dengan pertanyaan. Kali ini aku duduk dengan kedua kaki lurus kedepan. Merubah posisi yang dari tadinya duduk bersila.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ya benar itu”. Sahutnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“makanya kalau sudah datang jadwal jadi imam saya harus ektra hati-hati memilih makanan. Tidak boleh makan yang terlalu berminyak. Waktu istirahat juga harus teratur”. Imbuhnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“wah…kayak artis aja ya?, ada jadwal manggungnya dan segala halnya harus dipersiapkan dengan maksimal”. Cetusku seraya disambut tertawa kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“ah…antum bisa aja”.  Ungkapnya. Masih diikuti tawa kami berdua&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“tapi memang seperti itu. Sedikit saja kita melalaikan persiapan akan sangat mempengaruhi performa saat menjadi imam. Khususnya dalam hafalan dan suara”. Kali ini ia berbicara dengan nada sedikit agak serius.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secangkir Syai yang tadinya kutiup karena panas saat ini sudah hangat bahkan dingin. Aku mencoba meneguk beberapa tegukan. Aku tidak mengerti mengapa aku ragu-ragu melayangkan pertanyaan yang satu ini. Tapi aku berusaha untuk berani bertanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“dalam satu bulan penuh menjadi imam saat ramadhan, berapa royalty yang diberikan?”. Tanyaku memberanikan diri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“hahhhh….!”. seakan ia terperanjat kaget.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“maaf royalty itu apa?”. Tanyanya menyambung dengan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“royalty itu bisa diartikan uang saku, atau gaji, atau bisa juga upah”. Jawabku padanya.&lt;br /&gt;Tadinya aku sangka ia kanget karena tersinggung mendengar pertanyaanku. Ternyata ia tidak paham maksud royalty.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Ooo…masalah itu tidak terlalu saya pikirkan”. Yang penting saya bisa mengamalkan ilmu itu sudah mendatangkan kepuasan tersendiri bagi saya”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“tapi pasti ada kan?”. Tanyaku mendesak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“iyaa ada. Jumlah nominalnya kira-kira cukup deh buat biaya hidup dua bulan di Kairo ala mahasiswa Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiba-tiba saja handphoneku berdering. Terlihat dilayar tertulis nama seorang teman serumahku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“maaf sebentar ya?” pintaku pada tuan guru Samiin Harianto sembari berlari kecil keluar menuju ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“silahkan”. Katanya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa saat aku angkat handphoneku dan kembali ke kamar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“aduhh..maaf banget nih Tuan Guru. Saya harus segera pulang ke rumah karena teman serumah nunggu di depan rumah. Dia tidak bisa masuk karena tidak bawa kunci”. Ungkapku dengan nada melas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“terus gimana makanan kita?, saya udah siapkan buat antum. Makan aja dulu”. Jawabnya memaksa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“maaf deh lain kali aja” ungkapku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Jazaka Allah”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kuakhiri pembicaraan dan segera menuju pintu luar didampingi beliau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Terima kasih Tuan Guru. Asslamualaikum”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah Ahmad Jazri&lt;br /&gt;Mahasiswa Al-Azhar University jurusan Hadist.&lt;br /&gt;17 Maret 2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-5995567247332355854?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/5995567247332355854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/5995567247332355854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/03/berkunjung-ke-rumah-tuan-guru-samiin.html' title='Berkunjung ke rumah Tuan Guru Sami’in Harianto  Salah Satu Imam Masjid Saat Ramadhan'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-2109318465062113327</id><published>2009-03-15T15:31:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T15:33:10.158-07:00</updated><title type='text'>Menulis Berita</title><content type='html'>Secara umum bentuk ragam tulisan dibagi menjadi dua. Pertama jenis tulisan fiksi dan jenis tulisan non-fiksi.  Fiksi adalah jenis tulisan yang bersumber dari imajinasi, khayalan, atau pengalaman yang dikisahkan dengan tokoh atau latar tempat yang berbeda dari sesungguhnya. Berbeda halnya dengan jenis tulisan non-fiksi yang  bersumber dari fakta dan kekuatan data. Salah satu contoh: berita. Ini yang akan menjadi objek pembahasan  kita pada kesempatan kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu berita? &lt;br /&gt;Anda pasti sering mendengar kata berita. Baik berita yang tertulis di media massa atau mungkin berita yang disampaikan secara lisan dari seseorang kepada orang lain. Sesekali saat anda membaca media cetak misalnya, anda membaca lembaran pertama pada headline tentang berita “kunjungan presiden republik Indonesia ke pulau sumatera”, atau berita “SBY sakit perut”.  Sepintas bisa kita simpulkan bahwa berita adalah fakta. Artinya pemberitahuan tentang sesuatu yang benar terjadi. Sehingga mungkin kita bisa definisikan bahwa berita adalah sebuah laporan atau pemberitahuan mengenai terjadinya sebuah peristiwa atau keadaan yang bersifat umum dan baru saja terjadi yang disampaikan oleh wartawan di media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat berita&lt;br /&gt;a.Berita terjadwal : yaitu berita-berita yang sudah dijadwalkan pada waktu tertentu. Contoh: berita pertandingan sepak bola. Berita pelantikan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang.&lt;br /&gt;b.Berita Insidentil : yaitu berita yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak pernah terduga sebelumnya. Contoh : berita musibah bencana banjir yang melanda Bojonegoro yang disebabkan oleh luapan sungai. Berita tindak korupsi yang dilakukan oleh mantan gubernur BI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam - macam Berita&lt;br /&gt;a. Berita Langsung ( Straight News ) : Berita tentang peristiwa yang penting dan harus segera disampaikan kepada pembaca dan ditempatkan di halaman utaman. Bahasa yang digunakan biasanya singkat, padat, dan effesien &lt;br /&gt;b. Berita Ringan ( Soft News ) : Berita yang menampilkan sesuatu yang menarik, penting dan bersifat informative.&lt;br /&gt;c. Berita Kisah ( Feature ) : Tulisan mengenai kejadian yang dapat menggugah perasaan dan menambah pengetahuan pembaca melalui penjelasan yang rinci, lengkap, mendalam dan tidak terpengaruh waktu. Disampaikan dengan bahasa santai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menulis berita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa unsur yang harus terkandung dalam sebuah berita. Dimana jika salah satu unsur tidak terpenuhi, maka sebuah berita tidaklah sempurna. Unsur-unsur tersebut biasa disingkat 5W+1H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. What : Apa yang terjadi&lt;br /&gt;b. Where : Tempat Kejadian&lt;br /&gt;c. When : Waktu sebuah peristiwa&lt;br /&gt;d. Who : Sumber/ Tokoh yang menjadi pemeran utama dalam berita&lt;br /&gt;e. Why : Mengapa peristiwa itu terjadi&lt;br /&gt;f. How : Situasi / suasana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstruksi kalimat&lt;br /&gt;a.Lead atau kepala berita : kalimat yang menjadi bagian terpenting dari sebuah berita sehingga menempati alinea pertama dari sebuah berita.&lt;br /&gt;Penulisan Lead :&lt;br /&gt;1. Berisi kalimat langsung yang mudah dimengerti pembaca&lt;br /&gt;2. Mencakup unsure 5W + 1H&lt;br /&gt;3. Ditempatkan di alinea pertama&lt;br /&gt;4. Maksimal tiga kalimat yang tidak bertele - tele&lt;br /&gt;5. Merupakan bagian terpenting dari berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Isi Berita : Pengembangan Why dan How&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-2109318465062113327?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2109318465062113327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2109318465062113327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/03/menulis-berita.html' title='Menulis Berita'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-4617202936624516056</id><published>2009-03-04T01:27:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T01:32:03.585-08:00</updated><title type='text'>Politik yang Menggelitik Ala Indonesia</title><content type='html'>Menelaah kembali liku-liku perjalanan perpolitikan Indonesia cukup menarik.  Jika pada masa Orde Lama, konsep dasarnya adalah revolusi, dan pada masa Orde Baru konsep utamanya adalah pembangunan, maka pada masa transisi ini, konsep itu adalah reformasi. Seperti layaknya sebuah matra suatu era, maka pada kata reformasi ditumpukan muatan nilai-nilai utama yang menjadi landasan dan harapan proses bernegara dan bermasyarakat. Reformasi secara sederhana berarti perubahan pada struktur maupun aturan-main baik dalam bidang ekonomi maupun politik. Secara teoretik, perubahan tersebut diupayakan agar tatanan negara dan masyarakat baru akan menjadi lebih demokratik secara politik dan lebih rasional secara ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat lagi bangsa Indonesia akan menyaksikan pesta akbar demokrasi. Kesibukan Indonesia seakan terkonsentrasi pada persiapan pesta akbar ini. Hal ini bisa kita lihat dibeberapa media masa yang slalu memantau dengan tanggap setiap langkah yang ditempuh oleh pemerintah dalam upaya sosialisasi. Tidak hanya sampai disitu bahkan beberapa media masa banyak dipenuhi dengan pemberitaan para calon legeslatif yang diusung oleh masing-masing partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang menggelikan dalam perjalanan politik di Indonesia tahun ini. menjadikan politik semakin bernuansa kental Indonesia yang jarang ditemukan di negara-negara lain. Jika baru-baru ini di negeri paman syam marak berkampanye dengan wordpress melalui dunia maya, tetapi di Indonesia sedang marak kombinasi antara politik dan supranatural. Dalam hal ini antara calon legeslatif dan paranormal yang datang meminta ramuan-ramuan mujarab guna meraih suara maksimal dalam pemungutan suara pemilu yang akan digelar bulan April 2009 mendatang.&lt;br /&gt;Fakta ini terungkap dibeberapa media massa yang memuat pemberitaan tentang maraknya para calon legeslatif yang mendatangi paranormal guna meminta dukungan bantuan ghaib wal hasil nantinya bisa menduduki kursi empuk legeslatif. Banyak para calon legeslatif yang datang ke paranormal. Baik dari partai kalangan menengah, bawah, bahkan kalangan elit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam alasan yang memotivasi para calon legeslatif mendatangi paranormal. Diantaranya, guna membuka aura sehingga tampak berkarisma dan orang-orang berduyun mencoblos partainya walaupun sebelumnya mereka tidak tertarik dengan itu. Parahnya, dikatakan juga bahwa paranormal mampu mengalihkan dan memanipulasi suara. Artinya suara banyak yang telah diraih seorang calon bisa dialihkan ke kotak suara yang dinginkan oleh sang dukun. Hal ini diakui secara terbuka oleh Ki Joko Gendeng. Salah satu paranormal haldal yang banyak ketiban rizeki menjelang pemilu April 2009 mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan juga oleh Ki Gondurwo bahwa ada ritual-ritual yang harus dipenuhi. Semakin genjar resep-resep itu diamalkan maka semakin mantab dan mujarab saat pemilihan nanti. Diantara ritual-ritual yang harus dilakukan adalah puasa, keliling ke makam para wali, menggunakan jimat, menanam barang-barang. Bahkan ada yang sampai di mandikan dengan kembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini merupakan wujud dari mental bangsa yang tidak dewasa. Memandang pemerintahan dan kekuasaan sebagai suatu yang diperebutkan. Bukan sesuatu yang harus diperjuangkan guna membangun satu kesatuan yang utuh dalam bernegara. Ada motivasi pribadi dan kelompok yang ingin dicapai. Bukan kepentingan bersama. Pertanyaannya, apakah bisa dengan cara seperti ini mencapai cita-cita reformasi yang diimpikan oleh setiap individu bangsa Indonesia? Atau alih-alih reformasi, malah menjadi repot nasi?    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mencengangkan memang. Bangsa yang memliki jumlah penduduk muslim terbesar didunia percaya dengan kicauan para dukun. Rekaan konyol paranormal yang tak bertanggung jawab. Menghalalkan segala cara asalkan tujuan tercapai. Saling sikut tikam sesama saudara hanya untuk memperebutkan kekuasaan sesaat. Bentuk rivalitas yang tidak sportif. Yang pasti semua ini suatu saat harus berakhir. Sikap mental yang tidak dewasa ini harus segera berakhir. Agar bisa mencapai puncak reformasi yang diimpikan oleh setiap individu bangsa Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah Ahmad Jazri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-4617202936624516056?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4617202936624516056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4617202936624516056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/03/politik-yang-menggelitik-ala-indonesia.html' title='Politik yang Menggelitik Ala Indonesia'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-2185849672070002559</id><published>2009-02-28T10:49:00.001-08:00</published><updated>2009-02-28T10:51:02.340-08:00</updated><title type='text'>Modal Menulis(II)</title><content type='html'>Pada edisi sebelumnya dalam rublik yang sama kita telah membahas motivasi menulis. Buat apa menulis? Apa keuntungan kita menulis? Yang paling konkrit, menulis adalah budaya ulama terdahulu dan merupakan proses menuju keaabadian. Umur akan pasti terkikis tetapi tidak dengan tuisan yang bias diwarisi selama terjaga dengan baik. Pada kesempatan kali ini kita akan berusaha bersama mengetahui modal dasar seorang penulis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak kesempatan kita   sering kali membayangkan menulis adalah hal yang sangat susah. Begitu sulitnya sehingga tak jarang kita enggan untuk sekedar menulis jadwal harian, rencana kerja mingguan dan yang sejenisnya. Atau sekedar menulis memoar, tulisan perjalanan. Dilain sisi kita tidak pernah ragu saat menuliskan lima atau lebih kalimat saat sedang asyik berkomunikasi chating-an lewat internet. Padahal secara tidak sadar jika kita kumpulkan tulisan-tulisan yang berserakan tersebut akan membentuk sebuah tulisan indah. Walau minimal ujung-ujungnya tema yang diusung mengenai cinta atau persahabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa modal dasar yang harus diketahui oleh penulis:&lt;br /&gt;1. Motivasi. &lt;br /&gt;Ini berkaitan erat dengan niat. Dalam rangka apa kita menulis? Buat apa? Apakah menulis hanya untuk sekedar mengungkapkan isi hati yang tak terbendung? Atau menulis guna menyampaikan ide yang ada dibenak penulis kepada publik? Dan lain sebagainya. Inilah yang kita maksud dengan motivasi. Tetapi yang jelas menulis adalah tradisi para ilmuan islam guna menyebarkan ilmu. Hal inilah yang seharusnya menjadi motivasi dasar kita sebagai seorang muslim dalam menulis. Manusia akan mati tetapi tidak dengan tulisan yang akal kekal abadi selama terjaga rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengetahuan &lt;br /&gt;Secara global ada 2 macam ragam tulisan:&lt;br /&gt;1.Fiksi atau biasa disebut tulisan tidak nyata. Seperti contohnya cerpen, novel, novelet. Yang banyak terinspirasi dari khayalan, impian, juga pengalaman, dan lain sebagainya. Tetapi yang perlu digaris bawahi, bahwa kata fiksi bukan berarti sesuatu itu akan mustahil mustahil terjadi. Buktinya banyak tulisan yang awalnya sebuah cerita fiksi dan kemudian menjadi sebuah kenyataan dikemudian hari.&lt;br /&gt;2.Non-fiksi atau biasa disebut tulisan yang berdasarkan data dan fakta yang jelas. Tulisan non-fiksi bisa kita bagi menjadi tiga bagian umum:&lt;br /&gt; 1.Fakta.tulisan yang jelas berdasarkan fakta dan data. Tanpa ada tambahan sedikitpun. Contoh: Berita dan Feature. Insyallah dikesempatan selanjutnya kita akan membahas bersama lebih jauh tentang berita dan feature.&lt;br /&gt; 2.Opini. termasuk didalamnya : opini, kolom, esai, autografi, catatan harian, memoar. Ini adalah macam tulisan non-fiksi yang ada sangkutpautnya dengan pandangan penulis. Seperti banyak kita baca di media atau buletin-buletin tentang opini seseorang mengenai suatu hal.&lt;br /&gt; 3.Akademik dan Ilmiah. termasuk di dalamnya: skripsi, tesis, artikel, karya ilmiah, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keterampilan&lt;br /&gt;Setelah motivasi dan  pengetahuan, maka selanjutnya adalah keterampilan. Dalam hal ini keterampilan dalam menulis. Baik itu dalam menentukan judul, meminang tema, menentukan angel tulisan. Semua itu menuntut keterampilan seorang penulis dalam menentukan kondisi, keadaan, dan waktu yang tepat dan sesuai. Terkadang satu judul tidak bisa diterima oleh semua kalangan tetapi bisa juga tidak diterima. Disinilah dibutuhkan keterampilan seorang penulis. Membaca kondisi, masyrakat dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kunci dalam menulis sebagaimana banyak disampaikan oleh para penulis-penulis handal yaitu “mulailah menulis”. Disaat anda membayangkan sesutau maka lakukanlah. Karena ia memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Mari menulis dan mari mulai menulis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-2185849672070002559?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2185849672070002559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2185849672070002559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/02/modal-menulisii.html' title='Modal Menulis(II)'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-6005737859739794026</id><published>2009-02-28T10:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T10:48:08.546-08:00</updated><title type='text'>Ada Apa Dengan Al-Azhar?</title><content type='html'>“Eh..udah dengar kabar terbaru tentang muqorror Al-qur’an g?, Tanya sahabatku yang baru datang dari Asrama International buut’s. &lt;br /&gt;“g tuh. Jawabku simple. Aku lihat kemarin saat ujian term pertama masih tertempel  4 juz kok. Setiap tingkatnya satu juz aja.  Memang ada perubahan lagi ya? Tanyaku kembali padanya. Barangkali diturunkan jadi dua juz. Jadi setiap tahun setengah juz aja.heheheh”.&lt;br /&gt; Aku ada lihat qoror baru di Jurusan Lughoh. Ada keputusan baru ditempel kalau muqorror Al-Qur’an tetap delapan juz seperti semula tanpa ada perubahan.&lt;br /&gt; Wah…kalau itu aku kurang tau jawabku deg-degan. Mungkin Cuma di jurusan Lughoh aja tidak di Usuluddin. Cetusku seakan-akan berusaha lari dari kenyataan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Azhar adalah salah satu universitas islam tertua didunia. Tidak diragukan ia memiliki andil besar dalam penyebaran islam. Jika kita telaah kembali literatur-literatur keislaman, kita akan banyak menemukan karya-karya yang lahir dari rahim alumni Al-Azhar.  Tak heran jika mahasiswa-mahasiswi yang belajar di Al-Azhar datang dari berbagai penjuru dunia. Asia, Africa, bahkan Erofa yang disematkan sebagai gudang orientalis.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Al-Azhar,Al-qur’an sebagai sumber dasar hukum islam merupakan konsentrasi utama diantara materi yang lain. Al-qur’an telah mengilhami lahirnya berbagai macam disiplin ilmu. Tidak berlebihan jika kita berkata bahwa segala macam disiplin ilmu lahir dari Al-Qur’an. Sehingga hafal al-qur’an merupakan syarat utama menyelesaikan studi S1 di Al-Azhar. Kecuali mahasiswa non-mesir. Yang hanya harus hafal dua juz setiap tingkat. Berarti delapan juz selama empat tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mahasiswa wafidzin(begitu biasa disebut mahasiswa non-arab yang belajar di Al-Azhar) khususnya mahasiswa indonesia, materi Al-qur’an merupakan materi yang paling mengerikan. Kecuali mereka yang mempunyai bekal hafalan dari tanah air akan menjadi sebaliknya merupakan materi favorit. Karena materi Al-Qur’an sangat berkenaan dengan hafalan. Salah atau lupa dalam hafalan berarti akan beralamat salah tanpa ampun. Tak jarang kita temukan di Al-Azhar banyak calon-calon LC yang masih tersandung hanya karena hafalan Al-qur’an. Lain halnya dengan materi-materi yang lain yang cukup dengan menggunakan pemahaman dan nalar. Dalam artian,cukup  memahami teks-teks muqorror kemudian sah-sah saja menguraikan kembali walau dengan bahasa yang berbeda yang penting memiliki substansi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan November 2008 beberapa saat menjelang ujian term pertama, diumumkan secara resmi bahwa standar muqorror Al-qur’an untuk S1 diturunkan menjadi empat juz saja. Berarti setiap tingkat hanya satu juz. Pengemuman ini tertempel di papan-papan pengumuman Syu’un administrasi kampus. Semua mahasiswa bisa melihat dengan jelas. Disatu sisi ini merupakan angin segar bagi mereka yang memiliki hafalan minim, tetapi ada juga dari sebagian mahasiswa yang menyikapi bahwa ini sebuah penurunan kwalitas. Jadi tidak usah diturunkan standarnya. Toh…banyak mahasiswa tidak lulus di Al-qur’an bukan karena ketidakmampuan tetapi karena malas menghafal.&lt;br /&gt;Jelas ini merupakan berita gembira terbesar setelah berita penurunan standar Al-qur’an dari 30 juzz ke 8 juzz. Kemudian dari 8 juzz ke 4 juzz. Tidak cukup sekedar menyikapi, beberapa alasan yang latarbelakangi penurunan standar ini juga menjadi isu perbincangan diantara mahasiswa Indonesia di Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pihak yang mengatakan ini adalah hasil dari Lokakarya yang sempat dihelat tahun 2008 lalu yang mendatangkan tim-tim ahli Indonesia. Konon katanya sampai menghabiskan biaya milyaran rupiah. Berkat lobi pak Dubes kepada Syeik besar Al-Azhar yang hadir diawal acara saat itu, sehingga Al-qur’an diturunkan menjadi satu juzz pertingkat.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak lain mengatakan ini merupakan sikap kebijakan Al-Azhar terhadap mahasiswa asing guna mempermudah jalannya studi di negeri para anbiya ini. Dilain sisi mereka para mahasiswa ditunggu kehadirannya oleh masyarakat mereka guna menyebrkan islam. &lt;br /&gt;Parahnya ada pihak yang berpendapat bahwa ini adalah hasil dari intervensi barat dalam sistem pendidikan Al-Azhar. Yang dalam hal ini adalah para orientalis untuk menjauhkan para muslim dari kitab sucinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tidak lama berselang setelah ujian term pertama muncul isu baru bahwa muqorror Al-qur’an tetap delapan juzz tanpa ada perubahan seperti semula. Ditengah ketidakjelasan info ini, beberapa mahasiswa bertanya ke Su’un Thalabah dengan jawaban yang berbeda-beda. Ini akan lebih membingungkan lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas kita bertanya, Ada apa dengan Al-Azhar? Setidaknya melihat hasil keputusan yang telah ditempel kemudian merubahnya kembali, ada sesuatu yang belum disepakati seutuhnya di tubuh Azhar. Dalam hal ini kaitannya dengan muqorror Al-qur’an. &lt;br /&gt;Hingga 20 februari 2009, saat tulisan ini ditulis belum ada kepastian yang jelas dan tidak ada yang bisa memastikan berapa muqorror Al-qur’an untuk tahun ini.delapan juzz atau hanya empat juzz? Para mahasiswa non-arab khususnya indonesia bertanya-tanya. Apakah anda termasuk yang setuju dengan delapan juzz atau hanya empat juzz?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-6005737859739794026?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6005737859739794026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6005737859739794026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/02/ada-apa-dengan-al-azhar.html' title='Ada Apa Dengan Al-Azhar?'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-8279294524976936731</id><published>2009-02-22T22:31:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T22:32:37.899-08:00</updated><title type='text'>Mutiara Itu Hampir Kuraih</title><content type='html'>Ini berawal sejak aku duduk di bangku sekolah menengah pertama di salah satu pesantren modern terbesar di pulau Madura. Pondok pesantren yang cukup dikenal di kancah nasional yaitu Al-Amien Prenduan. Pondokku tepat berada di kabupaten terujung pulau madura. Memerlukan waktu 4 jam perjalanan dari kota Surabaya menggunakan bus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat beberapa asatidz yang meliliki wawasan dan pengetahuan luas dalam bidang agama mengetuk hatiku untuk bisa meniru dan menjadi seperti mereka. Apalagi belakangan kutahu mereka lulusan timur tengah,menambah kekagumanku akan mereka.  Ilmu agama dan bahasa arab adalah pelajaran kesukanku saat itu. Hingga pada suatu hari,saat ujian orientasi seorang ustad bertanya kepadaku: apa cita-citamu ke depan setelah lulus dari pondok Al-Amien?dengan reflex aku menjawab: insyallah akan melanjutkan ke timur tengah ustad. Entah apa yang meyakinkanku untuk menjawab seperti itu. Tetapi pikiranku tetap saya ingin melanjutkan ke sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu seterusnya hingga aku hampir lulus SMP. Ada 2 opsi. Melanjutkan ke SMU or MAK? dalam jenjang ini hanya ada 2 pilihan saja. Lantas aku memutuskan untuk memilih masuk MAK(madrasah aliyah keagamaan). Karena itu  selaras dengan orientasiku ke depan kelak.yaitu bisa melanjutkan studi ke timur tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan,tanpa terasa aku akan menjadi salah satu wisudawan MTA Al-Amien Prenduan. Wisuda dan yudisium adalah acara tahunan MTA Al-Amien sebelum melepas alumninya yang telah lulus jenjang pendidikan aliyah.  Tepat 1 juli 2005,peristiwa bersejarah itu tiba. Perasaan haru,bahagia,dan sedih bercampur menjadi satu. Haru dan bahagia karena kami bisa lulus dan menyelesaikan studi tepat waktu. Sedih karena kami akan meninggalkan pondok yang kami cintai dan berpisah dengan para sahabat. Tapi inilah kenyataan hidup yang harus terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-citaku untuk menjadi mahasiswa timur tengah terasa semakin dekat untuk terwujud. Apalagi setelah salah satu mediator yang dulunya kakak kelasku menawarkan jasa studi di sana. Orang tuaku yang besifat demokratis menyerahkan sepenuhnya keputusan kepadaku asal itu baik buatku. Tanpa ragu akupun mendaftarkan diri walau sebagian persyaratan belum bisa kupenuhi seluruhnya. Karena ijazahku waktu itu belum turun dan beberapa persyaratan lainmya masih terhalang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya hanya mimpi sekarang menjadi kenyataan. Aku sudah mendapatkan tasdiq Al-Azhar. Kakak kelasku yang sedang mengurus keberangkatan memberi kabar gembira melalui pesan singkat sms pagi tadi sekaligus memberitahukan kalau kita akan berangkat ke Kairo mingu depan. Berarti aku sudah terdaftar.ya..aku sudah terdaftar. Aku kegirangan dan memberitahukan emak dan bapak. Aku hanya punya waktu satu minggu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bandara Soekarno Hatta”tulisan itu terpampang begitu besar sehingga mudah dibaca pas sebelum masuk arena bandara. Bibiku yang mengantarkan aku menggunakan mobil jazznya memeluk aku dan berpesan : rajin-rajin shalat,puasa dan belajar ya sayang. Dan jangan lupa awas..dayat jangan pacaran dulu sebelum S1 selesai. Aku terperangah,kaget dan kagum mendengar pesan yang ia sampaikan. Dengan sedikit gugup aku menjawab: ya insyallah bibiku sayang. Wajar aku seperti itu karena bibiku beragama hindu. Seperti agama ibuku dulu sebelum memeluk agama islam. Tapi alhamdulillah Allah memang pemberi hidayah kepada hambanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai 12 jam sejak pesawatku terbang dari Jakarta kami sudah tiba di Kuwait. Menjelang pukul 03:00 dini hari kami sudah terbang ke Egypt dan alhamdulillah tiba dengan selamat 4 jam kemudian. Aku kaget melihat situasi yang sangat berbeda dengan apa yang kubayangkan sebelumnya. Ternyata tanah airku jauh lebih indah. Dalam hati aku berkata: mengapa orang-orang Indonesia tidak PD dengan tanah airnya sendiri?. Tapi aku berusaha menguatkan diri walau dalam kekecewaan yang mendalam bahwa aku ke sini ingin mencari ilmu dan ibadah. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari di Kairo,aku merasakan situasi yang sangat berbeda dengan tanah air. Dari budaya dan keadaan alam. Tak pernah kurasakan udara sedingin ini sampai menusuk tulang yang mengaharuskan aku menggunakan pakaian berlapis-lapis tanpa ada bagian terkecil dari tubuh yang tak tertutupi kecuali wajah. Tak pernah kulihat orang berteriak selantang ini sebelumnya,bisa terdengar dalam radius lebih dari 100 meter. Tak penah kumelihat kota sesemrawut kota Kairo. Dan banyak lainnya yang kurasa sangat asing dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apartement pertamaku terletak di H10,Ghami.persis di samping suq sayyarah. Sebuah dataran luas yang beralaskan semen tempat bertemunya para penjual mobil setiap hari jumat dan ahad. jika ingin ke kuliah bisa naik mobil 80 coret atau 65 kuning,ujar teman seniorku yang sudah beberapa tahun disini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama kali ke kuliah merupakan perjuangan yang sangat bersejarah dalam hidupku. Pasalnya ini adalah pertama dalam hidupku. Mulai dari nunggu bus di halte,naik bis yang berdesakan,sampai kuliah harus antri berbaris-baris yang panjangnya tidak kalah dengan antrian pembagian sembako. Sangat melelahkan. Tetapi semua itu tidak membuatku menyerah untuk menundukkkan Kairo. Aku ingin cepat bisa kuliah,cepat lulus dan bisa pulang ke tanah air. Karena itu adalah mutiara yang selama ini aku impikan.bisa menyelesaikan kuliah di Al-Azhar Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan dan kerjakan ungkap seniorku yang tanpa kusadari dari tadi melihatku membolak-balik muqorror yang bagiku sangat tebal. Jangan hanya diplototi tapi baca dong,imbuhnya melanjutkan perkataanya tadi. Yang kak jawabku lirih. Sedikit-demi sedikit aku mulai terbiasa dengan keadaan yang ada. Aku terus berusaha belajar dan belajar. Aku harus lulus dan menjadi sarjana usuludin secepatnya .  Setidaknya itu target minimalku tahun ini. Usaha,doa,istiqomah,dan tawakkal itulah rumus yang kupraktikkan. Begitu seterusnya hari-hari kulalui hingga ujian term pertama dan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman hasil nilai ujian tingkat satu tiba. Alhamdulillah aku lulus walau harus puas dengan menyisakan satu materi. Materi yang tidak bisa aku selesaikan saat tingkat pertama adalah nudzum islamiyyah. Padahal dalam benakku itu adalah materi termudah diantara materi-materi yang lain. Tapi entahlah barangkali aku tidak teliti dalam menjawab soal, Atau bisa jadi penilaian begitu ketat dalam materi tersebut. itupun aku sangat bersyukur bisa lulus ke tingkat 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naik ke tingkat 2 tak sedikpun membuat aku puas. Aku semakin merasa dahaga akan ilmu. Koleksi buku-buku selain muqoorror makin banyak. Karena setiap bulan harus ada buku yang bertambah. Aku mulai berkenalan dengan beberapa forum diskusi dan halaqoh ilmiyah. Ada beberapa yang kuikuti guna menambah wawasan dan pengetahuan. Tak terasa ujian tingkat 2 udah dekat. Berarti aku harus fokus pada ujian dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kata selain syukur alhamdulillah. Saat ini aku telah lulus ke tingkat 4 jurusan hadist dengan nilai yang cukup memuaskan. Berarti hanya tinggal membutuhkan satu tangga lagi bagiku untuk bisa meraih mutiara yang kuimpikan selama ini. Apakah aku bisa meraihnya tahun depan?  Semua itu adalah teka-teki yang tak bisa dijawab saat ini. Pikirkan dan kerjakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayattullah Ahmad Jazri&lt;br /&gt;Darmalaq,Kairo,Egypt&lt;br /&gt;17 agustus 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-8279294524976936731?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/8279294524976936731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/8279294524976936731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/02/mutiara-itu-hampir-kuraih.html' title='Mutiara Itu Hampir Kuraih'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-7302307754838543519</id><published>2009-02-22T22:17:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T22:18:30.207-08:00</updated><title type='text'>Artis Qonat Hafidz</title><content type='html'>Artis Qonat Hafiz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah ungkapan mengatakan”pikirkan maka sesuatu itu akan menjadi kenyataan”.&lt;br /&gt;Tapi terkadang sesuatu datang tanpa kita pikirkan bahkan tak terbayang dibenak sedikitpun. Disinilah kelemahan akal untuk mencerna. Jika tuhan berkehendak akan sesuatu tak ada yang mustahil dan susah. Sebuah pengalaman yang sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu matahari cukup terik tetapi tidak sepanas hari-hari sebelumnya. Menjelang akhir musim panas ini keadaan cuaca Kairo memang agak bersahabat. Ramadhan tahun ini tiba saat penghujung musim menjelang peralihan dari musim panas ke semi. Beberapa orang dengan beraneka busana terlihat keluar meninggalkan masjid Saqor Qurays sehabis menunaikan shalat jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang,seorang pemuda mesir berperawakan tinggi besar datang menghampiri KMNTB yang terletak tidak jauh dari masjid Saqor Qurays. Ia memperkenalkan diri sebagai salah seorang pengurus yayasan hafidz yang sedang mencari orang-orang asing yang bermukim di Kairo untuk menjadi tamu dalam acara buka bersama di “Sittah Oktober”. Sebuah tempat yang ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari jantung kota Kairo. Ia sedikit menjelaskan bahwa acaranya hanya sebatas temu akrab bersama beberapa Syeik guna mengetahui perkembangan islam di Indonesia kemudian dilanjutkan dengan Buka Bersama. Pemuda Mesir tadi menambahkan bahwa Ia hanya membutuhkan empat atau lima orang Indonesia saja dan ada fasilitas antar-jemput. Jadi tidak perlu khawatir imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang akupun menyetujui tawaran pemuda Mesir tadi. Ia menegaskan bahwa satu jam lagi kalian akan di jemput sebuah mobil yang akan parkir tepat di depan pintu masuk KMNTB. Sebelum beranjak keluar pemuda mesir tadi meminta nomer Handphoneku yang dari tadi menjadi teman bicaranya. Satu jam lagi jika aku telpon kamu berarti jemputan sudah siap. Ujarnya mengakhiri pembicaraan dan kemudian mengucapkan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat seperti apa yang dijanjikan, jam 14:30 sebuah mobil El-Tramco yang masih tampak kelihatan baru sudah terparkir di depan pintu masuk imarah KMNTB. Pemuda Mesir tadi bersama Seorang paruh baya keluar dari mobil sembari menebarkan senyuman hangat “Assalamualaikum”, Ucapnya. Kalian sudah siap? ada berapa orang? Ia bertanya dengan ramah dan agak sedikit senyum. Insyallah empat orang jawabku yang menjadi teman bicaranya satu jam yang lalu. Boleh kami tau nama-namanya?tanyanya kembali. Lantas Aku menyebutkan: Hizbi Khoir,Hidayatullah Ahmad,Ust.Mohammad Taisir Azhar,dan Sukarnawadi. Lalu spontan Ia mengatakan “Kalau sudah siap mari kita jalan”.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berjalan dengan tanda Tanya besar. Di mana?dan apa acara yang akan kami hadiri? Menjadi pertanyaan yang belum terjawab. Karena ini tidak seperti biasanya. Lumrahnya para masisir berjalan sendiri menuju tempat acara tanpa ada jemputan. Lebih-lebih kami diharuskan menggunakan pakaian rapi dan sepatu. Di dalam mobil yang kami tumpangi juga ada empat rekan dari ubzekistan. Dua anak kecil dan duanya lagi orang dewasa. Mereka berpenampilan rapi dengan balutan kulit putih khas ras Russia.   Saat kami Tanya tentang acara yang akan dihadiri, mereka menjawab dengan perkataan yang sama. Hanya buka bersama. Ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;El-Tramco putih yang kami tumpangi saat ini sedang melaju tepat diatas jembatan sungai nil yang biasa dilewati  Mahasiswa Indonesia jika ingin ke KBRI. Sopir mesir ini sangat ugal-ugalan. Ia menyetir mobil dengan kecepatan tinggi walau di tengah keramaian. Mengharuskan para penumpang berdzikir kencang ke kiri dan ke kanan bahkan sesekali harus sedikit berjingkrak. Seperti ada yang di kejar. Padahal jam masih menunjukkan pukul 15:30. waktu tenggang untuk buka puasa masih cukup panjang. Tak sampai berselang 10 menit mobil kami sudah berada di luar kota Kairo. Saat ini yang tampak disebelah kanan dan kiri bukan lagi bangunan-bangunan megah tinggi. Tetapi pepohonan dan tanaman hijau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat terkejut, setelah beberapa saat mengitari jalan terlihat sebuah bangunan besar bertingkat. pada pintu masuk berdiri beberapa orang penjaga. Melihat corak seperti station tv dan Radio spontan Hizbi ketua KMNTB berkata: sepertinya kita akan di wawancarai masuk Station Radio. Ya mungkin aja jawabku sembari tersenyum. Jadi kita harus siap-siap dong?, imbuhnya. Ya sebisanya aja jawabku kembali. Kami tetap masih penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil kami memasuki gedung megah setelah sopir berbicara sesaat dengan penjaga tadi seraya melambaikan tangan diiringi senyuman khas Mesir. Rasa penasanku dan kawan-kawan sedikit terjawab setelah melihat sebuah tulisan besar” NILE FM”. Lebih-lebih setelah mobil yang kami tumpangi berhenti dan parkir tepat di depan “qonat Al-Hafiz” salah satu channel station TV mesir yang biasa menyiarkan acara-acara diskusi agama. Hatiku semakin yakin kalau undangan ini bukan hanya sebatas menghadiri jamuan buka bersama. Tetapi lebih dari itu. Ini tidak seperti biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan kalian semua shalat Ashar dahulu dan bersiap-siap untuk menjadi tamu kami sore ini. Ungkap seorang berpakaian rapi menyambutkan kami.  Aku terbelalak dan bertanya : tamu? Maksud anda?. Ya kalian akan menjadi wakil Indonesia dalam acara Ramadan menjelang berbuka puasa. Kalian akan diminta untuk memperkenalkan beberapa budaya Indonesia yang berkenaan dengan Bulan suci Ramadhan. Kalian akan masuk TV bersama beberapa Doktor yang akan menjadi presentator kita sore ini. Dan akan disiaran LIVE melalui “Qonat Hafiz”. Ujarnya. Kami saling pandang satu sama lain. Seakan-akan tidak percaya akan hal ini. Mimpi apa aku semalam sampai bisa masuk TV? Cetusku dalam hati. Seumur hidupku baru kali ini aku melihat langsung proses syuting TV. Apalagi sekaligus menjadi tamu resmi acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan muda mesir menghampiri kami yang baru saja selesai menunaikan shalat Ashar. Ia memegang secarik kertas mini bertuliskan “Qonat Hafiz”. Dengan ramah Ia bertanya: boleh  aku tau nama kalian? Kalian dari Indonesia kan? Ya jawab kami serentak. Dalam acara TV nanti,  masing-masing kalian harus memiliki peran. Ada beberapa peran yang kami tawaran. Di mana setiap kalian harus memilih salah satunya. Diantaranya: peran sebagai muazzin, sebagai pembaca Al-Quran, pembicara memperkenalkan sedikit budaya warga Indonesia saat ramadhan, dan terakhir kalau bisa kalian menyanyikan sebuah nasyid berbahasa Indonesia yang berkenaan dengan ramadhan atau kalau terpaksa tidak ada yang hafal bisa pakai bahasa inggris atau arab. Imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan itu cukup besar. Berukuran sekitar 6 m kali 6 m. berlantai licin sejenis kaca. Tepat di tengah bagian utara tersusun sepasang meja terbuat dari marmer beserta beberapa kursi. Dan masing-masing di depan sebelah kiri dan kanan berjajar dua kursi yang menjadi tempat duduk kami berempat. Jika dilihat dari depan persis berbentuk seperti setengah lingkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu tertutup rapat. Di dalam ruangan hanya ada kami berempat dan empat doktor yang duduk menghadap alat syuting. Ada dua karyawan yang berdiri di hadapan kami mengarahan kameranya agar tepat sasaran. Acara dimulai dengan dipandu seorang moderator yang sering muncul di layat TV. Diawali dengan pembacaan ayat Al-quran oleh saudara Hizbi Kahoir dan kemudian moderator membuka dialog dengan doktor tentang penyebaran Islam di Dunia. Hingga adzan magrib dikumandangkan,saudara Sukarnawadi mengambil bagian sebagai Muazzin. Ternyata ia memiliki suara emas. Suaranya begitu halus dan merdu. Sejenak acara dihentikan memberi kesempatan untuk berbuka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu seterusnya hingga Ust.Taisir Azhar Lc diberi kesempatan oleh pemandu acara untuk menggambarkan budaya Indonesia saat ramadhan. Dipenghujung acara, moderator meminta untuk menampilkan nasyid islami. Kali ini adalah giliranku untuk  beraksi. Aku melantunkan sebuah nasyid berbahasa inggris dengan judul: “Thank’s Allah”. Tepat setelah bait terkahir terucap “Thank’s Allah” moderator menutup acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Thank’s Allah” atas semua karunia yang telah di berikan kepada hamba-Nya. “Thank’s Allah” telah menciptakan manusia dalam kesempurnaan.  “Thank’s Allah” kata kami akhiri acara sore itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;HIdayatullah Ahmad Jazri&lt;br /&gt;Nama pena : Raudah Hayati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-7302307754838543519?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/7302307754838543519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/7302307754838543519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/02/artis-qonat-hafidz.html' title='Artis Qonat Hafidz'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-2101481294417344412</id><published>2009-01-07T04:20:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T04:21:13.602-08:00</updated><title type='text'>Kutemukan Cahaya</title><content type='html'>Dalam kensunyian hati&lt;br /&gt;Kutemukan cahaya&lt;br /&gt;Sekian lama kumencari&lt;br /&gt;Di hingar-bingar dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku bersujud&lt;br /&gt;Kuterpekur pada-Mu&lt;br /&gt;Mencoba untuk kembali &lt;br /&gt;Saat kumerasa sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang slalu berharap&lt;br /&gt;Akan segala perlindungan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan… kutemukan cahaya-Mu&lt;br /&gt;Tuhan…kutuju jalan lurus-Mu&lt;br /&gt;Dan maafkan segala khilaf dan dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad, 7 Desember, 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-2101481294417344412?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2101481294417344412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2101481294417344412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/01/kutemukan-cahaya.html' title='Kutemukan Cahaya'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-2922118288853930601</id><published>2009-01-07T04:11:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T04:18:51.976-08:00</updated><title type='text'>Cinta sederhana</title><content type='html'>Aku ingin mencintamu dengan sederhana&lt;br /&gt;o…bidadari syurgaku yang anggun jelita&lt;br /&gt;Disetiap waktu ku selalu memimpikanmu&lt;br /&gt;Akankah kau datang menghampiriku disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kejauhan aku merasa &lt;br /&gt;Suatu saat kau akan datang padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadariku …&lt;br /&gt;Kuingin memilikimu &lt;br /&gt;Pastikan juga&lt;br /&gt;Kau sayang padaku&lt;br /&gt;Kusayang padamu &lt;br /&gt;Dengan sederhana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-2922118288853930601?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2922118288853930601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2922118288853930601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2009/01/cinta-sederhana.html' title='Cinta sederhana'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-8717022906191225962</id><published>2008-12-07T06:54:00.001-08:00</published><updated>2008-12-07T06:54:27.893-08:00</updated><title type='text'>Situasi Kairo Menjelang Idul Adha 2</title><content type='html'>7 Desember 2008 di Saqor Qurays, District-10, Nasr City, Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara dingin pagi yang cukup menyengat. Aku sempat tebangun saat alarem Handphoneku berdering tepat jam 03:00 dini hari. Kuraih dan kumatikan kembali. Aku kembali dalam balutan selimut tebal dan keheningan malam. Sebelum tidur aku sudah berniat bangun subuh dan shalat jamaah di masjid. Saat terbangun untuk kedua kalinya, lekas kuraih kembali Hp dan ternyata sudah jam 06:30. Wah…terlambat subuh. Aku merasa rugi banget jika tidak bisa shalat jamah subuh. jika musim dingin di Kairo memang seperti itu. Selain harus punya komitmen kuat juga harus rela berkorban.&lt;br /&gt;Adzan Dzuhur sudah berumandang. Aku bergegas untuk segera ke masjid. Takut telat dan masbuk. Aku temukan aneka ras di masjid Abu Bakr ini. Masjid tempat aku biasa menunaikan ibadah lima waktu. Ada Rusia berkulit putih bersih perawakan tinggi. Ada ras Afrika yang agak sedikit pekat. Tak ketinggalan Asia yang berfostur agak mungil dan kulit agak kuning. Begitu juga Mesir. Perbedaan yang paling mencolok antara orang mesir dan orang  Rusia, Indonesia, atau orang asing lainnya adalah rambut. Cara mengidentifikasi paling cepat adalah melihat rambutnya. Orang mesir mayoritas berambut keriting. Tapi begitu hebat ajaran islam, tak ada dikriminasi. Baik yang berkulit hitam, putih, kuning, atau kemerahan. Semua sejajar saling menghormati. Atau yang fostur besar, tinggi, kekar, kecil.. Semua adalah ciptaan Allah.swt. menjelang Idul Adha anak-anak pada rame ke masjid. Masjid juga terlihat agak rapi dan bersih dari hari-hari biasa.&lt;br /&gt;Aku ingin membeli sayur buat buka puasa sore ini. Apartemen tempat tinggalku tidak jauh dari toko-toko tempat membeli kebutuhan harian. Begitu kaget aku melihat. Ternyata rata-rata toko pada tutup. Tempat sayur juga tutup. Yang buka hanya tempat pulsa dan beberapa warnet. Ada juga beberapa toko besar yang masih buka. Tapi pedagang sayur, pedagang buah, dan masakan siap saji pada tutup. Saat ku tanya tetangga sebelah, ternyata mereka pada mudik ke kampung halaman. &lt;br /&gt;Ternyata setelah kuperhatikan, mobil-mobil pribadi yang biasa parkir didepan apartemen sejak aku keluar juga pada kosong. Hanya satu, dua yang terlihat. Wah…pada mudik ke kampung. Jadi kangen keluarga. Teringat saat di tanah air merayakan Idul Adha bersama keluarga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-8717022906191225962?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/8717022906191225962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/8717022906191225962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/12/situasi-kairo-menjelang-idul-adha-2.html' title='Situasi Kairo Menjelang Idul Adha 2'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-4834548765123096637</id><published>2008-12-07T06:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T06:49:52.901-08:00</updated><title type='text'>Situasi Kairo Menjelang Idul Adha 1</title><content type='html'>5 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri ditemani seorang rekanku menunggu bis jurusan Rob’ah El-Adawea. Salah satu tempat sentral Administrasi  kota kairo. Kali ini ada kebutuhan mendadak sehingga harus segera kesana. Karena memang beberapa Bank besar yang menyediakan fasilitas  ATM di Kairo tidak bisa ditemukan disembarang tempat. Hanya tempat-tempat tertentu seperti District-7, Rob’ah El-Adawea, Awal Abbas, dan tempat-tempat strategis lainnya. Tetapi di District-10 tempat mayoritas Mahasiswa Indonesia dan Malaysia bermukim belum ada satupun ATM. Sehingga para mahasiswa yang ingin mengambil kiriman bulanan dari ortu biasanya harus ke tempat-tempat tadi. Walaupun ada juga teman-teman yang dikirim melalui jasa pengiriman uang antar negara. Tapi itu jarang.&lt;br /&gt;Sore ini kok sepi banget ya?, gumamku dalam hati. Tidak seperti biasanya. Padahal sekarang kan hari jum’at. Hari pesta mobil di Suq Sayyarah. Sebuah Tempat para pembeli dan penjual mobil transaksi jual beli. Aku tau karena memang apartemen tempat tinggalku berjarak tidak terlalu jauh dari Suq Sayyarah. Biasanya kalau keluar hari jum’at, bisa dipastikan akan makan hati dan menyita waktu. Tapi kok hari ini seperti hari biasa? yang membedakan hanya Mobil angkutan yang berkeliaran minim.&lt;br /&gt;Yat… Ayo cepat itu 180 ke Rob’ah. Kita naik itu aja. “Gpp berdiri biar cepat sampai”. Ungkap Bambang padaku. “Ya udah gpp”, jawabku. Entah mimpi apa aku semalam, kali ini aku dapat duduk paling depan disamping pak supir.  Selama naik mobil di Kairo, bisa dihitung jari aku dapat duduk. Tapi hari ini berbeda.&lt;br /&gt;Wahh…aku baru sadar. Beberapa hari lagi kan Idul Adha. Kebiasaan masyarakat Mesir jika Hari Raya Qur’ban adalah mudik. Suatu tradisi yang tidak jauh beda seperti halnya masyarakat Indonesia umumnya. Mesir juga terdiri dari beberapa Provensi. Ibukota Mesir adalah Kairo.  Pantesan pada sepi. Ungkapku dalam hati. Tapi uniknya Idul Adha di Kairo lebih meriah dari Hari raya idul Fitri. Itu yang kurasakan selama beberapa tahun aku merayakan Idul Adha di Kairo. &lt;br /&gt;Pandanganku terus tertuju pada ruas-ruas jalan.  Yang tampak disepanjang halte pemandangan aneh dan unik. Kambing-kambing seperti sudah jinak seakan menjajakan diri menunggu pembeli yang ingin berqurban  buat  Hari Raya Idul Adha. Ada juga sapi bahkan onta. Pemandangan yang sangat jarang kutemukan di tanah air. “Ditengah hiruk pikuk lalu lintas ibukota, hewan-hewan qurban berkeliaran di pinggiran jalan ditunggui seorang juragan”. Ini dia yang menjadi ciri khas Mesir menjelang Idul Adha tiba. Only in Egypt. Pikirku&lt;br /&gt;Mobil yang kutumpangi kini berhenti disebuah halte. Beberapa ratus meter sebelum District-7. Tepat di depan sebuah toko daging. Wow...Unik banget. Aku melihat beberapa ekor kambing tergantung telanjang dengan posisi terbalik kaki dikepala dan kepala di kaki tanpa busana kulit. Bahkan ada beberapa ekor sapi juga. Bersih tanpa ceceran darah. Sepertinya permintaan daging dari para konsumen menjelang Idul Adha melonjak begitu tinggi. Tadi aku melihat kambing berlarian, tetapi saat ini telanjang bulat tanpa kulit. Only in Egypt.&lt;br /&gt;Walau bus dan mobil umum tampak minim tetapi mobil pribadi begitu sesak. Sampai District-7 aku melihat orang-orang berebut mencari mobil jurusan Ramses. Terlihat dari antusias mereka menyantroni setiap mobil yang tiba sambil berkata:” Ramsis”. Sebuah tempat yang dinisbatkan kepada salah satu nama Raja Mesir Kuno. Terminal Ramses memang poros Transportasi Kairo. Pasalnya angkutan ke semua jurusan ada di sana. termasuk kereta api. &lt;br /&gt;Siap-siap Yat…seru Bambang mengejutkanku dari belakang membuat konsentrasiku buyar. Kami memang tidak duduk sebangku. “Bentar lagi turun”, sambungnya lagi. “Iya”, jawabku. Naik bus di Kairo adalah sebuah perjuangan. Dari naiknya sampai turun. Jika tidak buru-buru turun bisa-bisa kebawa ke Halte berikutnya.  &lt;br /&gt;“Kita mau ambil uang dimana nih?”, ungkapku pada Bambang. “disini aja NSGB”, jawabnya. Baru aku membuka pintu bank, seorang penjaga menyapaku dengan ramah”maaf uangnya habis”. Capek deh…cetusku. Kalau yang ini bukan only in Egypt aja. Tetapi dinegaraku juga sering terjadi. Beginilah suasana Kairo beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Adha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-4834548765123096637?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4834548765123096637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4834548765123096637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/12/situasi-kairo-menjelang-idul-adha-1.html' title='Situasi Kairo Menjelang Idul Adha 1'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-5323666184825847806</id><published>2008-12-07T06:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T06:47:13.729-08:00</updated><title type='text'>CAHAYA YANG TAK DATANG TERLAMBAT</title><content type='html'>SINOPSIS &lt;br /&gt;CAHAYA YANG TAK DATANG TERLAMBAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyoman tidak pernah berfikir apa yang akan menimpanya dikemudian hari nanti. Ia hanya berusaha menjalani hidup apa adanya. Tiga patung tua yang slalu menemaninya dalam keseharian tidak bisa berbicara apa-apa guna menjawab kegelisahan hatinya. Begitu juga cemara-cemara hijau, semerbak daun dan buah yang slalu mengotori pekarangan rumahnya hanya diam membisu tidak berbisik sedikitpun.&lt;br /&gt;Kehidupan memang teka-teki. Tak satupun manusia tahu nasib apa yang akan ia alami di masa yang akan datang. Hingga suatu ketika Nyoman menemukan sebuah ban mobil tergeletak di depan halaman rumahnya. Rumah mungil  nan asri yang digandeng mesra  lapangan hijau dengan latar bukit-bukit indah. Tuhan telah menggariskan akan pertemuannya dengan seorang pria tampan melalui ban mobil yang tergeletak di depan halaman rumah. Seorang pria yang belum pernah ia lihat dan kenal sebelumnya. Seorang pria yang baru datang dari negeri rantau. Seorang pria yang membuatnya jatuh hati. &lt;br /&gt;Akan tetapi cinta mereka terhalang oleh faktor budaya dan agama yang berbeda. Berbagai cara dan upaya mereka lakukan guna menyatukan hati mereka yang susah untuk menyatu. Lebih dari itu ternyata kasta dalam Hindu mengharuskan Nyoman hanya boleh berhubungan dengan kaum bangsawan. Sebuah harga mati yang tidak bisa ditawar.&lt;br /&gt;Begitu seterusnya perjalanan cinta mereka. Hingga suatu saat mereka harus menelan pil pahit. Hanya ada dua pilihan. Putus atau tetap berhubungan tanpa restu orang tua. Bagaimana kelanjutan kisah perjalanan cinta mereka?, kuatkah mereka bertahan dalam ketertekanan cinta seperti ini?, jalan manakah yang akan mereka pilihan?. Nantikan kelanjutan kisahnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6-11-2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-5323666184825847806?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/5323666184825847806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/5323666184825847806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/12/cahaya-yang-tak-datang-terlambat.html' title='CAHAYA YANG TAK DATANG TERLAMBAT'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-2093047230106160189</id><published>2008-12-02T04:28:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T04:36:03.190-08:00</updated><title type='text'>Konsekwensi Sebuah Keputusan</title><content type='html'>Hakikat dari otoritas adalah pengaruh. Pengaruh erat kaitannya dengan keputusan. Tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang cerdas dalam mengambil sebuah keputusan. Berani siap dan tangkas dalam melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan karakter dan watak orang yang dipimpin akan melahirkan bermacam penilain terhadap sebuah keputusan. Pada kondisi seperti inilah saat-saat kronis bagi seorang pemimpin untuk siap dengan lapang dada menerima berbagai macam respon. Satu timbangan abadi yang harus dipegang teguh oleh seorang peimpin adalah "kebenaran". Maka sebanyak apapun pendukung sebuah pendapat, jika itu salah, maka seorang pemimpin harus mengambil keputusan sebaliknya. Yaitu berpihak pada kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin bisa membayangkan diri anda sebagai seorang pemimpin. Saat itu anda dihadapkan pada suatu permasalahan dimana anda harus segera mengambil keputusan. Pada waktu yang sama, anda harus memilih satu pendapat saja dari beberapa pendapat yang masing-masing memiliki pendukung. Lebih dari itu anda harus mengambil keputusan ditengah-tengah teman dekat yang hidup sehari-hari dengan anda. Bisa dipastikan anda akan sedikit bahkan sangat terbebani dalam mengambil sikap. Inilah konsekwensi dari sebuah Otoritas. Anda harus siap berhadapan dengan siapa saja. Tidak terlewatkan juga orang-orang terdekat anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin yang baik dan adil tidak akan memihak kapada siapapun kecuali semua itu berangkat dari "Kebenaran".  Kedekatan emosional dan hubungan darah tidak menjadi hambatan untuk bersikap adil. Itulah ajaran Islam dalam memimpin. Kita bisa baca kembali dalam kisah Daud A.S, Musa A.S, Isa A.S, sampai Muhammad. Tidaklah dasar kepemimpinan mereka melainkan keadilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada otoritas dan keputusan, keduanya memiliki korelasi yang sangat erat. Anda tidak bisa membayangkan diri anda sebagai seorang pemimpin kecuali anda dihadapkan pada sebuah keputusan. saat anda mengambil sebuah keputusan berarti anda siap mnerima segala konsekwensi. Apapun bentuknya anda harus siap. Jika kita telaah lebih mendalam memang tidak ada satupun didunia ini yang terlepas dari konsekwensi. Anda berani berenang, pada saat tertentu anda juga harus siap untuk tenggelam. Anda berani berdagang, berarti pada saat tertentu anda siap untuk bangkrut. Anda berani menjadi seorang pemimpin atau pemegang otoritas berarti anda juga harus siap dengan segala resikonya. Itulas makna dari sebuah konsekwensi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-2093047230106160189?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2093047230106160189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/2093047230106160189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/12/konsekwensi-sebuah-keputusan.html' title='Konsekwensi Sebuah Keputusan'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-200380752254806952</id><published>2008-12-02T03:14:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T03:15:49.378-08:00</updated><title type='text'>Berlalu</title><content type='html'>Berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin menyisakan kenangan&lt;br /&gt;Ia terlalu jauh untuk kugapai&lt;br /&gt;Tak akan pernah kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini terasa begitu cepat berlalu&lt;br /&gt;Seakan ia berlari dariku&lt;br /&gt;Aku mencoba membujuknya tuk tetap singgah&lt;br /&gt;Bagitu mahal hingga tak menghiraukan jeritku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah…&lt;br /&gt;Apa hari esok juga akan tetap seperti ini&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan tanpa Aku bisa memetik hikmah kehidupan&lt;br /&gt;Sedang jatah hidupku semakin mengikis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saqor Qurays, Nasr City, Egypt&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-200380752254806952?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/200380752254806952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/200380752254806952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/12/berlalu.html' title='Berlalu'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-6172441533108121694</id><published>2008-09-28T16:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-28T16:52:25.308-07:00</updated><title type='text'>Surat Istimewa</title><content type='html'>Bangun dan bangkitlah dari tidur nyenyakmu&lt;br /&gt;Sebelum kau harus membayar mahal akan semua itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanyut dalam ketidakteraturan adalah candu&lt;br /&gt;Tidak akan pernah memberi ketenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan saja bukanlah jaminan untuk bisa mencapai apa yang kau impikan&lt;br /&gt;Harus disertai doa dan usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu konyol jika kau menganggap segalanya bisa kau raih dengan instant&lt;br /&gt;Tak ada yang bisa kau dapat tanpa peluh dan keringat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun dan bangkitlah&lt;br /&gt;Sebelum yang tersisa hanyalah penyesalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saqor Qurais,Cairo,Egypt&lt;br /&gt;26 september 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-6172441533108121694?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6172441533108121694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6172441533108121694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/surat-istimewa.html' title='Surat Istimewa'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-4474015712789075583</id><published>2008-09-28T16:48:00.000-07:00</published><updated>2008-09-28T16:50:27.242-07:00</updated><title type='text'>Satu Hati</title><content type='html'>Aku suka berbicara cinta&lt;br /&gt;Saat hati tak bisa berbicara&lt;br /&gt;Kala embun memberi kesejukan&lt;br /&gt;Membasahi ubun-ubun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mengalir tak pernah bercerita&lt;br /&gt;Ia mengitari seluruh penjuru&lt;br /&gt;Melangkah pasti mengikuti arus&lt;br /&gt;Tanpa henti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada siapa aku bertanya&lt;br /&gt;Tentang hati yang belum pasti&lt;br /&gt;Hingga akhirnya aku sadar&lt;br /&gt;Semuanya hanya teka-teki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teka-teki ilahi&lt;br /&gt;Yang menguasai segala hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saqor qurais,cairo,Egypt&lt;br /&gt;26 september 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-4474015712789075583?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4474015712789075583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/4474015712789075583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/satu-hati.html' title='Satu Hati'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-8055647658658659737</id><published>2008-09-21T15:43:00.000-07:00</published><updated>2008-12-28T05:45:07.606-08:00</updated><title type='text'>Bingkisan Sederhana Ibu Pertiwi</title><content type='html'>Tanah airku sedang ditimpa berbagai cobaan. Gempa Bumi, Banjir, Tanah longsor, Kebakaran, Kerusakan hutan seakan menjadi jadwal tahunan. Belum lagi masalah birokrasi yang cukup membingungkan. Yang paling menyesakkan dada adalah masalah Akhlaq. Dimana seseorang susah membedakan mana yang benar dan salah karena sudah menjadi budaya. &lt;br /&gt;Kalau boleh ambil metafora, luka berbalut perban yang menjadi makin parah karena terkena gesekan keras. Berbagai macam masalah timpang tindih datang. Baik dari luar, dalam, maupun permasalahan yang dibuat sendiri. Seakan sudah akrab dengan semua itu bahkan menjadi karib sepanjang hari. Kapan dan siapa yang akan mengakhiri semua ini?&lt;br /&gt;Sementara itu, anak-anak bangsa tersebar diseluruh penjuru bumi guna menuntut ilmu. Dengan harapan akan kembali ke pangkuan ibu pertiwi dengan segudang pengalaman dan pengetahuan yang bisa diterapkan guna membangun masyarakat madani yang taat pada negara dan agama. Yang kemudian mampu mengantarkan bangsa Indonesia pada kemajuan.&lt;br /&gt;Di sela-sela hijrahnya anak-anak bangsa itu tersentak dengan berbagai cobaan dan musibah yang menimpa tanah airnya. Dari berbagai media masa mereka menyaksikan apa yang sedang menimpa tanah air mereka. Sehingga dalam kepenatan dan kesedihan mereka berteriak seraya berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Apa yang bisa kulakukan untukmu Ibu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu pertiwi sembari melepas senyumnya berucap:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak..cukuplah kau belajar yang rajin dan tekun itu sudah membuat ibu bahagia. Usahlah kau hiraukan apa yang menimpa ibu. Insyallah ibu akan tabah menghadapi semua ini. Nak...singsingkan lengan bajumu dan buktikan pada dunia bahwa sebenarnya kita juga mampu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cucuran air mata haru membasahi pipi mereka setelah mendengar jawaban sang ibu. Lalu serentak berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siap bu, kami akan ingat slalu pesan ibu. Doa kami akan slalu menyertaimu. Selamat berjuang ibuku sayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban tersebut, Ibu pertiwi tersenyum lega walau harus memikul beban yang teramat berat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-8055647658658659737?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/8055647658658659737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/8055647658658659737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/indonesia-saat-ini-sedang-ditimpa.html' title='Bingkisan Sederhana Ibu Pertiwi'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-1838125913246192677</id><published>2008-09-14T04:11:00.000-07:00</published><updated>2008-09-14T04:13:14.257-07:00</updated><title type='text'>Sobat</title><content type='html'>Seuntai doamu sangat berguna bagiku&lt;br /&gt;Setetes peluhmu akan kukenang slalu&lt;br /&gt;Air mataku membuatku haru&lt;br /&gt;Senyumu adalah kebahagiaanku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-1838125913246192677?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1838125913246192677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1838125913246192677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/sobat.html' title='Sobat'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-3033148276532932620</id><published>2008-09-09T08:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T08:24:06.909-07:00</updated><title type='text'>Ya Robb...</title><content type='html'>Tuhan…&lt;br /&gt;Mataku bigung melihat berbagai macam corak warna&lt;br /&gt;Juga silau oleh kemilau&lt;br /&gt;Telingakupun terkoyak oleh jutaan jenis suara&lt;br /&gt;Jiwaku mati oleh andai dan angan&lt;br /&gt;Hidung juga ikut tersendat karena aneka wewangian&lt;br /&gt;Tak luput mulutpun sukar untuk berbicara&lt;br /&gt;Menghilangkan rasa&lt;br /&gt;Mengumbar asa&lt;br /&gt;Semua itu membutakan qolbu&lt;br /&gt;Jiwaku terkapar ditengah kegelapan cahaya&lt;br /&gt;22:30,23-11-2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-3033148276532932620?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudasning.blogspot.com/feeds/3033148276532932620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34659783898626769&amp;postID=3033148276532932620' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/3033148276532932620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/3033148276532932620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/ya-robb.html' title='Ya Robb...'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-5090451373692230420</id><published>2008-09-09T08:18:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T08:19:05.266-07:00</updated><title type='text'>Senyum</title><content type='html'>Cegah tangismu sebelum ia meredam&lt;br /&gt;Sebab akan menimbulkan kekecewaan mendalam&lt;br /&gt;Lantas raihlah tawamu sehingga kau tersenyum&lt;br /&gt;Senyum bukanlah suatu yang diperjualbelikan&lt;br /&gt;Tetapi harus diperjuangkan.&lt;br /&gt;Senyum adalah simbol&lt;br /&gt;Yang melambangkan keberhasilan dan kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rob'ah El-Adawea&lt;br /&gt;2-1-2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-5090451373692230420?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudasning.blogspot.com/feeds/5090451373692230420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34659783898626769&amp;postID=5090451373692230420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/5090451373692230420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/5090451373692230420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/senyum.html' title='Senyum'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-5428038710090059671</id><published>2008-09-09T08:00:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T08:01:43.265-07:00</updated><title type='text'>Maaf Cintaku</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari hampir menampakkan cahayanya dengan sempurna. wajah eloknya baru terlihat setengah dipermukaan. Pencaran sinar warna keemasan semakin menghiasi bumi. Seakan-akan tersenyum dan melambaikan tangan pada pulau yang hijau nan asri . Apalagi ditambah dengan bayground gunung tinggi dan beberapa bukit membuat panorama semakin tak bisa dilukiskan dengan kata. Begitu indah karya tuhan yang tidak ada sekutu bagiNya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jalan Mandalika pagi itu masih terlihat agak renggang. Hanya beberapa kendaraan saja yang berlalu lalang dengan cepat seakan-akan ada yang dikejar. Mobil-mobil angkot dan beberapa tukang ojek yang rapi dengan jaket dan helm tutupnya mulai bermunculan dari arah utara. Ada yang membawa penumpang ada yang padat dengan barang,tetapi ada juga yang kosong tanpa penumpang dan barang. Semua menuju ke satu arah yang tampak ramai manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa bus besar berjajar rapi di halaman yang memiliki luas sekitar 100 meter persegi. Pada pintu masuk tertempel sebuah tulisan besar Terminal Mandalika. Masing-masing bus memiliki tanda yang berbeda pada punggungnya. Ada yang bergambar berugak berkolaborasi dengan borobudur bertuliskan Karya Jaya. Ada yang beragambar binatang dan bertuliskan Safari Darma Raya. Dan banyak lainnya. Tertempel di depannya tulisan kecil, Mataram-Denpasar-Surabaya. Ada juga Mataram_Denpasar-Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia masih asyik duduk menikmati kopi dan sepiring pisang goreng hangat yang berasalkan kertas putih sejenis bulletin. Itu memang bulletin dakwah Al-Furqon yang terbit perpekan. Karena dihalaman atas tertulis rubrik kajian . Suara tegukan kopinya mengisyaratkan bahwa kopi ini memang nikmat. Dari sudut warung terminal, matanya menggerayang ke semua arah keramaian sambil sesekali menghisap rokoknya yang hampir habis terkikis api. Kemudian mengepulkan asapnya keatas menyelinap melalui plapon yang terbuat dari asbes. Kembali ia teguk kopinya. Sambil meluruskan pandangannya kedepan. Tepat pada pisang goreng yang beralaskan kertas sejenis bulletin tadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cipto begitu orang biasa menyapanya. Laki-laki paruh baya yang memiliki badan cukup padat. Kaos singlet yang ia gunakan mempertontonkan Lekukan tubuhnya yang kekar. Lengan kanan ada gambar tattoo naga sang penguasa. Dileher sebelah kiri tampak jahitan luka seperti bekas sabetan benda tajam. Matanya agak sayu seperti seorang pecandu alcohol dan narkoba.&lt;br /&gt;Kini matahari sudah berada beberapa jengkal diatas gunung. Jika dilihat dari jantung kota seakan tergantung tanpa tali dan perekat diantara gunung dan langit biru. Panas terik sudah mulai terasa. Terminal disesaki banyak orang yang rata-rata membawa tas. Beberapa bus sudah ada yang berangkat sesuai jadwal pemberangktan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cipto beranjak bangun dari duduknya. Berdiri memandang ke deretan bus yang masih kosong penumpang. Ia hisap rokoknya dalam-dalam lantas membanting ke tanah dan menginjaknya. Melangkah dengan dada membusung ke arah deretan bus. Disantroninya satu persatu seperti layaknya seorang polisi yang sedang mencari teroris. Para supir dan kernet bus yang sudah mengenalnya, hanya tersenyum menyapa dengan seidikit hormat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kali ini ia tersenyum mesra sambil mengangguk melihat seorang pemuda menyeret koper kecil dengan tangan kiri,dan tas jinjing di tangan kanan memasuki sebuah bus tujuan Surabaya yang masih kosong penumpang. Dari gelagatnya tampak kalau pemuda itu bukan asli penduduk kota ini. Pemuda itu terlihat begitu lelah dan kebingungan mencari bus. Raut wajahnya menggambarkan kalau ia belum tidur semalamam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;kesempatan emas bagi Cipto. Tanpa buang-buang waktu ia hampiri pemuda yang sedang istirahat duduk di bangku tengah sebelah kiri.&lt;br /&gt;Siang Mas…sapanya pada pemuda tadi&lt;br /&gt;Siang juga…jawab pemuda itu dengan berusaha membuka matanya yang hampir terpejam dengan sempurna.&lt;br /&gt;Ada yang saya bisa Bantu?. Tanya pemuda tersebut&lt;br /&gt;Tanpa basa-basi Cipto berkata: Aku ingin duitmu.&lt;br /&gt;Pemuda tadi begitu kaget mendengar permintaan Cipto. Ia sudah berfirasat kalau dia sedang dalam keadaan bahaya. Ia sedang berhadapan dengan seorang preman terminal. Tidak mungkin seorang normal meminta uang dengan cara seperti itu. Tapi Ia berusaha menyembunyikan ketakutan dan kekhawatirannya.&lt;br /&gt;Aku g punya duit. Uangku hanya cukup buat ongkos sampai Surabaya. Ia jawab dengan ramah dan sopan. Kalau Cuma Rp5000 aku punya. Lanjutnya.&lt;br /&gt;Hahaha…Cipto tertawa terbahak-bahak dengan mulut terbuka. Tetapi seketika Ia terdiam dan memandang pemuda itu kembali dengan wajah sangat tidak bersahabat.&lt;br /&gt;Hei…anak muda aku sudah cukup sabar denganmu. Sekali lagi aku ulangi,tolong berikan aku isi dompetmu&lt;br /&gt;Pemuda itu semakin katakutan. Rasa lelah dan kantuknya hilang seketika. Perilakunya serba salah. Ia menengok ke depan dan belakang tidak ada satupun orang terlihat yang bisa dimintai bantuan.&lt;br /&gt;Maaf bang,uangku hanya cukup buat ongkos sampai Surabaya.&lt;br /&gt;Serahkan dompetmu,ucap tejo dengan nada lebih kasar&lt;br /&gt;Pemuda tadi masih saja bertahan dengan pendiriannya. Ia tetap tidak mau memberikan dompetnya pada Cipto.&lt;br /&gt;Oh….kalau itu yang kau inginkan baiklah. Ujar Cipto sambil mengeluarkan sebilah pisau kecil dari kantungnya dan mengarahkan tepat diperut sang pemuda.&lt;br /&gt;Mau serahkan atau tidak?aku berikan kau kesempatan sekali lagi.&lt;br /&gt;Pemuda itu diam membisu tidak memberikan jawaban apapun. Seakan dia pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya.&lt;br /&gt;Hei…kau punya mulut apa tidak?jawab pertanyaanku&lt;br /&gt;Ia tetap saja tidak menjawab. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;Cipto sudah kehilangan kesabaran. Tangan kirinya kini memegang leher baju sang pemuda. Tangan kanannya sudah siap untuk menancapkan sebilah pisau kecil pada perut pemuda.&lt;br /&gt;Pemuda itu tetap diam dan pasrah tidak melawan sedikitpun. Aku hitung sampai tiga,ucap Cipto memberi aba-aba.&lt;br /&gt;Satu…dua…&lt;br /&gt;Pemuda itu memejamkan mata&lt;br /&gt;Ti…ga…&lt;br /&gt;Brukk….suara sebuah pisau tertancap.&lt;br /&gt;Tidak…ucap Cipto keras.&lt;br /&gt;Sungguh mengherankan Cipto kali ini terlihat begitu gugup. Keringatnya bercucuran begitu deras membasahi kaos singletnya. Tidak seperti biasanya. Ia terkenal sangat sadis tidak pernah memberi ampun bagi yang membantahnya. Dalam 2 minggu ini saja Cipto telah menusuk 2 orang mangsanya yang sukar memberikan apa yang ia inginkan. Tetapi alhamdulillah masih bisa tertolong. Bahkan bulan Februari lalu ada seorang kakek Ia tusuk sampai tak bernyawa karena berteriak dan melawan. Tetapi Cipto tetap bisa menghirup udara segar tanpa berurusan dengan polisi.&lt;br /&gt;Ia berteriak seraya memandang ke langit-langit bus&lt;br /&gt;Tidak…tidak…tidak…&lt;br /&gt;Pemuda itu kaget mendengar teriakan Cipto. Ia tidak melihat sedikit lukapun ditubuhnya. Ternyata pisau itu tertancap pada busa kursi bus.&lt;br /&gt;Cipto memandang kesana kemari dan berteriak tidak…tidak…persis seperti seorang yang sedang kesurupan. Jangan bunuh ibuku jangan bunuh Adikku teriak Cipto lagi.&lt;br /&gt;Pemuda yang tadinya takut dan ingin berlari dari Cipto kini balik merasa iba dan kasihan melihat tingkah Cipto seperti seorang yang sedang kesurupan. Dipeluknya pemuda tadi sambil sesenggukan menangis.&lt;br /&gt;Maafkan aku…maafkan aku…&lt;br /&gt;Pemuda itu hanya diam bingung dengan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;Maafkan aku anak muda…aku janji tidak akan menggangumu lagi dan tidak akan menganggu siapapun.&lt;br /&gt;Lantas Cipto menceritakan apa yang ia alami. Ia teringat pada sebuah hadist yang tanpa ia baca dari sobekan bulletin saat makan pisang goreng pagi tadi. Hadist seorang pemuda yang meminta izin kepada Rasul akan berbuat zina. Lalu Rasul berkata kepada pemuda itu,bagaimana jika yang kau zinai itu ibumu?bagaimana jika yang kau zinai itu adikmu?bagaimana jika yang kau zinai itu bibimu?.&lt;br /&gt;Itulah yang membuatku tidak tega menusukkan pisau padamu. Aku terbayang akan ibu dan adik kesayanganku Bagaimana jika hal itu menimpa mereka&lt;br /&gt;Maafkan aku...maafkan aku...&lt;br /&gt;Cipto sudah bertaubat. Ia berjanji tidak akan melakukan kejahatan apapun lagi.&lt;br /&gt;Aku akan menyayangi orang lain sebagaimana aku menyayangi diriku sendiri dan keluargaku. Maafkan aku tuhan ucapnya sambil meneteskan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah Ahmad Jazri&lt;br /&gt;El-Damardesh,Cairo,Egypt&lt;br /&gt;24-08-2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-5428038710090059671?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudasning.blogspot.com/feeds/5428038710090059671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34659783898626769&amp;postID=5428038710090059671' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/5428038710090059671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/5428038710090059671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/maaf-cintaku.html' title='Maaf Cintaku'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-850008766034094083</id><published>2008-09-09T07:42:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T07:43:47.647-07:00</updated><title type='text'>Arti Cinta</title><content type='html'>Tanpa cinta aku tak bisa berkata&lt;br /&gt;Tanpa cinta aku tak bisa berbuat apa-apa&lt;br /&gt;Tanpa cinta aku akan lupa segalanya&lt;br /&gt;Tanpa cinta aku akan berbuat semaunya&lt;br /&gt;Tanpa cinta aku tak akan pernah ada&lt;br /&gt;Cinta adalah karunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6-8-2008&lt;br /&gt;Saqor Qurays&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-850008766034094083?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudasning.blogspot.com/feeds/850008766034094083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34659783898626769&amp;postID=850008766034094083' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/850008766034094083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/850008766034094083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/arti-cinta.html' title='Arti Cinta'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-205560529337428527</id><published>2008-09-09T07:14:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T07:16:35.752-07:00</updated><title type='text'>Hamba tuhan</title><content type='html'>Dunia kita sebatas dunia kertas&lt;br /&gt;Yang kerap kita tulis dengan tinta air mata&lt;br /&gt;Tentang tangis yang belum lunas kita tebus dengan tawa&lt;br /&gt;Atau dosa yang belum aus kita kikis dengan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia akan tetap bungkam&lt;br /&gt;Hingga jiwa menyadari&lt;br /&gt;kita hanyalah sekumpulan mani&lt;br /&gt;Yang akan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30-12-0&lt;br /&gt;B-John and dayat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-205560529337428527?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudasning.blogspot.com/feeds/205560529337428527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34659783898626769&amp;postID=205560529337428527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/205560529337428527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/205560529337428527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/hamba-tuhan.html' title='Hamba tuhan'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-1086332194158339502</id><published>2008-09-09T07:09:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T07:38:05.551-07:00</updated><title type='text'>Lebih Dari Kanker Hati</title><content type='html'>Kau tersenyum melihat saudaramu menjerit kesusahan&lt;br /&gt;Begitu gembira melebihi seakan menemukan dompetmu yang hilang bartahun-tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau slalu saja menganggap diri terhebat,terkuat,terkaya,dan ter…&lt;br /&gt;Padahal syetan sedang bertepuk merayakan kesuksesannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau begitu bangga dan ingin dikatakan pintar atau ilmuan&lt;br /&gt;Saat itulah kau berada pada jurang terdalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau begitu dongkol melihat saudaramu mendapat karunia&lt;br /&gt;Diatas kedongkolan orang yang rugi dagang hingga bangkrut&lt;br /&gt;Lantas kau begitu gencar bagaimana agar semua karunia itu hilang darinya&lt;br /&gt;Apapun kau lakukan walau harus main belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tak pernah berusaha untuk mencoba bagaimana menghormati orang&lt;br /&gt;Sedangkan kau slalu saja ingin dihormati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tak mau merasakan menjadi orang tertindas dan terdzolimi&lt;br /&gt;Namun perilakumu kebanyakan mendzolimi orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar kau…&lt;br /&gt;Slalu ingin enaknya saja&lt;br /&gt;Tetapi tidak rela jika itu ada pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saqor quryis ,H10,Cairo,Egypt&lt;br /&gt;1 september 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-1086332194158339502?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudasning.blogspot.com/feeds/1086332194158339502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34659783898626769&amp;postID=1086332194158339502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1086332194158339502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1086332194158339502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/lebih-dari-kanker-hati.html' title='Lebih Dari Kanker Hati'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-1794629499438728780</id><published>2008-09-08T08:39:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T08:42:17.225-07:00</updated><title type='text'>Menulis? Buat Apa?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih terekam jelas apa yang disampaikan oleh Sekjen Depag saat berkunjung ke Kairo bulan Agustus 2006 lalu. Disela Dialognya beliau menceritakan sedikit pengalaman berharga yang diperoleh dari Prof.B.J Habibie mantan presiden ke-tiga RI saat beliau menimba ilmu di USA dulu. Beliau berkata ”bahwa sebatang alumunium yang belum berbentuk tidak akan berarti apa-apa dan memiliki harga yang sangat murah bila dijual. Tetapi saat alumunium itu sudah terbentuk pesawat maka itu akan berharga sangat mahal. Beratus bahkan beribu kali lipat dari harga semula”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah berlebihan jika kita meminjam penggalan ungkapan diatas dan mengganti kata pesawat dengan kata huruf atau kalimat.sehingga menjadi seperti ini:sebuah huruf atau kalimat yang belum berbentuk tidak akan memiliki banyak arti dan tak berharga apa-apa.tetapi huruf atau kalimat itu akan memiliki arti dan manfaat yang besar saat terbentuk tulisan yang rapi dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit mengintip peranan dunia tulis-menulis di kancah global saat ini, ia memiliki porsi yang sangat besar pada setiap lini kehidupan. Berperan sebagai penyampai informasi dan berita. Baik pada sector ekonomi, social,budaya, lebih-lebih pada medan dakwah. Hal ini dipicu oleh media komunikasi dan informasi yang kian maju dari hari ke hari.sehingga menjadikan dunia tulis menulis suatu media yang sangat menjajikan untuk dikembangkan dan ditekuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi jika kita berbicara mengenai medan da’wah. Jelas tulis-menulis merupakan media yang sangat produktif. Di zaman yang serba teknologi ini, dakwah bil-qoul saja tidak akan cukup, karena ia hanya mencakup orang sekitar yang hadir atau mendengarkan saat itu. Namun jika hal itu ditopang dengan tulisan maka akan menggurita dan menyebar ke masyarakat luas. Mulai yang berdomisili di daerah perkotaan hingga pelosok desa bahkan akan menyebar ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kata menulis bukanlah ungkapan yang asing buat kita semua. Sejak sekolah dasar bahkan taman kanak-kanak kita telah mendengar, bergulat, dan belajar menulis. Masalahannya, kita slalu saja membicarakan bagaimana menulis tanpa mencoba untuk menulis.Pada pelajaran bahasa Indonesia telah banyak kita mempelajari tehnik-tehnik penulisan,macam tulisan,kaidah penulisan. Cuma saja itu tak akan berarti jika tidak ada aplikasi.  Teori hanyalah teori yang tidak akan menjadi kenyataan kecuali dengan aplikasi. ”there is no point in theory without practice”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna membangkitkan gairah tulis-menulis diantara kita, insyallah akan banyak manfaatnya jika kita menyebutkan beberapa manfaat menulis. Diantara beberapa manfaat menulis:&lt;br /&gt;1.Menulis adalah salah satu langkah untuk menuju kepada keabadian.&lt;br /&gt;Sebagaimana tabi’at manusia,bahwa ia akan mati. Tak ada satupun manusia yang akan hidup kekal selamanya. Tetapi beda halnya dengan tulisan. Ia akan kekal abadi seiring berjalannya zaman. Selama masih utuh dan terjaga&lt;br /&gt;2.Islam mengajarkan kita untuk slalu membaca dan menulis&lt;br /&gt;Jika kita telaah dan merenungkan kembali kandungan ayat-ayat Al-quran, maka akan kita temukan bahwa ayat yang pertama kali turun memerintahkan kita untuk membaca dan selanjutnya menyebutkan perangkat menulis. hal ini menunjukkan betapa pentingnya arti membaca dan menulis dalam islam. &lt;br /&gt;2.Menulis itu berarti menata pikiran.seringkali kita mengatakan ungkapan seperti ini:”saya sebenarnya punya banyak ide Cuma saja…” .Sebenarnya permasalahannya satu.Yaitu menata ide-ide cemerlang itu.Dan hal itu tak lain kecuali dengan menulis.&lt;br /&gt;4.Menulis itu menyehatkan.&lt;br /&gt;Menulis hal-hal yang positif akan memberikan kesehatan jasmani dan rohani. Secara rohani, seorang yang menulis akan memiliki pikiran yang jernih dan sehat.&lt;br /&gt;5.Membantu mendapatkan dan mengingat informasi baru.&lt;br /&gt;Menulis kembali info dan pengetahuan yang didapat merupakan sebuah teori belajar yang sangat efektik. Seseorang akan berfikir dan berusaha menulisnya kembali dalam sebuah tulisan. Jelas itu akan membantu mengingat dan memperkuat informasi dan pengetahuan yang ia dapat. Sebagai mana sifat ilmu, semakin banyak diulang, maka akan semakin kokoh daya ingat kita akan hal itu.&lt;br /&gt;6.meniru Tradisi para ulama.&lt;br /&gt;Setidaknya kita saat ini menjadi saksi sejarah masa lalu. Bagaimana para ulama terdahulu begitu gigih dan bersemangat dalam belajar dan menulis. sehingga saat ini bisa  kita temukan khazanah buku klasik yang secara jumlah dan kualitas sangat fantastis. Ini merupakan suatu bukti nyata mereka memiiki tradisi membaca dan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By:D-yat&lt;br /&gt;17-Agustus-2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-1794629499438728780?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudasning.blogspot.com/feeds/1794629499438728780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34659783898626769&amp;postID=1794629499438728780' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1794629499438728780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1794629499438728780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/menulis-buat-apa.html' title='Menulis? Buat Apa?'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-5089989275074509008</id><published>2008-09-07T13:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T13:31:16.510-07:00</updated><title type='text'>Sepintas Tentang Materialisme</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Istilah materialis dan materialisme adalah suatu ungkapan yang tidak asing lagi ditelinga kita. Terlebih bagi para mahasiswa yang telah banyak bergelut dalam bidang pemikiran. Begitu besar pengaruh paham ini dalam kehidupan manusia sehingga banyak mempengaruhi peta pemikiran manusia yang seharusnya hidup berdampingan secara damai dalam satu payung dunia,tetapi pemikiran ini berdampak sebaliknya bagai racun yang menyebar dan mematikan sendi-sendi kehidupan lantas menghilangkan kemanusiaan seseorang.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Pemikiran ini walau kerapkali dihiasi dengan komposisi yang nampak indah dan memukau,tetapi kenyataannya mengandung unsur-unsur yang mematikan bagi persendian kehidupan individu dan sosial. Yang berawal dari menafikan adanya tuhan dan berujung pada penghalalan segala cara guna mencapai suatu tujuan. Kendatipun harus ditempuh dengan cara saling membunuh antar sesama. Karena para penganut paham ini tidak mengakui adanya tuhan dan hari kebangkitan. Yang ada dibenak mereka hanyalah dunia dan kenikmatan.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Mengenal suatu pemikiran bisa ditelusuri melalui dampak yang telah dirasakan ditengah masyarakat. Dari skala yang terkecil yaitu keluarga hingga skala terbesar dunia.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Sebagaimana suatu pembahasan ilmiah yang baik,harus berpegang pada metode yang yang baik pula. Diantara cirinya yaitu membatasi objek pemahaman,lalu kemudian memberikan definisi yang sesuai. Supaya ada keterikatan antara isi dan tema. Maka untuk mengawali pembahasan ini kita mulai dengan memberikan defenisi paham materialis. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Definisi materialisme&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Secara etimologi(secara bahasa)&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family: arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Kata materialisme terdiri dari kata materi dan isme. Dalam kamus besar bahasa indonesia materi adalah bahan;benda;segala sesuatu yang tampak.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family: arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Masih dari kamus yang sama disebutkan bahwa materialis adalah pengikut paham (ajaran) materialisme atau juga orang yang mementingkan kebendaan(harta,uang,dsb).&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-family: arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Materialisme adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indra. Ini sesuai dengan kaidah dalam bahasa indonesia. Jika ada kata benda berhubungan dengan kata isme maka artinya adalah paham atau aliran.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Definisi materialisme &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Materialis adalah paham yang hanya bersandar pada materi(ma’dah) yang tidak meyakini apa yang ada di balik alam ghaib. Tidak meyakini alam ghaib berarti tidak meyakini adanya kekuatan yang menguasai alam semesta ini. Dan hal ini secara otomatis menafikan adanya tuhan sebagai pencipta alam semesta. Karena menurut paham ini, alam beserta isinya berasal dari satu sumber yaitu materi(ma’dah). &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Pemikiran ini sama halnya seperti atheisme dalam bentuk dan substansinya yang tidak mengakui adanya tuhan secara mutlaq. Para penganut paham ini menolak agama sebagai hukum kehidupan manusia. Mereka lebih mengedepankan akal sebagai sumber segala hukum. Pada akhirnya prinsip ini melahirkan suatu ideologi bahwa hukum hanyalah apa yang bisa diterima oleh akal. Padahal kita ketahui bahwa hasil pemikiran manusia bersifat relatif. Dalam artian bisa salah dan benar.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Atheisme dan materialis memiliki ikatan yang sangat erat yang tidak bisa dipisahkan antara keduanya. Yaitu tidak mengakui adanya tuhan. Karena mereka mengingkari alam ghaib.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;KARAKTERISTIK DAN CIRI-CIRI PAHAM MATERIALIS&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Secara global,ciri-ciri paham ini bisa kita klarifikasikan. Setidaknya ada 5 dasar ideologi yang dijadikan dasar keyakinan paham ini:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:13;"  lang="IN"&gt;· &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Segala yang ada(wujud) berasal dari satu sumber yaitu materi(ma’dah).&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:13;"  lang="IN"&gt;· &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Tidak meyakini adanya alam ghaib&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:13;"  lang="IN"&gt;· &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Menjadikan panca-indra sebagai satu-satunya alat mencapai ilmu&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:13;"  lang="IN"&gt;· &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Memposisikan ilmu sebagai pengganti agama dalam peletakkan hukum&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:13;"  lang="IN"&gt;· &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:13;"&gt;Menjadikan kecondongan dan tabiat manusia sebagai akhlaq.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:13;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-5089989275074509008?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudasning.blogspot.com/feeds/5089989275074509008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34659783898626769&amp;postID=5089989275074509008' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/5089989275074509008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/5089989275074509008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/sepintas-tentang-materialisme.html' title='Sepintas Tentang Materialisme'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-6533724020003275316</id><published>2008-09-07T13:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T13:17:22.570-07:00</updated><title type='text'>Konsep Kepemilikan Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;PROLOG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Harta bukanlah satu-satunya jalan guna mewujudkan kebahagiaan dalam kehidupan. Memang tidak salah jika dikatakan bahwa kebahagiaan tidak slalu identik dengan harta. Tetapi jelaslah salah jika seorang manusia enggan bahkan tidak mau berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena hal ini erat kaitannya dengan kelangsungan hidupnya di dunia ini. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;    Diutusnya manusia di dunia ini guna mengemban amanah suci yaitu sebagai khalifah. Dan jelas bahwa ini semua memerlukan bekal yang cukup guna memenuhi kelangsungan hidupnya. Baik kebutuhan yang bersifat materi dan non-materi. Sehingga ia tidak merasa kekurangan dan tidak pula tergantung kepada orang lain. Yang pada akhirnya ia akan merasa tenang beribadah kepada sang pencipta dalam menjalankan visi dan misinya sebagai khalifah dimuka bumi.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berangkat dari itu semua,makalah singkat ini penulis beri judul “konsep kepemilikan dalam islam”. Yang selama ini islam dipandang seakan memisahkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Padahal kenyataannya tidaklah seperti itu. Islam sangatlah menganjurkan umatnya untuk bekerja keras guna mewujudkan kebahagiaan. Bahkan mencela mereka yang menganggur dengan sengaja. Dalam makalah ini dipaparkan secara jelas bagaimana islam memandang kepemilikan dari harta dan benda. Faktor penyebab adanya kepemilikan dan cara meraih harta sebagaimana digariskan oleh ajaran islam.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;KEPEMILIKAN DALAM ISLAM&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sejarah kepemilikan&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Istilah kepemilikan telah ada dan muncul sejak adanya manusia pertama di muka bumi ini. Saat itu, makna kepemilikan tidak lebih dari sekedar penggunaan sesuatu guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada masa awal ini manusia belum berfikiran untuk menyimpan apa yang ia miliki. Ini disebabkan penghuni bumi saat itu masih sedikit dan kebutuhan hidup sangat melimpah. Sehingga pada saat itu,kepemilikan terhadap sesuatu hanyalah penggunaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena kebutuhan hidaup sangat mudah didapat.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Seiring dengan berjalannya waktu, sedikit demi sedikit jumlah bani adam mulai bertambah dan memenuhi penjuru bumi. Dimulailah persaingan guna mencukupi kebutuhan hidupnya. Hal ini terjadi setelah bertambahnya populusi. Dan dilain sisi setiap orang ingin memenuhi kebutuhan dengannya. Maka sejak ini mulai pergeseran makna kepemilikan yang awalnya hanya penggunaan untuk memenuhi kebutuhan hidup,menjadi kewenangan dan kekuasaan. Maka mulai saat inilah muncul istilah &lt;i&gt;kepemilikan pribadi.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam waktu yang sama manusia muncul dalam bentuk keluarga, jamaah,dan kabilah. Dan seorang manusia tidaklah hidup kecuali secara jamaah bermasyarakat. Karena tidak ada alternatif lain dalam kelangsungan kehidupan seseorang kecuali bergabung dalam komunitas masyarakat. Darinya muncul istilah &lt;i&gt;kepemilikan bersama&lt;/i&gt;. Dimana tidak ada hak wewenang pribadi dalam memanfaatkannya melainkan digunakan bersama oleh setiap anggota masyarat.seperti: jalan raya,jembatan,sungai,gunung dll. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Definisi kepemilikan menurut ulama syiari’ah&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kepemilikan dalam syariat islam adalah kepemilikan terhadap sesuatu sesuai dengan aturan hukum,dan memiliki wewenang untuk bertindak dari apa yang ia miliki selama dalam jalur yang benar dan sesuai dengan hukum. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Melihat makna defenisi ini jelaslah bahwa kepemilikan dalam islam berbeda dengan apa yang ada pada paham-paham lainnya. Seperti halnya aliran kapitalis yang memandang makna kepemilikan sebagai kekuasaan seseorang yang tak terbatas terhadap sesuatu tanpa ada pada orang lain. Inilah perbedaan yang mendasar antara konsep kepemilikan pada islam dan yang paham lainnya yaitu harus berada pada jalur koridor yang benar sebagaimana diperintahkan oleh Allah.swt oleh. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;FAKTOR PENYEBAB ADANYA KEPEMILIKAN&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Disadari bahwa kehidupan manusia tidaklah akan berjalan lancar dengan baik kecuali setelah mendapatkan apa yang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya dari harta benda. Maka dalam kehidupan,harta adalah sesuatau yang lazim dan wajib bagi semua manusia sejak pertama diciptakan dimuka bumi ini. Dikatakan bahwa manusia pertama yang menggunakan mata uang dinar dan dirham adalah Adam. Adam berkata:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;لا تصلح المعيشة الا بهما&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;        Artinya:&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;tidaklah berjalan dengan baik suatu kehidupan tanpa keduanya yaitu dinar dan dirham”.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jika kehidupan manusia terikat oleh harta,maka secara otomatis,wajiblah baginya bersungguh-sungguh dan jujur dalam mencapainya. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah.swt melalui rasulNya.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Faktor penyebab adanya kepemilikan dalam islam:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1.Tidak menggantungkan hidup kepada orang lain.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Yang dimaksudkan dalam hal ini adalah tidak adanya ketergantungan materi dan mengaharap belas kasih orang lain. Karena islam memandang hina mereka yang hanya mengantungkan hidupnya kepada orang lain tanpa mau berusaha untuk memenuhi kehidupannya sendiri. Rasulullah bersabda:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;عليك باالاياس مما في ايدي الناس&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;”bagimu untuk tidak mengambil apa yang di tangan manusia”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dan melarang kita untuk menengadahkan tangan kepada orang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; lain dengan tujuan meminta. Tergambar dalam ucapannya:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;اليد العليا خير من اليد السفلي&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“tangan yang diatas lebih baik dari tangan yang dibawah” si pemberi lebih baik dari peminta.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;   Diriwayatkan bahwa Lukman a.s berkata kepada anaknya:”wahai anakku jika engkau fakir merasa kekurangan maka minta tolonglah kepada tuhanmu yang maha kuasa. Berdoa dan merendah kepadaNya. Mintalah kepadaNya karunia dan anugerahNya. Maka sesungguhnya tidak ada yang memiliki selain Ia. Dan janganlah engkau meminta kepada manusia. Dengannya kau terlihat rendah dihadapan mereka,sedangkan kau tidak mendapatkan apa-apa”.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hadist dan nash-nash diatas menanamkan pada umat muslim jiwa yang mulia untuk tidak meminta dari apa yang ada di tangan manusia kecuali dengan cara yang di halalkan oleh islam. Dan mendorong mereka untuk mancari yang halal melalui jalan yang telah digariskan oleh islam.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2.Semangat dan merasa tenang dalam beribadah kepada Allah.swt&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 9pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ini bisa dilihat dari bagaimana dengannya seorang muslim bisa menjalankan kewajibannya kepada Allah.swt. yang membutuhkan kejernihan pikiran. Dan ini tidak akan tercapai kecuali dengan memberikan kepada jiwa apa yang memenuhi kebutuhannya. begitu juga seorang muslim dalam menjalankan kewajiban kepada tuhannya&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;selain kesiapan batin juga memerlukan harta materi. karena diantara kewajiban ada yang dalam pelaksanaannya memerlukan harta. Seperti dalam kewajiban berzakat dan ibadah haji kedua itu tidak diwajibkan kecuali kepada mereka yang mampu. Sudah jelas seorang muslim tidak akan mampu melaksanakannya melainkan dengan bekerja yang bisa menghasilkan materi.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Oleh karena itu Ibnu Taimiah berkata bahwa: keimanan seorang muslim tidaklah sempurna kecuali ia mampu memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Karena itu maka kekurangan harta materi merupakan kendala besar bagi seorang muslim dalam mencapai derajat iman yang sempurna.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dari ini bisa disimpulkan bahwa bagi seorang muslim harta tidaklah melainkan sebatas wasilah perantara guna mencapai tujuan-tujuan mulia. Bukanlah seperti apa yang disangka oleh sebagian umat muslim. Bahwa islam adalah pengangguran dan meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi dari harta dan kenikmatan lainnya dengan dalih zuhud,agar lebih tenang dalam beribadah. Lalu kemudian mengasingkan diri dari masyarakat guna mencapai derajat keimanan yang tinggi. Tidaklah seperti itu tetapi islam mendorong dan menganjurkan umatnya untuk slalu berusaha dalam mencari harta guna memenuhi kebutuhan hidupnya dan selanjutnya ia bisa beribadah kepada Allah.swt dengan tenang dan penuh kedamaian tanpa terikat oleh siapapun.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;3.Menolong sesama.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Jika kita cermati kehidupan para sahabat Rasulullah.saw,mereka bersemangat dalam mencari harta guna memenuhi kehidupan dan mengeratkan tali silaturrahmi diantara mereka melalui sodaqoh. Sebagaimana diriwayatkan dari Abdurrahman Bin Auf. Beliau berkata: dengan harta aku menyambung silaturrahmi dan mendekatkan diri kepada Allah.swt. begitu juga Zubair Ibnu Awam berkata: sesungguhnya harta adalah darinya sumber kebaikan,silaturrahmi,nafaqah di jalan Allah.swt,dan kebaikan akhlaq. Selain itu pula padanya kemuliaan dunia dan kelezatannya.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Inilah 3 sebab kepemilikan dalam islam. Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;HARTA DALAM PANDANGAN ISLAM&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Secara etimologi(secara bahasa) &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;   Harta dalam kamus besar Indonesia cetakan balai pustaka disebutkan bahwa harta adalah barang atau uang yang menjadi kekayaan;barang milik seseorang.atau kekayaan berwujud dan tak berwujud yang bernilai dan menurut hukum dimiliki perusahaan.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;    Dalam bahasa arab harta disebut Al-mal yang artinya segala sesuatu yang dimiliki oleh manusia dari pakaian,perhiasan dan kekayaan. Disebutkan juga bahwa Al-mal adalah apa yang dimiliki dari emas dan perak.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Itu sedikit gambaran tentang harta dilihat dari segi bahasa. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;           Definisi harta &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;    Para Ahli fiqh mendefinisikan harta adalah segala sesuatu yang bisa dimiliki dan dimanfaatkan oleh manusia dalam bentuk tertentu sebagaimana yang telah berjalan pada masyarakat. Imam Syafie menambahkan bahwa tidaklah termasuk harta kecuali memiliki nilai jual. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jadi dari kedua definisi diatas jelaslah bahwa syarat yang harus ada dalam harta adalah adanya manfaat dan memiliki nilai jual. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;            Harta dalam islam&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;           Islam sebagai agama yang benar dan sempurna memandang harta tidak lebih dari sekedar anugerah Allah.swt yang dititipkan kepada manusia. Berbeda halnya dengan paham materialis,kapitalis dan aliran lain yang memandang harta sebagai tujuan dari hidup. Sehingga masa hidupnya hanya untuk harta. Yang terdetik dipikiran mereka hanyalah Bagaimana mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.walau dengan jalan yang tidak benar sekalipun.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;            Dibawah ini disebutkan teori islam dalam memandang harta:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 78.75pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;§ &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Harta tidak lebih dari sekedar titipan Allah kepada manusia. Yang akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat kelak.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 78.75pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;§ &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kepemilikan pribadi terhadap sesuatu terikat oleh batasan tertentu. Sehingga seorang manusia tidak dengan mutlak bisa melakukan apa saja yang ia inginkan dari apa yang ia miliki tanpa memperhatikan hak orang lain.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 78.75pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;§ &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dari sebagian harta ada yang bersifat umum yang tidak seorangpun mempunyai hak untuk memilikinya. Melainkan dimanfaatkan guna kemaslahatan bersama. Contoh:jalan raya,jembatan,tempat ibadah.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 78.75pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;§ &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bahwasanya dari harta yang dimiliki ada bagian yang harus dikeluarkan. Diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Inilah yang disebut sebagai zakat dalam islam.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;            METODE MERAIH HARTA DALAM ISLAM&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa Allah adalah pemilik segala yang ada. Tidaklah harta kekayaan yang ada di tangan manusia melainkan&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;hanya titipan Allah.swt. Dialah pemilik kerajaan langit dan bumi. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an :&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;تؤتى الملك من تشاء و تنزع الملك ممن تشاء&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Artinya: Engkau memberi kerajaan kepada siapa yang engkau kehendaki dan mencabut kerajaan dari siapa yang engkau kehendaki.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mencermati makna ayat diatas maka jelaslah bahwa walau manusia memiliki harta yang melimpah,dan berbagai macam perhiasan dari emas dan perak,tidaklah semuanya melainkan hanya milik Allah.swt yang dianugerahkan kepada hambanya. Banyak ayat lain yang menjelaskan tentang hal ini.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;واتو هم من مال الله الذى اتا كم &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 9pt; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Artinya: Dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di ayat lain allah berfirman:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;كلوا من طيبات ما رزقنا كم ولا تطغوا فيه فيحل عليكم غضبى ومن يحلل عليه غضبى فقد هوى&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Artinya: makanlah diantara rizki yang baik yang telah kami berikan kepadamu,dan janganlah melampaui batas padanya,yang menyebabkan kemurkaanku menimpamu,sesungguhnya barang siapa ditimpa oleh kemurkaanku maka binasalah ia.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Islam telah menggambarkan jalan yang suci dan lurus bagi umatnya guna memperoleh harta yang halal dan baik. Dibawah ini disebutkan beberapa cara meraih harta dalam islam:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1.Meraih harta secara langsung dari hasil keringatnya sendiri&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Inilah yang sering di puji oleh islam. Yaitu meraih harta dari jerih payah keringatnya sendiri selama hal itu berada pada koridor yang telah ditentukan oleh Allah.swt. ini adalah cara meraih harta yang paling mulia dalam islam. Sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah.saw ketika dit&lt;/span&gt;a&lt;span style="" lang="IN"&gt;nya oleh seseorang tentang kedudukan harta yang paling mulia:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;اي الكسب اطيب؟قال:عمل الرجل بيده,وكل بيع مبرور.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Artinya: harta apakah yang paling mulia?Rasul berkata:harta seseorang yang dihasilkan dari jerih payah kedua tangannya,dan segala jual beli yang barokah.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Islam adalah satu-satunya agama samawi yang memuliakan pekerjaan bahkan memposisikan pekerjaan sebagai ibadah disisi-Nya. menjadikannya asas dari kebaikan didunia dan akhirat. Banyak ayat dalam al-qur’an dan hadist yang menjelaskan tentang kemuliaan pekerjaan:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada surat Al-Mulk ayat:15 Allah memerintahkan kita untuk berjalan di muka bumi guna meraih kehidupan:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;هو الذى جعل لكم الارض ذلولا فامشوا فى مناكبها وكلو من رزقه,واليه النشور&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Artinya: Dialah yang menjadikan bumi itu mudah buat kamu,maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Mu. Dan hanya kepadaNya kamu kembali (setelah) dibangkitkan. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam surat Al-Muzammil ayat:20 Allah menjelaskan bahwa mencari kehidupan dengan cara bekerja setara kedudukannya dengan berjihad di jalan Allah: &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;واخرون يضربون فى الارض يبتغون من فضل الله,واخرون يقاتلون فى سبيل الله&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Artinya: dan orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah;dan orang yang lain lagi berperang di jalan Allah.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Begitu juga dalam hadist Rasulullah bersabda:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;ما اكل احد طعاما قط خيرا من ان ياكل من عمل يده,و ان نبي الله داود كان ياكل من عمل يده&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Artinya: tidaklah ada yang lebih baik dari apa yang di makan oleh seseorang dari hasil jerih payah tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Daud.AS makan dari hasil kedua tangannya. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2.Harta warisan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam islam harta warisan adalah salah satu jalan yang diperbolehkan guna meraih harta kekayaan. Ini disebut meraih harta secara tidak langsung. Dalam artian si-penerima harta,tidaklah bersusah payah mendapatkannya. Karena itu adalah peninggalan si-mayyit.(ayah atau keluarga dekatnya).&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Merupakan suatu peraturan yang sangat luar biasa,bahwa dalam islam,apa yang ditinggalkan oleh si-mayyit dari harta dan benda adalah menjadi hak milik anak-anak dan keluarga dekatnya. Dibagikan secara adil kepada mereka sesuai dengan apa yang diajarkan oleh islam.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada kesempatan kali ini kita tidak akan membahas masalah hukum waris secara mendalam. Tetapi ada baiknya sedikit digambarkan tentang hikmah adanya hukum waris dan asas pembagian harta waris secara adil dalam islam.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Antara manusia dan harta yang ia miliki mempunyai hubungan,yang dengannya si-pemilik harta bisa bertindak sesuai dengan kehendaknya selama tidak melanggar hak orang lain. Inilah yang disebut dengan kepemilikan. Yaitu memiliki wewenangan untuk bertindak dari apa yang ia miliki. Tetapi ketika hubungan yang mengikat antara si-pemilik harta dengan harta yang ia miliki terputus disebabkan wafatnya si-pemilik,maka harus ada pemilik baru yang menggantikan wewenang kepemilikan harta yang ia miliki. Dan islam menjadikan orang yang paling dekat hubungannya dengan si-mayyit yang menerima wewenang dalam kepemilikan harta si-mayyit. Ini sesuai dengan fitrah manusia. Dalam hal ini yang paling dekat adalah anak dan keluarga terdekat.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Begitu pula halnya dalam pembagian harta warisan. Islam membagi sesuai dengan fitrah kebutuhan manusia. Ada tiga ideologi yang dijadikan landasan pembagian harta waris dalam islam:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1.Islam memberikan harta waris kepada orang terdekat yang memiliki hubungan dengan si-mayyit tanpa membedakan orang tersebut kecil dan besar atau lemah dan kuat.maka dari itu orang terdekat dengan mayyit yang mendapatkan bagian terbanyak dalam warisan.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2.Pembagian harta waris sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Jika kebutuhan terhadap sesuatu itu besar,maka besar pula bagian yang ia dapatkan. Barangkali inilah rahasia di balik bahwa anak mendapatkan bagian yang paling besar. Bahkan lebih besar dari bagian orang tuanya. Selain karena orang tua memiliki hak kepemilikan dalam harta anaknya,juga kebutuhan anak pada harta lebih besar disebabkan mereka akan menghadapi masa depan. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;3.Dalam warisan islam menggunakan istilah pembagian(at-tauzi’)bukan pengumpulan(at-tajmi). Yaitu pembagian warisan. Sehingga harta warisan tidak hanya terfokus kepada satu orang saja,tetapi dibagikan kepada anak,saudara,saudara paman dan seterusnya. Sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah.swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-6533724020003275316?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudasning.blogspot.com/feeds/6533724020003275316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34659783898626769&amp;postID=6533724020003275316' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6533724020003275316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/6533724020003275316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/konsep-kepemilikan-dalam-islam.html' title='Konsep Kepemilikan Dalam Islam'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-1066634607011228192</id><published>2008-09-07T13:02:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T13:04:58.226-07:00</updated><title type='text'>Mohammad Abduh Dan Pembaharuan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial;" id="item_body" class="bodytext" author="istiqomahkapu" author_possessive="istiqomahkapu's"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Riwayat hidup&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Muhammad Abduh lahir pada tahun 1266.H atau 1849.M disebuah distrik bernama sibsyir kota mahallah nasr dari profinsi bakhirhah,Mesir. Dari keluarga berperekonomian menengah yang berprofesi sebagai petani. Beliau belajar Al-quran di rumah ayahnya saat beliau berusia10 tahun. Dan selesai menghafalnya setelah dua tahun. Kemudian ayahnya mengutus beliu ke profinsi thonto guna memperbaiki bacaan tajwid disebuah sekolah al-quran bernama al-jamie al-ahmadi.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Diusianya yang masih remaja Muhammad Abduh dikenal sebagai anak yang tekun dan semangat dalam menuntut ilmu. Hal ini terlihat dari hasil gemilang yang kerap ia peroleh. Kemudian beliau pindah ke Universitas Al-Azhar pada pertengahan syawal 1282.H atau 1862.M guna melanjutkan jenjang pendidikan. Beliau slalu konsisten dan istiqomah menuntut ilmu dari guru-gurunya (suyukh). Hingga ia bertemu dengan syekh Syaid Jamaluddin Al-Afghani pada bulan muharram 1287.H. yang darinya beliau banyak belajar berbagai macam ilmu:ilmu riyadi,filsafat,dan ilmu kalam. Keterikatan beliau dan Jamaluddin Al-Afghani sangatlah erat. Sehingga dalam waktu singkat dampak pemikiran Jamaladdin Al-Afghani tampak jelas pada diri Muhammad Abduh. Banyak buku yang telah dibaca dan dikuasai. Kemudian beliau mulai menulis dan menerbitkan buku. Beliau banyak menulis dalam ilmu mantiq dan ilmu kalam. Ulasan dan pembahasan yang sistematis sampai beberapa mahasiswa memujinya dangan ungkapan: tak pernah sebelumnya aku membaca yang sehebat ini. Sejak itu beliau mulai terkenal. Terlebih setelah beliau mendapatkan sahadah alamiyah dari Al-Azhar pada tahun 1294 H atau 1877 M. Selanjutnya beliu mengajar dibeberapa sekolah.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Pada tahun 1300 H atau 1882 M beliau dideportasi karena dianggap terlibat dalam revolusi arab. Kemudian beliau berdiam di syam. Ditengah masa pengasingannya beliau sempat tinggal di Paris selama sepuluh bulan hingga menerbitkan sebuah jurnal urwatul wusqa bersama guru beliau Jamaluddin Al-Afghani.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Beliau kembali ke Mesir pada tahun 1307 H atau 1889 M dan diangkat menjadi anggota Majlis idaroh Al-Azhar. Kemudian mendapat kedudukan sebagai mufti mesir pada tahun 1317 H atau 1899 M. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Metode Muhammad Abduh dalam pembaharuan&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Dalam melakukan perbaikan Muhammad Abduh memandang bahwa suatu perbaikan tidaklah selamanya datang melalui revolusi atau cara serupa. Seperti halnya perubahan sesuatu secara cepat dan drastis. Akan tetapi juga dilakukan melalui perbaikan metode pemikiran pada umat islam. Melaui pendidikan,pembelajaran,dan perbaikan akhlaq. Juga dengan pembentukan masyarakat yang berbudaya dan berfikir yang bisa melakukan pembaharuan dalam agamanya. Sehingga dengannya akan tercipta rasa aman dan keteguhan dalam menjalankan agama islam. Muhammad Abduh menilai bahwa cara ini akan membutuhkan waktu lebih panjang dan lebih rumit. Akan tetapi memberikan dampak perbaikan yang lebih besar dibanding melalui politik dan perubahan secara besar-besaran dalam mewujudkan suatu kebangkitan dan kemajuan. Sebagaimana telah didefinisikan bahwa pembaharuan(tajdid) adalah kebangkitan dan penghidupan kembali dalam bidang keilmuan islam dan aplikasi sebagaimana pada zaman Rasullullah dan para sahabat. Yang selama ini sempat hilang,terlupakan,bahkan terhapus dari tubuh umat islam. &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Sebagaimana telah diungkapkan oleh Muhammad Abduh bahwa metodenya dalam perbaikan adalah jalan tengah(al-man’haj al-wusto). Dalam hal ini beliau membagi umat islam kepada 2 bagian yaitu:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;1.mereka yang condong kepada ilmu-ilmu agama dan apa yang berhubungan dengan itu semua. Mereka itu yang biasa disebut al-muqallid.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;2.mereka yang condong pada ilmu-ilmu dunia. Yang silau dan kagum akan barat serta berbagai disiplin ilmu yang dimiliki,dan kemajuannya dalam bidang materi.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Metode dalam pembaharuan yang digunakan oleh Muhammad Abduh adalah mengambil jalan tengah antara kedua kelompok diatas. Menyeimbangkan antara kedua jalan tersebut. Yaitu antara kelompok yang berpegang teguh pada kejumudan taqlid dan mereka yang berlebihan dalam mengikuti barat baik itu pada budaya dan disiplin ilmu yang mereka miliki. Sebagaimana yang diungkapan oleh Muhammad Abduh dalam metode pembaharuannya: “sesengguhnya aku menyeru kepada kebebasan berfikir dari ikatan belenggu taqlid dan memahami agama sebagaimana salaful ummat terdahulu”. Yang dimaksud dengan salaful umat di sini adalah kembali kepada sumber-sumber yang asli yaitu al-qur’an dan al-hadist sebagaimana yang dipraktikkan oleh para salafus shaleh terdahulu.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Dampak pemikiran Muhammad Abduh dalam pemikiran islam kontemporer&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Mohammad Abduh adalah seorang pelopor reformasi dan pembaharuan dalam pemikiran islam.Ide-idenya yang cemerlang,meninggalkan dampak yang besar dalam tubuh pemikiran umat islam.beliaulah pendiri sekaligus peletak dasar-dasar sekolah pemikiran pada zaman modern juga menyebarkannya kepada manusia. Walau guru beliau Jamal Al-Afghani adalah sebagai orang pertama yang mengobarkan percikan pemikiran dalam jiwanya,akan tetapi Imam Muhammad Abduh sebagai mana diungkapkan Doktor.Mohammad Imarah,adalah seorang arsitektur terbesar dalam gerakan pembaharuan dan reformasi atau sekolah pemikiran modern. Melebihi guru beliu Jamaluddin Al-Afghani.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Muhammad Abduh memiliki andil besar dalam perbaikan dan pembaharuan pemikiran islam kontemporer. Telah banyak pembaharuan yang beliau lakukan diantaranya:&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;1.Reformasi pendidikan&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Mohammad Abduh memulai perbaikannya melalui pendidikan. Menjadikan pendidikan sebagai sektor utama guna menyelamatkan masyarakat mesir. menjadikan perbaikan sistem pendidikan sebagai asas dalam mencetak muslim yang shaleh.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;2.mendirikan lembaga dan yayasan sosial.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Sepak terjang dalam perbaikan yang dilakukan Muhammad Abduh tidak hanya terbatas pada aspek pemerintahan saja seperti halnya perbaikan pendidikan dan Al-Azhar. Akan tetapi lebih dari itu hingga mendirikan beberapa lembaga-lembaga sosial. Diantaranya: Jami’ah khairiyah islamiyah,jami’ah ihya al-ulum al-arabiyah,dan juga jami’ah at-taqorrub baina al-adyan.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;3.mendirikan sekolah pemikiran.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Muhammad Abduh adalah orang pertama yang mendirikan sekolah pemikiran kontemporer. Yang memiliki dampak besar dalam pembaharuan pemikiran islam dan kebangkitan akal umat muslim dalam menghadapi musuh-musuh islam yang sedang dengan gencar menyerang umat muslim saat ini.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Wafatnya Muhammad Abduh&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-size:100%;"&gt;Beliau wafat pada tanggal 11 juli 1905 di Alexandria.setelah banyak mewarisi peninggalan berharga bagi generasi selanjutnya. Pembaharuan dalam pemikiran keislaman serta perbaikan dibidang politik dan ekonomi.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a name="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-1066634607011228192?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudasning.blogspot.com/feeds/1066634607011228192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34659783898626769&amp;postID=1066634607011228192' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1066634607011228192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/1066634607011228192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/mohammad-abduh-dan-pembaharuan.html' title='Mohammad Abduh Dan Pembaharuan'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34659783898626769.post-615444575228188678</id><published>2008-09-07T12:53:00.000-07:00</published><updated>2008-12-15T04:42:46.776-08:00</updated><title type='text'>Menyusun Khutbah Jum'at</title><content type='html'>Menyusun Khutbah Jum’at&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khutbah jum’at memiliki kedudukan penting dalam islam. Bagaimana tidak, ia merupakan penopang utama dalam penyebaran dak’wah islam di seluruh dunia. ia juga merupakan salah satu sarana penting guna menyampaikan pesan dan nasehat kepada orang lain atau suatu kaum. Hal ini sebagaimana kaidah yang ada dalam islam :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;الامر بالمعروف والنهي عن المنكر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:“menyeru kepada kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  pentingnya hal ini, sehingga menjadi konsentrasi  para ulama terdahulu hingga ulama kontemporer saat ini. Banyak buku telah disusun yang membahas secara jelas dan terperinci  tentang khut’bah secara umum dan khutbah jum’at secara khusus. Bahkan dibeberapa perguruan tinggi Islam, ilmu khitabah menjadi materi khusus ditambah jam latihan.  Hal ini menggambarkan bahwa menyusun dan menjadi khatib yang baik bukanlah hal yang mudah. Tetapi perlu pembelajaran khusus dan mendalam juga latihan yang berkesinambungan. Lebih dari itu seorang khatib harus membekali diri dengan berbagai ilmu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Makalah singkat ini membahas tentang khutbah jumat dan cara penyusunanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pensyariatan Khutbah Jum’at&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah menegaskan bahwa hukum salat jum’at adalah wajib. Sebagaimana disyariatkan pula  khutbah sebelum melakukan shalat. Sebagaimana firman Allah dalam al-qur’an: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ياايهاالذين امنوا اذا نودي للصلاة من يوم الجمعة فاسعوا الى ذكرالله وذروا البيع ذالكم خير لكم ان كنتم تعلمون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Artinya: wahai orang-orang beriman, jika adzan untuk shalat jum’at sudah dikumandangkan maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Apa yang diperintahkan itu lebih bermanfaat bagi kalian jika kalian mengetahuinya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sebagaimana dijelaskan pada ayat diatas bahwa makna dari kata “az-zikr” dalam ayat ini adalah khutbah yang dilakukan sebelum salat. Maka diantara syarat sahnya salat jum’at adalah khutbah. yang dilakukan saat waktu dzuhur. Dengan maksud tujuan pembelajaran dan pemberi peringatan kepada hamba-hambaNya untuk slalu senantiasa mensyukuri segala ni’mat Allah swt. Semua ini adalah keutamaan islam yang slalu menjunjung tinggi peranan ilmu dan para ulama. Karena dengan ilmu kita mengetahui agama serta mengetahui hukum-hukumnya. Sehingga tidaklah seorang muslim melakukan sesuatu kecuali atas dasar ilmu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Maka dari itu Allah swt mencela mereka yang meninggalkan Rasulullah  saw saat beliau khutbah jum’at. Hal ini digambarkan dalam surah jumuah ayat 11: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;واذا راوا تجارة او لهوا انفضوا اليها وتركوك قائما قل ما عند الله خير من اللهو و من التجارة والله خير الرازقين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: jika mereka melihat perniagaan dan permainan yang menyenangkan,mereka menuju situ dan meninggalkan kamu yang berdiri menyampaikan khutbah. Katakan kepada meeka, ”karunia dan pahala Allah lebih bermanfaat bagi kalian daripada perdagangan dan permainan. Allah adalah sebaik-bainya pemberi rizki. Maka mintalah rizki dengan senantiasa menanti-Nya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Disebutkan dalam tafsir “Al-Futuhat Al-Ilahiyyat” sebab turunnya ayat ini: bahwa suatu ketika Rasulullah saw khutbah jumat. Tak lama berselang datang kafilah dagang dari Syam membawa barang dagangan. Saat itu harga barang dan kebutuhan hidup di Madinah sangat tinggi. Gendang pun ditabuh para pedagang Syam agar orang-orang mengetahui kedatangan mereka sehingga penduduk madinah membeli dagangan mereka. Maka seketika itu pula mereka yang sedang mendengar khutbah Rasulullah saw  bergegas keluar menuju kafilah dagang tadi takut kehabisan barang. Qotadah berkata: bahwa peristiwa ini terulang tiga kali. Dan kedatangan kafilah dagang ini bertepatan dengan khutbah jumat. Sehingga tidak tersisa bersama Nabi saw yang mendengarkan khutbah kecuali 12 orang. Dan diriwayat lain disebutkan bahwa yang tersisa hanya 40 orang. Maka Rasulullah saw berkata: andai saja kalian mengikuti mereka sehingga tak satupun yang tersisa diantara kalian,maka lembah ini akan meminta api untuk kalian. Maka turunlah ayat diatas.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Dari penjelasan diatas jelaslah bahwa Khutbah adalah syarat wajib sahnya jumat. Ini adalah pendapat sebagian besar ulama fiqih kecuali sebagian kecil saja yang mengatakan hal itu bukanlah wajib.itupun tanpa dilandasi dengan dalil yang kuat. Hal ini juga dipertegas oleh Imam Al-Ghozaly dalam kitabnya” Ihya Ulumuddin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Khutbah Jum’at &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ada baiknya sebelum kita membahas rukun khutbah,kita bedakan terlebih dahulu antara rukun dan syarat. Keduanya antara rukun dan syarat adalah penentu terjadinya sesuatu,dimana sesuatu itu tidak akan berdiri tanpanya. cuma  Perbedaan yang mendasar antara keduanya terletak pada apakah hal itu termasuk dalam perilaku itu atau di luar perilaku.rukun termasuk dalam perilaku tersebut dan tidak begitu halnya dengan syarat.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Rukun khutbah sebagaimana disepakati jumhur ulama ada 4 :&lt;br /&gt;1.Hendaknya khutbah diawali dengan kalimat tauhid. Minimal dengan kalimat Alhamdulillah. Lebih dari itu lebih bagus.&lt;br /&gt;2.Bershalawat atas Nabi.saw. Sebagaimana diperintahkan dalam al-qur’an surat Al-ahzab ayat : 57&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ان الله و ملائكته يصلون على النبي ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Artinya: Allah swt telah melimpah kasih sayang dan meridhoi nabi-Nya.para malaikat memanjatkan doa untuknya. Maka,orang-orang beriman,panjatkanlah shalawat salam atas Nabi.&lt;br /&gt;3.Pesan untuk slalu bertaqwa kepada Allah swt. Karena sesungguhnya tujuan utama dari khutbah juma’at adalah saling menasehati dalam kebaikan dan memberi peringatan. Inilah yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat terdahulu. Mereka berkhutbah di depan kaumnya. Menyeru mereka untuk senantiasa mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.&lt;br /&gt;4.Membaca beberapa ayat Al-qur’an walau hanya satu ayat. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh rasulullah saw di setiap khutbah beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika seorang te&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Penyusunan Khutbah Jum’at &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menyusun khutbah Jum’at tidak jauh berbeda dengan khutbah-khutbah yang lain. Bedanya hanya pada rukun yang harus dipenuhi dalam khutbah jum’at. Karena semuanya memerlukan persiapan yang matang dan konsentrasi penuh. Menyusun khutbah jum’at bukanlah hal sepele yang bisa saja jadi dengan seketika. Atau hanya cukup dengan membaca teks yang telah tersedia di masjid.  Tetapi ia perlu proses dan fase-fase tertentu. Sehingga sang khatib bukan hanya tampil gemilang di depan jamaah tetapi juga judul yang ia bicarakan aktual dan faktual sesuai dengan kondisi masyarakat. Karena sesungguhnya diantara tujuan khutbah jum’at, selain memberi peringatan juga memberi solusi atas problematika yang ada di tengah masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari ketidaksiapan sang khatib bisa kita saksikan saat ini di tengah masyarakat. khatib yang tampil setiap jum’at  hanya membahas seputar judul yang sama. Karena ia hanya membaca teks-teks yang tidak berubah. Bahkan yang lebih menyedihkan,dengan bacaan al-qur’an yang tidak memenuhi syarat seorang khatib. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Ada 4 fase penyusunan khutbah:&lt;br /&gt; 1. fase pemilihan judul&lt;br /&gt; 2. fase penyusunan kerangka pembicaraan&lt;br /&gt; 3. fase pemilihan dalil yang tepat sesuai dengan judul dan jalannya       pembicaraan&lt;br /&gt; 4. fase untuk mulai berlatih atau mengaplikasikan apa yang telah di susun.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fase Pemilihan Judul&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ini adalah langkah awal dan mendasar bagi seorang khatib. Karena merupakan asas terbentuknya khutbah. Pada kenyataannya semua fase yang akan dilalui terkonsentrasi pada judul. Semua dalil yang akan dipilih harus sesuai dengan judul. Ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan sebelum menentukan judul:&lt;br /&gt;1. hendaknya judul yang akan dibicarakan sesuai dengan standar akal pikiran masyarkat setempat. Sehingga seorang khatib bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya dan bukan sebaliknya. Manusia dalam hal ini terbagi menjadi 3 golongan:&lt;br /&gt;             1.para ulama atau biasa kita sebut khawasu an-nas. Yaitu mereka yang memiliki akal yang sehat dan benar. Merekalah yang disebut dalam al-qur’an sebagai golongan yang diseru dengan al-hikmah. &lt;br /&gt;             2.masyarakat umum atau biasa kita sebut dengan awamu an-nas. Merekalah yang diseru dengan “mauidzoh hasanah”.&lt;br /&gt;             3.golongan ketiga adalah mereka yang suka berdebat dan sering kali mengingkari pesan dan nasehat. Al-qur’an memeritahkan untuk membantah argumen mereka dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;    2. Hendaknya seorang khatib memperhatikan psikologi para pendengar. Maka seorang khatib harus memilih judul yang sesuai dengan psikologi para pendengar. Hal ini erat kaitannya dengan meletakkan sesuatu pada tempatnya. Karena pada hakekatnya,seorang khatib yang baik adalah yang bisa membaca keadaan jiwa masyarakat tersebut. Sehingga ia bisa memberi judul pembahasan yang tepat sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Sebagai contoh: judul yang diangkat pada masyarakat perkotaan jelas berbeda dengan masyarakat pedesaan. Begitu halnya juga kaum pekerja berbeda dengan kaum berbudaya. Disinilah dibutuhkan kejelian seorang khatib dalam membaca kondisi masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase Pembentukan Kerangka Pembicaraan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memilih judul, maka langkah selanjutnya adalah membentuk kerangka pembicaraan atau biasa kita sebut dengan konsep pembicaraan. Dengan tujuan agar pembahasan khutbah lebih terfokus dan tidak terlalu melebar. Sehingga pembicaraan tidak keluar dari judul or tema yang telah ditentukan. Dan semua unsur-unsur yang ada dalam kerangka pembicaraan berhubungan satu sama yang lainnya tidak terpisah. Karena jika tidak seperti itu, akan membuat pembahasan terlalu  melebar dan keluar dari substansi yang akan dibicarakan.&lt;br /&gt;Contoh: kita memilih judul “Peranan Pemuda Dalam Membangun Bangsa”. maka unsur-unsur yang harus terbentuk adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;    1&lt;br /&gt;    2&lt;br /&gt;    3&lt;br /&gt;    4&lt;br /&gt;    5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase Pemilihan Dalil&lt;br /&gt;Setelah memilih judul dan menyusun konsep pembicaraan maka langkah selanjutnya adalah memilih dalil yang sesuai dengan judul pembicaraan. Maksud dalil disini adalah pegangan dasar yang memperkuat argumen seorang pembicara sehingga lebih mempertegas dan mengokohkan apa yang ia sampaikan. Pada akhirnya para pendengar akan merasa yakin dan puas dari apa yang disampaikan oleh sang khatib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih dalil seorang khatib harus teliti dan jeli. Jangan sampai mengambil dalil semaunya sendiri.  Dalam studi kasus, ada beberapa Da’i yang mengambil dalil sesuai dengan hawa nafsunya. Yang penting selaras dengan pemikiran dan golongannya maka sah-sah saja menukil dalil dari Al-Qur’an atau Sunnah sekalipun pada dasarnya tidak memiliki keterikatan substansi. Ini hal yang tidak boleh terjadi. Sebagai muslim yang baik kita harus menjunjung tinggi kejujuran. Kejujuran adalah ruh seorang muslim. Oleh sebab itu posisi ilmu sangat besar dalam hal ini.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam khutbah ada beberapa sumber pengambilan dalil:&lt;br /&gt; 1.Sumber-sumber Agama. Sungguh agama memiliki peranan yang sangat signifikan dalam jiwa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34659783898626769-615444575228188678?l=mudasning.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudasning.blogspot.com/feeds/615444575228188678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34659783898626769&amp;postID=615444575228188678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/615444575228188678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34659783898626769/posts/default/615444575228188678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudasning.blogspot.com/2008/09/menyusun-khutbah-jumat.html' title='Menyusun Khutbah Jum&apos;at'/><author><name>Hidayatullah Ahmad Jazri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13536921894501387769</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://4.bp.blogspot.com/_M_yOLIHvjxA/SMQ3huGzVvI/AAAAAAAAAAk/CqhitRam3Ck/S220/1_326668070l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
